JAPAN DAY #8 | KYOTO & ARASHIYAMA

 photo IMG_4749_zpsmxrsekai.jpg

Untuk menutup liburan dengan manis, saya dan Abenk memutuskan untuk pergi ke Kyoto. Bosan kan, lihat gedung-gedung terus? Saya sengaja memilih Kyoto untuk mengakhiri liburan kami karena kotanya sangat cantik, unik dan cocok untuk laid back.

Tak ada jadwal perjalanan yang ketat untuk berkunjung di Kyoto, saya hanya kepikiran mau ajak Abenk ke Fushimi Inari dan Arashiyama. Untungnya dari Osaka ke Kyoto hanya menempuh waktu satu jam perjalanan.

 photo DSCF0735_zps3fypsnfk.jpg

Fushimi Inari-taisha Shrine lebih ramai dari pertama kali saya berkunjung. Banyak turis lokal maupun internasional, selain itu banyak warung-warung yang menjajakan makanan kecil mulai dari sate, mochi, takoyaki, dsb. Sebelum muter-muter saya dan Abenk pun kalap mencoba cemilan gemes-gemes. Mana udara lagi dingin banget, makan apa aja yang masih hangat rasanya super enak.

Aura begitu menginjakkan kaki di Fushimi Inari, girang bukan main. Mungkin bosan ya selama perjalanan di stroller aja, begitu ketemu jalanan yang berkerikil langsung deh Aura girang banget. Area Fushimi Inari cukup luas, rasanya agak riweh kalau bawa Aura untuk melihat seluruh areanya. Kalau di lihat dari peta yang tersedia, wahhh kita sih masih di tangga paling bawah hahaha.

 photo IMG_4626_zpszoqdtrh5.jpg photo IMG_4610_zpsitm3elkv.jpg photo IMG_4639_zpsqqpjbumb.jpg

Akhirnya sampai kami merasa cukup, kami memutuskan untuk pindah ke atraksi turis lainnya di Kyoto. Nah, saya sempat ragu-ragu tuh.. Ke Arashiyama atau nggak ya?

Banyak teman saya yang bilang, “Lo harus ke Arashiyama! Ke Arabica! The best banget!”

Dari hasil googling, yaaa oke lah tempatnya bagus. Soalnya kadang saya suka ketipu sama foto hahaha. Oh, ternyata Bamboo Forest disana juga. Tapi dari Fushimi-Inari harus menempuh jarak sekitar 1 jam lagi. Abenk bilang, “Yaudahlah, kesana aja mumpung disini.”

 photo IMG_4619_zps1h667k6z.jpg

Dari stasiun Fushimi Inari kami harus menunggu kereta sekitar 20 menit – cukup lama dibandingkan kereta-kereta yang pernah kami naiki. Biasanya paling lama menunggu hanya 5-10 menit. Maklum saja, mungkin kota kecil jadi ya gak terlalu banyak kereta yang berlalu-lalang.

Selama menunggu di stasiun Fushimi Inari yang terbuka, saya dan Abenk menghangatkan tubuh dengan sinar matahari siang. Hangat dan rasanya nyaman sekali. Rasa kangen dengan udara tropis mulai terasa setelah bepergian selama satu pekan.

 photo IMG_4658_zpshoaywaiv.jpg
 photo IMG_4674_zpssmbqgqhd.jpg

Hari itu juga saya gak bisa foto-foto dengan kamera saya, akhirnya pinjam kamera Abenk yang biasanya untuk bikin vlog. Gara-gara hal kecil gak penting, karena kami lupa bawa adaptor listrik! Sedangkan selama di Tokyo, apartemen kami menyediakan adaptor listrik. Yaudah deh nasib banget ga bisa motret pakai kamera sendiri, padahal hari itu momen yang menurut saya terbaik banget.

Kami baru ingat, kami belum makan siang. Sedangkan Aura sudah ngemil roti sosis 1,5 porsi sebelum kami sampai di Kyoto – pantes dia anteng aja.

 photo IMG_4694_zps1smmvjgl.jpg photo IMG_4698_zpsa8widymi.jpg

Pemandangan selama perjalanan ke Arashiyama dihiasi dengan rumah-rumah kecil khas Jepang yang rapi dan cantik sekali. Stasiun Arashiyama juga termasuk stasiun kecil, tapi lebih modern. Sebelum berjalan kaki ke Bamboo Forest, kami melipir untuk makan siang. Lagi-lagi saya memilih ‘restoran ngasal’ tapi servis dan makanannya luar biasa enak (gak pernah gagal makan selama di Jepang). Ntah karena lapar atau memang enak, chicken katsu don yang saya pesan rasanya luar biasa.

Pinggir jalan Arashiyama ternyata ramai dengan turis-turis, mulai dari kios souvenir, makanan, restoran, dimana aja ramai.

Dari Bamboo Forest kami berjalan kaki lagi menuju coffee shop yang lagi diomongin semua orang, %Arabica. Sebenarnya (kalau gak salah) %Arabica ada 3 outlet di Kyoto, tapi memang yang lokasinya paling menarik adalah di Arashiyama. Arashiyama ini benar-benar kota kecil yang sangat cantik, tenang, sangat disukai turis.

 photo IMG_4713_zpsw5o45ysf.jpg
 photo IMG_4722_zpskgzdpid5.jpg photo IMG_4719_zpsu1stcaft.jpg
 photo IMG_4727_zpseewvuksr.jpg photo IMG_4723_zpse7wt92nq.jpg

Hampir sampai di %Arabica, saya dikejutkan oleh pemandangan sungai, gunung, jembatan dan langit yang luar biasa cantikkkkkkkkkkkk. Kalau lihat di foto mungkin gak segitunya yaaa. Tapi sewaktu berada disana, menikmati pemandangan sambil menikmati suara air serta udara dingin.. Rasanya luar biasa!

Tanpa berlama-lama Abenk langsung mengantri untuk memesan kopi %Arabica sedangkan saya foto-foto sambil duduk-duduk santai mumpung Aura sedang tidur anteng di stroller. Karena antriannya cukup panjang, saya pamit sebentar untuk berkeliling sambil mencari tempat koin di toko souvenir. Padahal udah agak lama tuh, muter-muter sambil menunggu kopi datang – ternyata pas balik ke %Arabica, Abenk masih ngantri.

Gak lama Abenk nyamperin saya sambil membawa dua gelas kopi, roti isi dan dua kantong berisi biji kopi %Arabica untuk oleh-oleh. Sebelum nyobain kopi Arabica yang katanya dashyat banget itu, saya foto-foto dulu dong buat konten Instagram.

Pas nyobain, YA OLOH SEKARANG GUE NGERTI KENAPA ORANG NGANTRI-NGANTRI.

Lebay memang, tapi BENERAN SEENAK ITU.

INI NGETIKNYA KENAPA GAK SANTAI PAKAI CAPS LOCK SEMUA.

TAPI BENERAN SEENAK ITU.

Bahkan walau gak pakai gula pun, kopinya sudah berasa sedikit manis. Gak ada rasa pahit yang tajam di lidah. Susah jelasinnya tapi enakkkk banget.

 photo IMG_4750_zpsfidtf9yc.jpg photo IMG_4738_zps9qcpzqyh.jpg
 photo IMG_4745_zpsxzwnyuix.jpg

Gak heran, saya sering dapat laporan bahwa turis-turis rela antri hingga satu jam demi segelas kopi %Arabica.

Ditambah lagi, saya terbuai dengan pemandangan Arashiyama yang cantik dan menenangkan. Saya dan Abenk duduk diam aja sambil menikmati pemandangan, Aura asik bolak-balik minta ice cappuccino-nya Abenk hihihi.

Benar-benar Arashiyama bikin saya jatuh cinta. Seandainya ada kesempatan untuk balik lagi kesini dalam waktu dekat, saya berharap bisa lebih lama menikmati keindahan kota Kyoto.

 photo IMG_4761_zpssxcvu1we.jpg photo IMG_4778_zpsqdtkrjgw.jpg

Sebelum Osaka saya berencana mampir sebentar dulu ke Kyoto, berharap matahari masih terang jadi kami masih bisa sight seeing. Sebelum ke stasiun, saya mampir di sebuah toko kecil yang menjual buah-buahan segar dan membeli sekotak stroberi seharga 550 yen. Stroberi Jepang memang manis dan segar banget, gak heran kalau Aura bisa menghabiskan sekotak sendirian hahaha.

Saya lumayan ngotot pengen ngajak Abenk ke Nanzen-ji Temple di Kyoto, ternyata pas sampai disana udah gelap banget dan udara super dingin! Sedangkan saya gak bawa selimut untuk Aura, tapi untungnya Aura anteng aja lho seharian. Mungkin kebawa sama suasana di Kyoto yang kalem dan tenang ya..

Gak ada orang satu pun di Nanzen-ji Temple dan gelaaaaap banget! Saya tetap berkeliling walau hanya satu putaran, gelap dan lumayan horor, karena Nanzen-ji Temple merupakan salah satu tempat wisata yang membekas di hati saya. Paling disana cuma sekitar 10 menit, lalu kami balik lagi ke stasiun subway untuk cari jalan pulang ke Osaka deh. Tapi malam itu benar-benar dingin sekali di Kyoto!

 photo IMG_4801_zpsc4jqpt8e.jpg
 photo IMG_4792_zpsv8dsy80v.jpg photo IMG_4796_zpsymdklzgp.jpg

Oh iya, saya punya peer karena saya harus mencari adaptor listrik untuk ngecharge kamera saya. Sampai di Umeda, saya dan Abenk sibuk cari-cari adaptor listrik karena ternyata gak segampang itu untuk ngedapetinnya. Jadi teman-teman, jangan lupa bawa adaptor listrik dari Indonesia yaaa! Supaya gak buang-buang waktu nyari-nyari di Jepang hehehe.

Hari itu saya capek banget. Masih ingat rasa capeknya luar biasa, tapi senang banget karena liburan ini terbayarkan semuanya. Sayangnya di hari yang luar biasa itu, kamera saya malah kehabisan baterai hahaha. Walaupun bisa pinjam kamera suami, tetap aja feeling-nya beda kalau pakai kamera sendiri. Tapi.. Gak semua momen indah itu bisa ditangkap oleh kamera sih, membekas di hati itu jauh lebih berarti.

JADI, pesan saya: jangan lupa selalu bawa travel adaptor setiap keluar negeri, dan jangan lupa bela-belain mampir ke Arashiyama kalau ke Jepang. See you next time, Kyoto and Arashiyama!

 photo 2016_new-sign_zpsmxppxjue.jpg
*********************************************************

READ MORE
Japan Day #1 | Traveling With A Sick Toddler
Japan Day #2 |  Shibuya & