EXPLORING FLORES IN RAINY SEASON + WHAT TO PACK



Ritual setiap minggu kedua di bulan Januari adalah traveling. Ntah ritual ini sebenarnya datang dari mana, cuman sudah hampir 5 tahun terakhir selalu melakukan ritual seperti ini. Nah kali ini saya memutuskan untuk traveling berdua dengan suami karena selama 2,5 tahun terakhir sejak jadi orang tua, kami berdua belum pernah traveling tanpa anak. Ini benar-benar pertama kalinya saya dan suami akan meninggalkan Aura Suri beberapa hari.

Destinasi liburan yang saya pilih juga harus seru dan menantang, memang saya nggak mau liburan yang leha-leha kayak di villa atau resort gitu. Pokoknya saya ‘maksa’ mau jadi bolang (bocah petualang) mumpung bisa pergi berdua dengan suami. Kami berdua juga jarang-jarang traveling ke Indonesia bagian Timur, setelah tanya-tanya rekomendasi dari beberapa teman yang terpercaya, saya langsung nekat booking untuk ikut open trip ke Flores selama 4D 3N lewat LYL Adventure.

Kenapa pilih open trip bukan private trip? Karena saya bener-bener ingin berpetualang. Sekalian kan pasti nambah teman baru kalau ikut open trip dan pasti seru!

Untuk Open Trip selama 4D 3N, saya bayar IDR 2.650.000,- per orang (termasuk makan, penginapan dan sewa kapal). Tiket pesawatnya kurang lebih IDR 3.000.000,- per orang untuk pulang pergi, kemarin saya dari Jakarta ke Labuan Bajo naik Batik Air (direct) dan dari Labuan Bajo naik Nam Air (transit di Denpasar) lalu ke Jakarta naik Sriwijaya Air.

Kata teman-teman lainnya sih kalau budget segitu dan lagi promo/travel fair, bisa dapat pesawatnya Garuda Indonesia (direct).

Kamar kami di kapal.
Salah satu menu makan siang yang menurut saya mewah banget karena rasanya rasa makanan rumahan!

Buat jajan-jajan paling siapin sekitar IDR 1.000.000,- udah cukup banget, soalnya di kapal aja kita udah dapat breakfast-lunch-snack-dinner. Tingkat kemewahan kapal juga tergantung budget yang kita punya, kalau misalnya punya budget sekitar 10-15jt/orang kapalnya juga pasti lebih mewah.

Yang ingin tau lebih detail tentang open trip yang saya ikuti, bisa cek di sini.

Memang karena jatah liburan saya dan suami setiap Januari, jadi selama di Flores langitnya hampir selalu mendung dan hujan. Selama ini saya lihat banyak orang yang datang ke Flores pas musim kemarau dan bukitnya berwarna kuning keemasan. Ternyata pas musim hujan, malah makin seru dan medannya menantang banget dan pemandangannya juga berbeda dari yang biasanya saya lihat di media sosial.

Bahkan tempat-tempat yang saya kunjungi terasa dan terlihat seperti di Skotlandia, bukit-bukitnya terlihat hijau sekali dan udaranya juga gloomy.



DAY 1

Tiba di Labuan Bajo saat sore hari, langsung dijemput dan diantar ke Green Hill Boutique Hotel. Dari airport ke hotel cuman sekitar 5-10 menit naik mobil, jaraknya dekat banget! Hotelnya sih biasa aja, yang penting kasur dan bantalnya bersih. Sayangnya di Flores itu memang akses air bersih masih agak susah, jadi kalau menginap di hotel kecil ya airnya seadanya aja.

Sambil menunggu makan malam saya dan suami duduk-duduk di cafe yang ada di Green Hill Boutique Hotel. Pas makan malam, kami diajak makan seafood di Pusat Kuliner Kampung Ujung.



DAY 2

Setelah sarapan, mobil datang untuk membawa koper para peserta tur dan kami berjalan kaki menuju Pelabuhan Labuan Bajo. Dari Green Hill Boutique Hotel ke pelabuhan cuman 10 menit, deket banget! Destinasi pertama ke Pulau Kelor, jangan lupa pakai sepatu trekking dan berhati-hati karena jalurnya curam banget.

