MENJELAJAH KE PULAU LANTAU DAN NAIK CABLE CAR NGONG PING 360



“Ngong Ping? Dimana tuh?”

Pertanyaan spontan dari mulut saya tak bisa dihindari, pasalnya saya betul-betul belum pernah tau maupun dengar tentang Ngong Ping 360. Mungkin sampai hari ini juga belum tentu tau tentang Ngong Ping 360 kalau tidak diundang kesana oleh pihak Dwidaya Tour.

Ketika saya browsing tentang Ngong Ping 360, visual yang muncul di layar smartphone saya adalah kereta gantung dan juga patung Buddha berukuran raksasa. Seperti biasa, kalau mau traveling saya menaruh mindset bahwa ekspektasi harus rendah, supaya lebih penuh kejutan jika sudah sampai di destinasi wisata.




Betul saja, saya dan rombongan mendapat akses khusus untuk mencoba kereta gantung tipe Crystal Cabin alias kereta gantung dengan lantai bening! Wah asli sih, ngilu dan lutut lemes!

Lima menit pertama di dalam kereta gantung, saya, Ola, Yuki dan Suci dari Dwidaya Tour tak henti-hentinya membuat keributan! Walaupun hanya keributannya hanya ‘ngoceh’ aja ya, karena kami semua was-was dengan ketinggian hahaha. Perasaan panik, senang campur was-was semuanya jadi campur aduk deh pokoknya!




Begitu lima menit pertama berlalu, Yuki langsung ‘melantai’ untuk mendapatkan hasil foto yang seru. Memang pose melantai di dalam Crystal Cabin rupanya termasuk daftar wajib jika berkunjung ke Ngong Ping. Karena perjalanan dalam kereta gantung cukup lama yaitu 25 menit dengan jarak 5,7 kilometer, kami puas menikmati pemandangan kota Hong Kong dan Pulau Lantau. Dari atas kami bisa melihat Bandara Internasional Hong Kong serta Jembatan Hong Kong-Zhuhai-Macau yang baru beroperasi di bulan September lalu.

Rasa was-was akhirnya sirna karena tergantikan dengan perasaan takjub dengan keindahan alam Lantau Island yang asri, sangat berbeda jika kita berada di pusat kota Hong Kong yang penuh hiruk pikuk. Cuaca yang sejuk membuat perjalanan kereta gantung kami begitu menyenangkan, hingga tak terasa kami akhirnya sampai di Ngong Ping Village.



Saya disambut dengan hangatnya matahari pagi dan udara yang sejuk, biasanya hal-hal sederhana seperti ini selalu saya syukuri jika sedang traveling. Ngong Ping Village ukurannya tidak terlalu besar, tapi disini segala jenis kuliner ada semua lho! Mulai dari Subway, Starbucks, Honeymoon Dessert hingga Ebeneezer’s Kebabs & Pizzeria yang bersertifikat halal. Lengkap deh!

Sebelum jam makan siang, tujuan pertama kami adalah bermain VR 360. VR 360 memadukan antara teknologi, pariwisata, film, gaya berpakaian dan permainan yang bisa dinikmati para pengunjung. Saya mencoba berbagai permainan seru seperti melewati tali di atas udara, bermain petak umpet sambil mencari monster dan melempar jeruk ke pohon digital. Hahaha!

Kalau diceritain kayaknya kurang seru ya, harus merasakan sendiri baru tau ternyata main VR tuh seru juga.



Puas bermain VR, kami berempat kelaparan dan langsung memesan makanan di Ebeneezer’s Kebabs & Pizzeria. Sekarang enak ya kalau traveling kemana-mana sudah lebih mudah mencari makanan halal, termasuk di Ngong Ping Village. Makanannya juga enak-enak loh!

Setelah makan siang, saya dan rombongan ikut 360 Lantau Culture & Heritage Insight Tour yang diawali dengan acara tea demonstration lalu kami diajak ke Tai O Fishing Village. Sebelum mengeksplor desa nelayan Tai O, kami diajak untuk mencari Chinese White Dolphins di pinggir laut. Sayangnya kami kurang beruntung hari itu, karena waktu kami juga tidak banyak.



