KENALAN DENGAN BARANG PRELOVED, YUK!

Mungkin sebagian besar ibu-ibu disini sudah kenal sama Ibu Dheta atau yang biasa dipanggil Budhet. Awal aku kenal sama Dheta di tahun 2015, Dheta orangnya sangat supel, ramah, dan tentunya berwawasan luas. Pokoknya, ngobrol apa saja sama Dheta pasti nyambung!

Manager dari mba Andra Alodita yang baru saja ulang tahun tanggal 28 Maret kemarin (happy birthday, Dheta!) memang terkenal jago soal rekomendasi barang. Apalagi yang harganya terjangkau dan bagus, haha. Mulai dari makanan, baju, makeup, sampai urusan peralatan bayi, semua konsultasi sama Dheta. Kalau urusan cinta gimana? Bisa, bisa.. sama Dheta semua aman lah! Hihi.

Nah, berhubung Dheta pernah bahas soal preloved di akun Instagram-nya, aku jadi kepo dan pengen ngulik lebih dalam lagi soal ini. Yang sehati sama aku, baca artikel ini sampai selesai ya!

Preloved adalah sebuah kosa kata bahasa Inggris yang menurut Oxford Dictionaries berarti barang yang sebelumnya pernah dimiliki dan akan berpindah tangan, atau istilah lainnya adalah secondhand.

Namun, ada beberapa penjelasan lainnya yang lebih luas tentang barang preloved, yaitu:

  • Barang yang pernah kita beli dan kita pernah memakainya beberapa kali;
  • Barang yang pernah kita beli tapi tidak pernah kita pakai; dan
  • Barang pemberian dari orang lain untuk kita yang tidak pernah kita pakai. 

Setelah sekian lama ngerencanain untuk ‘ngobrol’ soal preloved, akhirnya beberapa hari yang lalu aku dan Dheta berhasil dapet waktu yang pas. Berikut rangkuman hasil obrolan aku dengan Dheta. Check this out!

Kapan pertama kali belanja barang preloved? 

Dheta: Aku pertama kali belanja barang preloved sekitar tahun 2009-2010 di salah satu acara garage sale. Masih inget ngga, tahun itu memang garage sale lagi hits banget. Dan bukan hanya belanja, aku juga suka mengadakan garage sale bareng teman-teman. Biasanya kami ‘kulakan’ di Pasar Senen atau dulu biasa disebut ‘Poncol’, yang memang banyak menjual pakaian import yang sudah tidak terpakai. Nah kalau belanja barang preloved via online, aku pertama kali ditahun 2011 dari situs Facebook. 

Kenapa dan apa alasan suka belanja barang preloved? 

Dheta: Murah! Hahaha. Memang ya, namanya barang preloved pasti lebih murah daripada barang yang baru, padahal dari segi kualitas kurang lebih sama. Tapi untuk beli barang preloved kita harus detail dan jangan sungkan untuk bertanya kepada penjual agar terhindar dari pembelian barang yang rusak atau bahkan penipuan. 

Apa barang preloved termahal yang pernah dibeli selama ini? 

Dheta: COACH Mini Sling Bag seharga IDR 1.500.000. Ini pertama kalinya aku beli barang preloved di atas Rp 1.000.000,-. Selama ini aku membatasi budget-nya maksimal diangka Rp 1.000.000,-. Karena menurutku, kalau memang harganya tergolong mahal, lebih baik beli yang baru sekalian. Tapi karena tas COACH yang aku beli ini jarang ditemuin dan merupakan koleksi lama, jadi aku ‘bela-belain’ melanggar peraturan, hihi. Sekali-sekali ngga masalah, lah ya. 

Hasil 'buruan' Dheta yang dibeli seharga 300-350ribu rupiah.

Biasanya beli barang preloved via online dimana? 

Dheta: Lebih sering di Instagram dan Tokopedia. Tapi beberapa kali juga pernah beli di Tinkerlust dan Carousell. Tergantung harganya lebih menarik yang mana, hahaha.

Saranku, sebisa mungkin untuk transaksi via online apabila diatas IDR 500.000 pembayarannya melalui e-commerce seperti Tokopedia misalnya, untuk menghindari penipuan. Karena e-commerce punya sistem pembayaran sendiri yang mana jika customer belum menyelesaikan transaksi, maka uang yang di-transfer tidak akan diterima oleh penjual. Jadi, sebelum transaksi via online terutama di Instagram, tanyakan dulu apakah online shop tersebut bisa melakukan pembayaran via e-commerce atau tidak. Catat ya! 

Bagaimana cara membedakan barang asli dan KW? 

Dheta: Harus sering ngulik lewat Youtube, Google, dan Instagram. Karena sudah banyak informasi mengenai perbedaan barang orisinil dan KW, asal kita rajin mencari tahu. Biasanya sebelum membeli, aku selalu ngulik dulu tentang barang yang akan dibeli sehingga saat ngobrol dengan seller, aku tahu apakah barang ini asli atau KW.

