Sunday, May 7, 2017

CERITA PAGI #11 | DON'T BE A COMPLAINER

Di Minggu pagi yang sangat indah, tiba-tiba ada teman yang ngasih tau bahwa perusahaan tempat teman saya bekerja diretas oleh hacker.

Langsung saya spontan ngakak terbahak-bahak setelah membaca apa yang ditulis si hacker. Nah gini ya, mas atau mbak hacker..



Pertama,
Apa yang kamu tulis itu menurut saya lucu sekali. Banyak orang sukses yang awalnya kerja sampai pulang pagi seperti kamu. Contohnya adalah saya. Saya lulusan S1, tapi gaji pertama saya itu hanya sebesar 1 juta rupiah dan teman-teman saya rata-rata digaji 3-4 juta rupiah per bulan. Lah, kok mau kerja cuma digaji satu juta? Karena bukan uang yang saya cari, melainkan pengalaman. Memang saya mengeluh saat itu, karena digaji tidak sesuai. Lantas saya gak menyerah dan yakin bahwa apa yang saya kerjakan akan membawa saya ke kehidupan yang jauh lebih baik. Kalau ngeluh saja gak akan menyelesaikan masalah, tapi kita sendiri harus berusaha dan berubah.

Kedua,
Gak ada yang instan di dunia ini. Kecuali kopi instan atau mie instan. Itu juga masaknya mesti direbus dulu, di aduk, tunggu 2-3 menit baru jadi. Kecuali kamu mau makan mentah-mentah, itu beda cerita ya hahahaha. Setiap orang yang kamu kira bos, kerjaannya traveling atau belanja-belanja doang itu.. dulunya juga bekerja susah payah, siang-malam tak kenal lelah. Lalu 'bos' yang si hacker sebut di atas, adalah seorang teman dekat saya. Teman saya punya dedikasi tinggi dengan pekerjaannya, pernah saya tegur dengan nada bercanda lantaran ia masih aja buka dan nulis e-mail padahal hari itu adalah akhir pekan. Saya gak persah melihat teman saya ini hobinya jalan-jalan doang, seperti yang diutarakan sang hacker. Setiap saya gangguin saat jam kantor, teman saya pasti lagi sibuk ngurus ini itu yang berhubungan dengan pekerjaannya.

Ketiga,
Kebahagiaan tidak datang dari bos atau perusahaan, melainkan dari dirimu sendiri. Memang bos atau tempat kita bekerja bisa menunjang kebahagiaan kita, tapi kebahagiaan itu datang dari diri sendiri. Coba lebih sering meditasi, baca buku, bersyukur dan lebih peka dengan hal sekitar. Masih banyak orang di luar sana yang susah cari pekerjaan lho. Kamu beruntung masih ada perusahaan yang menerimamu. Kalau ketauan siapa identitas sang hacker, kira-kira ada perusahaan yang masih mau mempekerjakan dia gak ya?

***

Nah, pelajaran buat saya dan teman-teman yang lain.. Kalau sesuatu di dunia ini gak ada yang instan (kecuali mie instan). Orang-orang yang kamu lihat di media sosial bisa punya ini itu juga berjuang demi kehidupan mereka. Gak semuanya yang kita lihat itu beneran sesuai dengan penilaian kita. Beneran kasus ini lucu banget deh, saya justru ngetawain sang hacker.

Lucunya, dari segi bahasa dan penulisan, kok kayaknya si hacker adalah satu orang yang sama dengan yang meretas website salah satu jaringan operator beberapa waktu lalu ya?

Saya sendiri cukup prihatin dengan kejadian ini, makanya saya meluangkan waktu untuk menulis dan bercerita dari sudut pandang saya. Jujur aja saya sangat prihatin sama generasi yang maunya serba instan. Sedangkan saya dan Abenk bisa sampai disini tuh.. perjalananannya panjaaaaaang banget dan kami juga masih tetap berjuang demi kehidupan kami. Nanti kapan-kapan saya ceritain ya, ada yang penasaran gak sih? ;p

Moral of the story: Don't be a complainer, make things better!

 photo 2016_new-sign_zpsmxppxjue.jpg

26 comments:

  1. waduhh pagi2 buka blog malo isinya langsung bikin "melek" iya aku juga ketawa baca isi curhatan si hacker ini. Kalau liat dari sudut pandang aku sekarang yang masih kerja sama orang juga, tapi udah punya tim dibawahnya itu ada perasaan pahamlah dari kedua sisi. Mungkin generasi muda masih banyak kurang belajar tentang leadership jadi ga tahan banting sama tantangan di dunia kerja. Semoga ketemu solusi yang terbaik, cepet ketemu ini biangnya siapa karena aku pernah punya karyawan yang suka menghasut karyawan lain sampai sikapnya pada berubah jadi negatif padahal dulunya nggak. Setelah aku berentikan suasana kantor jadi lebih kondusif dan baik2 aja hubungan dengan karyawan. Soal, cerita perjuangan malo sama abenk, ya pasti mau dong di share berbagi pengalaman dan tipsnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu dia kali ya, gak tahan banting. Pada akhirnya yang bisa membuktikan ketahanannya itu yang bisa bersinar :D

      Delete
  2. HAHAH~ mungkin yang meretas kurang piknik kakk.
    Sebenernya kalo liat ig yang bersangkutan memang kesannya "kok nih orang jalan2 terus", soalnya ngga pernah post urusan kerjaan :))

    Tapi ya beberapa dari kita kan emang ngga perlu nunjukin gimana kita kerja siang malam 24jam? Ntar dikiranya pamer, serba salah juga ujung2nya.