Kami juga diajak untuk melihat-lihat rumah nelayan yang ada di Tai O, yang katanya sih sekarang lebih banyak dihuni oleh para orang tua yang menikmati masa pensiunnya. Anehnya nih, walaupun berada di dekat laut dan kebanyakan penghuninya berprofesi sebagai nelayan, Tai O sama sekali nggak bau amis!

Desanya tergolong bersih, terawat, terasa ramah dan sepertinya warga sangat terbuka dengan turis lokal maupun mancanegara.

Nah karena saya, Ola, Yuki dan Suci terlalu menikmati Tai O Fishing Village, kami sampai nyasar sewaktu mencari jalan pulang! Alhasil kami telat dan ditinggal oleh bis rombongan tur kami. Wah, panik banget! Apalagi posisi Tai O bukanlah di perkotaan, melainkan di ujung pulau Lantau hahaha!





Untungnya kami bisa balik ke Ngong Ping dengan menggunakan fasilitas bus umum, walau sempat panik karena takut gak bisa pulang hahaha!

Sore itu kami habiskan dengan melihat The Big Buddha yang sangat ikonik. Saya dan teman-teman lainnya memilih untuk menikmati dari kejauhan saja, mungkin karena sudah kehabisan nafas karena ketinggalan bus.

Lalu kami berjalan sekitar 15 menit menuju Wisdom Path, sebuah outdoor installation berupa 38 monumen kayu yang diukir dengan huruf kaligrafi. Isi dari monumen kayu tersebut adalah kata-kata bijak dan doa. Momumen kayu ini membentuk tanda infiniti jika dilihat dari aerial.



Wisdom Path merupakan tempat yang berkesan bagi saya dan juga Yuki, karena lokasinya yang diapit dengan perbukitan hijau nan asri selain itu perasaan damai juga terasa kental disana.

Tak terasa kami berempat sudah setengah hari menghabiskan waktu di Ngong Ping 360 dan daerah sekitarnya, sebelum jam 6 sore waktu setempat.. kami diharuskan untuk mengantri agar bisa pulang naik kereta gantung ke Tung Chung. Sedikit info, kereta gantung di Ngong Ping hanya beroperasi hingga pukul 6 sore waktu setempat saja ya.

Menurut saya, jika teman-teman ingin pergi ke Hong Kong mohon sempatkan waktu untuk ke Ngong Ping dan mencoba kereta gantung tipe Crystal Cabin.

Jangan lupa ya cek-cek dulu sebelum kesini, karena setiap bulannya Ngong Ping 360 selalu memberlakukan ‘maintanance day’ untuk perawatan (silahkan cek disini) dan juga perbaikan kereta gantung demi keamanan dan kenyamanan para pengunjung.



Oh ya, sebelum pulang ke hotel, saya dan teman-teman sempat mampir untuk shopping di Citygate Outlets yang berada di sebelah Tung Chung MTR Station. Jadi puaaaas banget deh, jalan-jalan iya, kulineran iya, shopping pun iya! Hihihi.

Sekali lagi terima kasih Ngong Ping 360 dan Dwidaya Tour yang sudah mengatur trip berkesan ini! Dan teman-teman juga bisa mendapatkan promo menarik jika memesan tiket atraksi ke Ngong Ping 360 jika memesannya lewat Dwidaya lho :)

 photo 2016_new-sign_zpsmxppxjue.jpg

3 comments :

  1. Duh pengen banget coba kereta gantungnya kak👌

    ReplyDelete
  2. Aku pas ke Ngong Ping ga sempet ke Tai O karena kesorean, Malo. Ada alasan buat balik lagi nih berarti yaaa :D

    ReplyDelete
  3. AKutu ngikutin banget story kak Alo dan Ola waktu travelling ini. Part paling ngakak pas kalian ketinggalan rombongan haha! Dan paling ngilu pas lihat cable carnya juga. Sebagai orang yang takut ketinggian, aku kebayang lemesnya lutut ini! E tapi pgn ke sana juga haha.

    ReplyDelete