UNDERSTANDING MYSELF



Sore itu, dada saya terasa sesak sekali. Saya tau bahwa saya sedang stres. Beberapa hari terakhir tidur saya tidak nyenyak, saya gelisah. Banyak hal yang saya pikiran beberapa waktu belakangan. Efeknya terasa di mood hingga fisik saya, energi positif saya hilang ntah kemana. Saya pikir, tak apa jika dada ini terasa sakit dan sesak, toh saya sedang dalam perjalanan menuju Brahma Kumaris untuk menghadiri sebuah sharing session dengan topik ‘Understanding Myself’.

Sore itu, saya dan suami duduk sambil menunggu sang narasumber datang. Di hadapan kami ada sebuah lukisan abstrak yang terlihat seperti sebuah aura, membuat saya terasa lebih tenang saat menikmatinya. Saya dan suami bertatapan sambil berharap bahwa kami akan mendapat ‘sesuatu’ yang baik untuk dibawa pulang ke rumah, yaitu pencerahan.

Topik ‘Understanding Myself’ mungkin terdengar sederhana, nyatanya sulit dan perlu proses panjang untuk mengenal diri sendiri.

Sebelum sharing session dimulai, kami diam sejenak sambil memandang sang narasumber, seorang wanita karismatik berpakaian serba putih. Dari tatapannya terasa ia membawa energi yang positif dan sangat menenangkan.

Kenapa kita perlu mengenal diri sendiri? Karena jika kita mengenal diri sendiri, kita dapat mempengaruhi orang-orang yang berada di sekitar kita. Tapi bagaimana caranya kita dapat mengenal diri kita sendiri? Mulainya dari mana?

Sering kali kita hidup untuk memenuhi ekspektasi orang lain terhadap diri kita sendiri. Karena sadar ataupun tidak, manusia memerlukan validasi atau pengakuan dari orang lain. Menurut sang nara sumber, setiap orang maupun profesi di dunia ini membutuhkan validasi dari orang lain. Dan semua individu pun membutuhkan pengakuan dari orang lain. Ntah ia seorang polisi, dokter, arsitek hingga presiden.

Jika dikaitkan dengan apa yang terjadi di lingkungan dan apa yang ada di sekitar saya, validas-validasi tersebut mungkin bisa digambarkan lewat seberapa tinggi karier yang sudah dicapai, berapa banyak followers yang mengikutimu di akun media sosialmu, seberapa sering kamu diundang ke acara-acara bergengsi di ibukota. Bekerja di perusahaan pun pasti kita membutuhkan pengakuan dari atasan kita, bahwa kinerja dan performa kita sudah baik atau belum.

Setiap individu membutuhkan rasa dihargai/dihormati (respect), cinta kasih (love) dan pengakuan (validation) dari orang lain, tapi apakah orang lain bisa menghargai dan mencintai kita jika kita tidak mencintai diri sendiri?

Tidak.

Semua harus dimulai dari self-respect dan self-love, yang dapat digali dari dalam diri kita. Saya sering mendapat pertanyaan bagaimana cara untuk mencintai dan menghargai diri sendiri walaupun kita tidak sempurna? Saya selalu menjawab bahwa semua itu butuh proses dan prosesnya pun tidak mudah.

Tapi jangan lupa bahwa kita mempunyai sebuah senjata untuk menggali diri kita yaitu pikiran kita.

My thoughts are precious.
My thoughts are my energy.

Jika pikiran kita diisi hal-hal yang negatif, maka kita akan dikuasai oleh duka, kesengsaraan, kesedihan dan tubuh kita akan melemah. Sedangkan jika pikiran kita terisi oleh hal-hal yang positif, kebahagiaan, kedamaian, cinta kasih, kekuatan dan kebenaran akan mengelilingi kita.