    Jaman sekarang memang pada suka yang instan, punya kerjaan pun juga mungkin kadang disyukuri, suka iri sama orang lain. Namanya rejeki juga sudah diatur sendiri-sendiri, jadi dijalani saja apa yang ada :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salah satu alasan kenapa banyak orang tidak mau ngepost urusan kerjaan karena media sosial digunakan hanya ngepost yang senang-senang aja. Kalau aku sendiri, jarang ngepost soal kerjaan karena biasanya kalau masih 'ngerjain proyek', banyak klien yang ingin dirahasiakan dulu. Memang etikanya seperti itu.

      Aku rasa ya, biarpun ngepost soal kerjaan/begadang/lembur dll -- yang "penonton" lihat dan ingat justru kebanyakan yang senang2nya aja. Ini pengalaman pribadiku juga, orang lihatnya aku hepi hepi padahal pernah ada masa bener-bener gak ada uang sama sekali hahaha

      Delete
  3. Penasaran banget kak 😊. I'll be waiting for the story. Keep inspiring kak!

    ReplyDelete
  4. Nah! Menurut saya ini memang semacam fenomena yang terjadi di mostly generasi milenial ya. Mungkin karena jaman media sosial begitu mudah kita "terhanyut" sama keberhasilan orang lain padahal perjalanan orang tersebut sudah melewati badai jatuh bangun lalu jatuh dan bangun lagi. Makanya aku lebih seneng kalau ada orang yang tidak cuma posting soal keberhasilan yang dicapai tapi juga perjuangannya biar bisa menginspirasi sesama. Ditunggu versi Malo dan Abenk ya, kiss for Aura.

    ReplyDelete
  5. Cukup miris ya memang.. kebanyakan mau cepat naik, cepat promosi, ukurannya dari yang didapat, bukan yang diber, tapi klo dilihat dari usahanya juga biasa2 aja, ga maksimal. Nantinya komplain. Semua memang butuh kerja keras, dan semua tergantung ukuran sukses setiap orang bagaimana.

    Mungkin aja hacker itu ga 'berani' mengungkapkan langsung,, makanya pake media hack aja utk mengungkapkan kesesalannya :D

    Soal bagaimana Andra dan Abenk,, mau denger banget,, plus sambil ngopi juga makin seru kayanya :D

    ReplyDelete
  6. ditunggu cerita perjuanganmu kak, kalau melihat seorang Alodita...mana kebayang aku soal gaji sejuta itu. penasaran

    ReplyDelete
  7. Prinsip Saya cuma 1: Saya percaya Saya berhak dan pasti akan mendapatkan yang terbaik.

    Walau jalan yg dilalui terjal, tp Alhamdulillah bisa tercapai satu persatu.

    ReplyDelete
  8. Hahhahahha kocak sih... Ciyaaann curhat sampe ngehack gitu... :')

    Makasih Malo, selalu inget supaya ga pernah lupa untuk bersyukur.

    Perjuangan Malo dan Abenk, ditungguuuuu :*

    ReplyDelete
  9. Coba lebih sering meditasi, baca buku, bersyukur dan lebih peka dengan hal sekitar, like this kak! Dulu aku juga gajinya kecil tapi mau hidup sederhana gak banyak gaya, gak punya hutang jadi sekarang tiap hari adalah tanggal muda hehe yang penting terus berdoa, berusaha dan gak usah iri sama rezeki orang lain, karena gak semua yang kita lihat hasil korupsi/suap kan, mungkin mereka emang kerja keras dan kita cuma liat "foto di sosmed" gak mungkin mereka ngeluh saat berjuang^^

    ReplyDelete
  10. I'll be waiting for your story malo! Keep inspiring yaa :))

    ReplyDelete
  11. Ada yang nge-share ini di Path, terus aku cuma bisa ngelus-ngelus dada bacanya hahaha

    Memang kadang kita cuma bisa menyalahkan orang lain atau situasi tentang apa yang terjadi sama diri kita ya. Setuju banget, kita yang tanggung jawab sama kebahagiaan diri kita sendiri. Tuh, si Bos aja cari kebahagiaan sendiri dengan pergi liburan dan upload foto yang "tidak senonoh" LOL ((:

