JAIPUR TRAVEL JOURNAL #2



Lima menit sebelum saya keluar dari kamar hotel saya pagi itu, saya baru mengetahui kalau saya menstruasi. Menstruasi saat traveling adalah kombinasi yang menyebalkan, apalagi sedang traveling di Jaipur. Duh. Ngebayangin toiletnya saja sudah sakit kepala. Hahaha!

Selain perasaan nggak nyaman, biasanya saya juga merasa kurang enak badan. Obat sakit kepala pun langsung saya ambil dari koper, jaga-jaga supaya aktivitas hari itu tak terganggu. Untungnya 2 peserta lainnya juga sedang menstruasi, jadi saya nggak merasa sendirian hehe.

Walaupun ramalan cuaca mengatakan akan banyak hujan selama saya di Jaipur, ternyata berpihak pada kami.



Sebelum petualangan dimulai, kami ‘pemanasan’ dulu dengan mengunjungi Hawa Mahal – hanya saja untuk berfoto di bagian depan. Cerita tentang Hawa Mahal sudah saya ceritakan sedikit di artikel sebelumnya, memang dari segi manapun, Hawa Mahal cantik sekali ya! Walaupun sudah melihat dengan mata kepala sendiri, kadang kalau melihat hasil foto saya, rasanya saya tuh foto dengan backdrop.

Tujuan selanjutnya adalah menjelajah Nahargarh Fort yang lokasinya cukup jauh dari pusat kota. Selama perjalanan, supir bus kami nyetirnya ugal-ugalan. Gas rasanya diinjak terus, walaupun ada mobil dari lawan arah – tetap saja di gas terus. Yang gak pernah kelewatan di Jaipur adalah penggunaan klakson yang berlebihan, membuat saya pening dan deg-degan selama perjalanan.

Yes, welcome to Jaipur.

Padahal jalanannya menanjak terus, kondisi jalannya juga gak besar lho. Sesekali saya melihat unta dan sapi di pinggir jalan. Untungnya sepanjang jalan saya sibuk diskusi dengan Aquinaldo, tiba-tiba gak kerasa udah sampai di Nahargarh Fort.



Ternyata jaman dulu tuh Jaipur dijaga oleh beberapa benteng, salah satunya ya Nahargarh Fort. Ternyata Nahargarh Fort adalah salah satu benteng terpanjang di dunia, soalnya selama ini saya cuma taunya Great Wall of China aja hehehe. Nah disini kami bisa menikmati pemandangan kota Jaipur dari atas. Yang saya perhatikan, selama di Nahargarh Fort rasanya tenang sekali dibanding di dalam kota. Jauh dari kebisingan dan keruwetan kota.

Kalau punya banyak waktu, bisa juga mampir ke Wax and Sculpture Park yang masih berada dalam Nahargarh Fort. Mirip-mirip sama Madam Tussaud hanya saja versi lebih kecil dan isinya banyak figur-figur terkenal dari India.



Destinasi ketiga adalah Jaigarh Fort yang letaknya tidak jauh dari Nahargarh Fort. Di dalam Jaigarh Fort ada meriam yang ukurannya supeeeeer besar. Dulu kalau meriam ini mau dinyalakan, tentaranya harus ‘ngumpet’ di danau (fotonya ada di bawah) untuk menghindari cedera serius seperti kebutaan maupun rusaknya gendang telinga.

Ini dia tempat 'ngumpet'nya tentara setelah menyalakan meriam.


Di Jaigarh Fort banyak banget orang lokal yang minta berfoto dengan rombongan kami. Cukup agresif sih kalau minta foto, ada yang sampai menarik tangan gitu. Rupanya setelah baca-baca, banyak yang sering dimintain foto kalau disini hehehe.

Siang itu kami makan siang di Spice Court, ini juga masuk rekomendasi saya karena makanannya enak. Perut sudah kenyang, artinya boleh lanjut lagi jalan-jalan. Kami mengunjungi Albert Hall Museum yang terkenal karena banyaknya burung-burung liar yang beterbangan di sekitar gedung. Rupanya burung-burung disini dikasih makan sama petugas, mungkin sengaja ya supaya jadi daya tarik tersendiri.



Memang kalau lihat foto orang-orang sih, udah pasti keren banget nih Albert Hall Museum. Waktu saya sampai, trotoar ya isinya kotoran burung semua. Mau pose dan foto pun takut kejatuhan kotoran burung hahaha! Memang semua yang bagus-bagus tuh penuh perjuangan, cuman kalau di India perjuangannya kok selalu melawan kotoran binatang ya hahaha!