Mungkin teman-teman berpikir bahwa tidak mudah untuk selalu merasa positif apalagi hidup di era modernisasi, era dimana segala informasi dapat diakses dengan mudah, penuh dengan konsumerisme dan sebagainya. Saya pun berpikir demikian tapi lewat kelas ‘Understanding Myself’ saya pun mendapat jawabannya dan diingatkan kembali.

Bahwa kita perlu meluangkan waktu untuk diri sendiri (meditasi), mengucap mantra-mantra yang dapat membantu kita melewati hari-hari dengan bahagia.

“I will be the master of my day. I will be the master of my next day.
I will be the master of my life, my destiny.”

Kalimat sederhana yang maknanya luar biasa, bukan?

“If I give happiness, I will receive happiness. If I help others, I will receive blessings.”

Durasi 90 menit pun tak terasa karena saya benar-benar menyimak dan menikmati kelas tersebut. Dada saya yang tadinya sesak, sudah tak terasa kembali normal. Saya merasa lebih baik, lebih lega dan lebih bahagia.

Saya pulang membawa catatan dan juga wawasan baru tentang bagaimana cara mengenal, mencintai dan juga menghargai diri sendiri – suatu hal yang terkadang harus dipelajari berulang-ulang, karena diri kita pun tumbuh seiring dengan waktu.



Penting sekali untuk selalu menghargai dan mencintai diri sendiri, karena dengan mencintai diri sendiri.. kita dapat menebarkan cinta dan kebaikan kepada orang lain.

Sekali lagi, saya bukan ahli dalam bidang ini. Saya merasa perlu berbagi cerita yang berhubungan dengan mental health awareness maupun wellness, karena saya yakin banyak teman-teman di luar saya yang membutuhkan. Berkali-kali saya merasa tenggelam dalam kesedihan maupun keresahan hidup, berkali-kali pun saya bangkit dan merasa hebat karena cinta kasih dari Allah dan Alam Semesta.

Proses yang telah saya jalani telah membentuk diri saya hingga saat ini, yang tidak sempurna, namun selalu saya syukuri.

 photo 2016_new-sign_zpsmxppxjue.jpg

8 comments :

  1. Bener banget kak, love my self lebih utama dibanding sibuk validasi dan hidup dalam keinginan atau request orang lain. Semoga kita senantiasa bersyukur, berpikir positif dan berbagi kebaikanšŸ˜Š tfs

    ReplyDelete
  2. Seringkali kita hanya butuh diingatkan kembali ya.
    Menarik diri sejenak dan memberikan waktu sedikit untuk diri sendiri.
    Thank you for sharing Alo.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul, walaupun suka belajar tentang self-love kadang suka aja lupa kalau lagi dilanda masalah :) thanks ya

      Delete
  3. Sangat butuh reminder seperti ini, Malo. Thanks for sharing yaaa. Semoga diri kita, pikiran dan hati kita selalu penuh dengan ketentraman dan kebahagiaan ya <3
    Mau curhatos2, monggo WA available :)

    ReplyDelete
  4. Thabk you for reminding and sharing Malo. Seringkali melupakan bahwa self-love itu penting. :)
    Aaaaahh aku kangennn!!!

    ReplyDelete
  5. Suka sekali tulisan ini. Saya juga sedang (dan insya Allah selalu) berjuang untuk mencintai diri sendiri. Terima Kasih mbak :)

    ReplyDelete
  6. Kemarin baca ini juga pas lagi stres, pas kehilangan self-love juga, tfs Kak :)

    ReplyDelete
  7. Kak Alo, baru beberapa hari ini aku coba ngikut 30 days of writing and thinking (mindful analysis) dari IG storynya Kak Rahne Putri. Tujuannya, supaya lebih memahami diri sendiri lebih dalam, pas banget dengan judul postingan ini, understanding myself (: aku sering mencoba untuk me-time, ngelakuin hobi, tapi sejujurnya nggak pernah yang bener-bener belajar tentang diri sendiri. Thank you for sharing this!

    ReplyDelete