Makan siang di kapal, lalu langsung ke Pulau Rinca dimana kita bisa melihat habitat aslinya komodo. Kalau nggak hujan kita bisa menikmati sunset disini, tapi karena hujan yaudah foto-foto aja deh hahaha. Setelah dari Pulau Rinca kita menuju Pulau Kambing untuk berlabuh, tapi karena hujan cukup parah kami cuman berhenti dan menikmati Pulau Kambing dari kejauhan aja.



DAY 3

Sekitar pukul 4.30 pagi, kapal mulai berlayar lagi menuju Pulau Padar karena kami akan menikmati sunrise. Jalur trekking-nya sekarang sudah jadi tangga, jadi cukup memudahkan orang-orang kayak saya yang takut banget ketinggian. Destinasi berikutnya kita ke Pink Beach, berenang dan snorkeling disana. Saat perjalanan ke Pulau Gusung, kami berhenti di Manta Point dimana kami melihat manta rays berenang dan sesekali muncul ke permukaan laut.

Sorenya kami menuju Pulau Gusung, lanjut mengejar sunset di Gili Lawa. Karena hujannya tak kunjung henti hingga malam, kami menghabiskan sore hingga malam dengan ngobrol-ngobrol di kapal sambil makan malam.



DAY 4

Kami dibangunkan pukul 5 pagi dan di luar masih gelapppp banget. Masih gerimis juga, tapi kami tetap semangat untuk trekking ke atas Gili Lawa untuk melihat pemandangan alam yang luar biasa indahnya. Jalur trekkingnya parah sih tinggi banget, tapi begitu sampai di atas semua perjuangan akhirnya terbayar.

Turun dari Gili Lawa, langsung sarapan berat di kapal dan menuju Pulau Kanawa untuk snorkeling. Setelah itu langsung diantar ke Labuan Bajo lagi. Menjelajah keindahan alam dan pulau-pulau di Flores ternyata seru dan menyenangkan. Untuk catatan perjalanan lebih detailnya akan menyusul di artikel-artikel lainnya ya!

YANG HARUS DIBAWA KE FLORES SAAT MUSIM HUJAN:

  • Saran dari teman-teman yang sudah pernah ke Flores, katanya hanya boleh bawa satu koper kabin dan satu carrier jika ingin bermalam di kapal. Jadi saya dan suami masing-masing bawa satu koper, suami memakai sling bag dan saya bawa backpack.
  • Jaket atau wind-breaker. Favorit saya dari Uniqlo. 
  • Sepatu atau sendal trekking. Kemarin saya pakai sepatu running ternyata licin banget apalagi saat musim hujan.
  • Waterproof bag, kalau nggak punya bisa bawa plastik untuk menjaga kamera dan smartphone supaya tetap aman kalau hujan besar.
  • Bandana atau scarf, buat aksesoris mulai dari dipakai jadi bandana hingga menutupi tubuh saat sinar matahari lagi panas banget.
  • Celana legging atau olahraga untuk trekking
  • Selama di Flores, pakaian dalam yang saya pakai juga berupa sport bra dan bawahan tankini supaya kalau dijemur cepat kering.
  • Sunglasses, summer hat dan sendal jepit.
  • Kacamata renang, kalau memang lebih nyaman pakai milik pribadi.
  • Sunblock nggak boleh dilewatkan ya walaupun musim hujan. Bawa Aloe Vera Soothing Gel (bisa beli merek Banana Boat atau Nature Republic) kalau kena kulit terbakar matahari dan perih.
  • Bawa buku bacaan atau jurnal untuk menghabiskan waktu selama di kapal, karena perjalanan cukup jauh.
  • Intinya sebisa mungkin bawa baju atau celana yang bahannya cepat kering pas musim hujan, tapi kalau mau bawa summer dress juga nggak apa-apa kok.
  • Walaupun di kapal selalu tersedia makanan, nggak ada salahnya membawa abon, bawang goreng, mie instan sendiri kok.