    ReplyDelete
  12. Jadi inget kemarin temenku anak Agency juga bilang gini "daripada kamu ngebajak web kantor sendiri, lha mbok ya berkarya aja. Nanti kamu justru dibajak kantor lain yg gajinya lebih oke lho," mungkin yg dimaksud temenku si hacker di kantor temenmu ini yaa

    ReplyDelete
  13. Itu beneran niat bgt curhat pakai hacker gitu...astagaa. Biasanya org kayak gitu ga berani menyampaikan langsung ke bos jd pakai cara via hacker gini yg malah terlihat ga profesional sama sekali. Padahal kalau dipikir-pikir masalah ini kan masalah internal perusahaan, sangat disayangkan org tsbt malah pakai cara seperti ini untuk menyampaikan maksudnya. Lagipula kalau komplain udh banyak begitu sebaiknya sekalian pindah kalau memang udh ga cocok dan sesuai dgn apa yang dia harapkan daripada malah menyebar aura negatif di lingkungan kantor dan di social media. Apalagi menilai hidup orang dari media social..itu salah bgt sih memang. Ditunggu cerita perjalanan Malo dan Mas abenk :)

    ReplyDelete
  14. penasaran mbak :) pgn belajar dr pengalaman mbak n suami.

    ReplyDelete
  15. justruuu sytory nya andra yg saya tunggu :) asiiiiik.
    makin penasaran.

    ReplyDelete
  16. penasaran kaaak, pengen dikasih pelajaran gimana rasanya sabar menghadapi perjuangan.

    ReplyDelete
  17. hahaha iya ini curhat aja kali ya hackernya, mungkin pingin minta race kali yaaa haha

    ReplyDelete
  18. SETUJU BANGET KAK! Heran deh sama orang yang maunya serba instan, baru juga lulus maunya digaji gede padahal dia blm pengalaman. Padahal menuju sukses itu banyak banget jalannya gak cuma melulu masalah materi.

    ReplyDelete
  19. Mau dong diceritain kisah hidup Kak Alo sama Kak Abenk. Ditunggu

    ReplyDelete
  20. Setuju banget sama apa yang udah Andra tulis di atas, untuk segala sesuatu ada "harga" yang harus dibayar: tenaga, waktu, uang. Dan untuk segala sesuatu ada waktunya jadi ga usah membanding-bandingkan atau mengeluh. Just do your best and the rest will follow!

    ReplyDelete
  21. Ahahahaha bener bangeeeeeeet sebaiknya nggak usah banyak ngeluh and keep working on the best. Tapi kalau masalah yang operator itu, memang dari si operator banyak kejanggalan di internal. Income-nya aja disebut "eksesif" karena di luar batas wajar. Biasanya perusahaan telco untung 20% udah tumpah-tumpah, perusahaan ybs sampe 32%. Gilak.

    Tapi ya... tau mahal, saya juga gak bakal pake. Ngeluh mahal, pasti. Tapi ya nggak lantas masokis terus-terusan maksa pake pas memang masih mepet duit. Muehehehe.

    ReplyDelete
  22. Setuju banget sama statement tentang generasi instan ini. Kadang suka mikir, konon saya juga masuk generasi milenial, tapi nggak gitu2 amat juga sih. Kerja ya harus usaha.
    Apa jangan2 gw yang salah generasi ya? 😁😁

    ReplyDelete
  23. haloo kak Alo, salam kenal. Baru pertama kali nih kasih komen disini hehe aku setuju banget bahwa gak ada yang instan di dunia ini (kecuali mie instan)karna aku lagi ngerasain itu kak. Udah setaun ini aku ngerjain skripsi dan lagi nunggu waktu sidang. Banyak banget pelajaran yang lebih aku dapetin pas ngerjain skripsi ketimbang mata kuliah lain. Salah satunya ya itu, gak ada yang instan. Ternyata, aku harus lebih banyak belajar lagi, terutama nyamain persepsi sama dosen. (eh maaf yaa...jadi aku yang curhat hehehe)sekarang juga aku lagi belajar buat nulis blog (walaupun isinya kebanyakan curhat yang sedih hehe) tapi aku selalu berusaha untuk nulis dan kak Alo sm kak Abenk jadi salah dua inspirasi aku..aku ngikutin kalian di instagram dan YouTube juga..
    soooo, aku tunggu ceritanya yaa.. penasaran bangettt kak Aloooo..... salam buat Aura yaa, kak :))

    ReplyDelete
  24. Sebelum tidur buka blog Kak Andra. Dan baca ini bener2 penghancur semua energi negatif seharian. Hehe.
    Setuju Kak. Membiasakan diri menjadi Complainer malah hanya akan membuat diri jadi gak bahagia dan menumpuk racun buat diri sendiri yang lama kelamaan kalau dibiarin malah bikin kita nya makin suram eh bisa jatuh sakit :)
    Thank you for always sharing and reminding us Kak Andra.
    Can't wait your next stories tentang perjalanan Kakak dan Kak Abenk :)

    Sekarang sudah bisa tidur nyenyak deh hehe. :)

    -Riris-

    ReplyDelete