Sebisa mungkin kita menjadi pembeli yang detail, tapi jangan nyebelin juga ya, hahaha. Yang penting tanya baik-baik dan sopan. Kalau memang tidak jadi beli, menolaknya juga harus sopan. Misalnya bilang “Kak, terima kasih ya informasinya. Tapi sepertinya aku belum jadi ‘ambil’ karena harganya masih diluar dari budget aku. Semoga next time ada yang cocok ya kak.” 

Ah terima kasih tipsnya! Nah, kamu pernah dikecewain sama Online Shop yang jual barang preloved nggak? 

Dheta: Alhamdulillah, selama ini belum pernah. Paling cuma soal boks aja yang suka salah. Misal beli tas dikasihnya boks sepatu dan lain-lain. Tapi beberapa kali aku suka dikasih sample skin care sama online shop juga. Lumayan kan, hihihi. 

Dheta sendiri bagaimana perasaannya kalau ada orang lain tahu kalau barang yang dipakai adalah barang preloved? Senang/bangga atau justru malu? 

Dheta: Bangga dong! Hahaha! Karena aku bisa dapat barang asli dengan harga yang murah. Walaupun preloved tapi kualitasnya masih sama. Malah biasanya orang-orang suka nanya beli dimana, harganya berapa dan lain-lain. 

Brand apa saja yang biasa dibeli atau diincar? 

Dheta: COACH, Michael Kors, Kate Spade, Melissa, dan Nike. 

Ada tips dan tricks lain nggak untuk yang mau belanja preloved? 

Dheta: Tips and tricks dari aku, yang penting harus detail. Karena barang preloved erat kaitannya sama barang yang sudah rusak. Jadi harus tanya detail apa ada yang cacat, atau ada warna yang luntur, dan lain-lain. Selain itu harus rajin browsing supaya tau mana barang asli dan KW, banyak ngobrol sama orang-orang untuk ngulik informasi, dan yang ngga kalah penting harus punya budget-nya, haha. Ngomong-ngomong soal budget, saranku kalau mau nego harga jangan terlalu ‘sadis’, mungkin maksimal banget IDR 500.000 atau 15-20 persen dari harga barang itu sendiri. Tapi kalau seller bilang harga sudah nett, jangan ditawar lagi ya.


Oke, sekian hasil interview aku dan Dheta ditemani es kopi yang nikmat. Jujur aja, setelah ngobrol dengan Dheta, aku lumayan tertarik untuk belanja barang preloved terutama buat anakku. Soalnya yang namanya barang anak kecil biasanya ngga ‘awet’, entah karena kekecilan atau rusak dimainin. Jadi kalau bisa beli barang preloved, kenapa engga? Hahaha. Duh, ‘ibu-ibu’ banget ya pikirannya.

Kalau ibu-ibu sendiri gimana? Mungkin setelah ini ada yang tertarik untuk belanja preloved juga kaya aku? (Tos!) Kalau masih ada yang mau di kepoin dari Dheta juga boleh kita ngobrol di kolom komentar ya. Semoga artikel ini bisa berguna untuk ibu-ibu semua, terutama para preloved hunter, hihi. 

With Love, 
Indah

10 comments :

  1. Waaahhh budhet keren bangett bisa dapetin barang2 preloved branded dengan harga oke! Jadi pengen nyari hahahaha thanks for sharing Ndah Dan Budhet! :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. ASLI!! Bikin iri yahhh.. hahhaha pouch gitu 300ribu hahaha seballll

      Delete
  2. Waaa terima kasih infonya.. sungguh sangat menggetarkan jiwa untuk mencari barang preloved :D

    ReplyDelete
  3. Thank you budhet infonya, lumayan tertarik buat beli preloved nih jadinyaaa. Hehe

    ReplyDelete
  4. Saya jarang belanja sih kak iya nih untuk anak mending preloved mainan atau sewa mainan aja kali ya hehe

    ReplyDelete
  5. Aku udah beli barang preloved/secondhand sejak SMA! Itu diracunin Papa yang suka ulik-ulik Pasar Senen. Banyak banget barang bagus yang aku dapat, yang aku paling inget, aku dapat sling bag Benetton warna hijau dengan harga Rp20 ribu aja. Sampai awal kerja, aku masih suka hunting ke Pasar Senen untuk beli atasan yang vintage dan one of a kind buat ngantor. Tetapi, sejak Pasar Senen sering kebakaran, mungkin udah 5 tahun aku ke sana lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wiiiih aku juga senang Win dulu belanja ke Pasar Senen. Sekarang enaknya bisa hunting barang preloved hanya dengan smartphone hehehe

      Delete
  6. Bagus banget tipsnya. Tapi next kasih tips dari sisi penjualan barang preloved dong. Gimana caranya biar cepat laku?Terus kalau barang yang mau di-preloved-in bukan branded bisa nggak? kan kalau nggak salah mbak Alo pernah jualan baju-baju lamanya ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebetulnya paling enak sih titip jual ke orang, atau ikut bazaar. Tentunya kalau mau jualan harus punya strategi juga, promo-promoin ke orang-orang lewat sosmed. Kalau di Tinkerlust lumayan enak karena yang penting bajunya masih layak jual, gak branded pun gapapa :)

      Delete
  7. Kak Review barang-barang yang beli urban icon dong. Please....

    ReplyDelete