Nah pas saya mau foto di depan Albert Hall, tiba-tiba ada bajaj membunyikan klakson kenceng banget dan jadi deh foto saya dengan ekspresi kaget tanpa dibuat-buat.

***



Menjelang sore, kami diajak ke Gaitore. Lokasinya di sebelah bukit dan sepi pengunjung jika dibandingkan tempat-tempat lain yang sebelumnya kami datangi. Sebetulnya kalau sepi saya jadi bisa lebih menikmati dan tenang, udara sore itu pas banget lagi lumayan sejuk. Oh ya, Gaitore ini dulunya ternyata buat kremasi.



Destinasi terakhir adalah menonton Sound And Light Show di Amber Fort. Pertunjukan ini nggak ada pemainnya ya, hanya menggunakan suara dan cahaya. Isinya adalah cerita sejarah tentang Jaipur, peperangan dan kehidupan kerajaan pada masa lampau. Cukup menarik, sayangnya saya ngantuk banget jadi nggak konsen mendengarkan ceritanya.



Jaipur memang charming sekali. Rasanya nggak cukup untuk mengeksplor Rajashtan hanya dalam waktu 3-4 hari saja. Percayalah, walaupun cerita saya kadang terkesan hal-hal menyebalkan, tapi itulah yang menjadi daya tarik tersendiri. Tunggu ya kelanjutannya :)

Baca juga: Jaipur Travel Journal #1

 photo 2016_new-sign_zpsmxppxjue.jpg

12 comments :

  1. Foto-fotonya bagus dan menyejukkan mata banget, Malo!

    ReplyDelete
  2. Satu kata Eksotis! , dan penuh kejutan ya kota Jaipur aku udah sering denger sih India itu gimana tapi nggak nyangka sebegitunya ya. Jadi ngerti sekarang kalau turis-turis asing selalu terkesan dengan sikap orang Indonesia yang ramah mungkin ini yang nggak selalu di dapat di negara lain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe mereka ramah-ramah kok, tapi India tuh 'not for everyone' intinya. Gak semua orang akan bisa suka dengan India sih menurutku :D

      Delete
  3. cantik banget Jaipur di besutan kamera Andra! Jadi bikin aku pengen kesana juga :)

    ReplyDelete
  4. Ndra, fotonya cakep - cakep, ceritanya ga kalah cakep - cakep! If you know what I mean! Ngikutin journal dari hari pertama dan so far hari kedua cukup bikin mantep kalo menikmati India dari blog orang aja! HAHAHA .. Yup call me that shallow! Penasaran sama cantiknya dan eksotisnya India tapi belom sampe sepenasaran itu untuk mau kesana, so for a time being, I'll enjoy India from your point of view ;) Someday maybe someday ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu fotonya nggak seniat itu Gill, emang bagusssshhh banget disana semuanya eksotisss hihihihi

      Delete
  5. Ditunggu kisah selanjutnya kak, setelah lihat fotonya saya pengen ajak anak suami ke Jaipur dan Agra, cukup deh kedua itu aja dulu hahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks Sandra! memang tinggal 1 artikel aja nih yang terakhir hehehe. By the way kata teman2ku "ideal"nya itu kalau ke India mengunjungi Golden Triangle yaitu Jaipur, Agra dan Delhi. Biar puas kali yaa :D

      Delete
  6. Salah fokus sama celananya. Celana yang garis2 (pasangan baju biru) itu beli di mana Kak? :D

    Anywayy aku juga suka sama foto2nya, cakep2 banget! Tapi masih belum punya keinginan mengunjungi India, hehe. Sementara lihat dari foto dulu aja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Ninaaa, itu celananya dari Pomelo :D

      Delete
  7. welcome to India, hehehe. pekerjaanku membuat ku rutin ke India setiap tahun, minimal 1x. Jadi udah paham lah gimana mabok kari dan campuran aroma setiap kesana, hehehehe. Waktu baca tentang gimana cara orang India nyetir tuh, ya...bener banget. setiap kesana selalu sport jantung karena mereka kayak gak kenal rem dan selalu berisik honk honk setiap detik. Katanya sih, once you survive driving in India then you will survive in anywhere. hehehe.

    Tapi saya belum pernah ke Jaipur, tampaknya destinasi ini akan menjadi populer dalam waktu dekat ya, karena saya perhatikan banyak influencer / artis yang kesana. Mulai tertarik juga melihat banyak bangunan lama dan palace yang cantik-cantik.

    ReplyDelete
  8. Setiap sudutnya bagus banget dan setiap fotomu 'dreamy' banget. Duh jadi makin kepo kan berapa biaya yang dibutuhin kalo ke Jaipur

    ReplyDelete