Open trip yang terasa seperti private trip.


Yang mau baca trip ke Flores versi musim kemarau, bisa baca juga di blognya Agnes dan Febrian ya! Makasih yang sudah baca, selamat jalan-jalan ;)

 photo 2016_new-sign_zpsmxppxjue.jpg

12 comments :

  1. Fotonya cakep cakeeepp ����
    Biasanya foto di flores pemandangan indah dengan langit biru, tapi ini gloomy gitu, berasa beda banget aja aura fotonya, hehehe.
    Duh jadi tambah pengen ke flores, harganya lumayan terjangkau segitu ndra dan cukup memuaskan juga kan dari segi trip dan akomodasinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya harganya OK banget, malah menurutku mahalan tiket pesawatnya hehehe. Iyah beda banget kan, biasanya kering dan keemasan, eh pas kesana ternyata sama sekali nggak rugi pas musim hujan. Malah berasa di Scotland ;p

      Delete
  2. Begitu buka ig story kak Andra,langsung ku mlipir ke sini.. Keren laa liburan berdua, semoga tahun ini Kak Andra dan Kak Abenk makin joss gandoss lagi karya2nya setelah liburan ke Flores..Btw, kalian waktu di laut,ombaknya kenceng nggak? Selama ini klo kluarga aku berkunjung sekitar bln Juni pas liburan sekolah, wuhhhh asooyy sekali ombaknya..*asli iri sama kulit Kak Andra yg masih terang, padahal kalo aku ke nenek di Flores sana perlu 6bulan balikin warna kulit yg gosong nan item.. Thanks for sharing,Kak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah kalau liburan sekolah ramai banget nggak sih? Pengen bgt deh aku balik lagi pas lagi kemarau, biar ngerasain dua musim yang berbeda.

      Delete
    2. Rame sii,Kak.. Tapi menurutku ke flores paling rame tuh kalo mau Paskah, kan ada tradisi lokal menyambut Hari Raya Paskah. Ombak kisaran bulan juni juga rada ganas sih, makanya aku nanya kak Andra gimana ombaknya kemaren waktu kalian ke sana. Semoga kalian bisa ke Flores di musim kemarau,ya,kak.. ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

      Delete
    3. Hi Shierly, kemarin ombaknya sesekali sih lumayan ganas. Nanti bisa cek di vlognya Abenk karena Abenk yang rekam2 pas lagi bumpy banget. Nah paling parah pas udah deket-deket Samudera Hindia karena kapalnya harus lawan arus. Disitu lumayan deg-degan sih hihihi

      Delete
  3. Malo, seru banget traveling ke Flores. Apalagi ngerasain live on board. Biaya traveling-nya cukup terjangkau juga.

    ReplyDelete
  4. wahhhh,, bagus banget... dan seru :)
    mudah2an saya bisa segera liburan ke situ :)

    ReplyDelete
  5. Kyaaaa seru banget kak, bener ya ada saatnya bulan madu lagi setelah punya baby, nah sekarang baby ku masih 8 bulan, masih jalan bareng dulu bawa macam-macam kayak pindahan haha

    ReplyDelete
  6. Waktu liat stories-nya Teh Kania sempet bingung ini kenapa Aura main bareng Lulla terus. Eh, ternyata orangtuanya lagi pacaran lagi ke Flores, hahaha. What a wonderful trip! Ikut senang akhirnya kalian bisa traveling berduaan lagi. Ternyata join open trip gini seru juga, ya. Apalagi kalo tujuannya macam ke pulau eksotis gini.

    Thanks for sharing, Ka Alo! Sehat selalu dan semangat kerja kembali, hihi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru sih Jane kalau gak sama anak, kalau bawa anak bakalan riweh banget kecuali anaknya udah agak gedean yah. Thanks ya Jane! Semangat kerja lagi kitahhh

      Delete
  7. iyeeees beda banget fotonya dan pengalaman mba alo bener bener deh ngasih warna baru buat destinasi flores yang OK juga dikunjungi di musim hujan !

    ReplyDelete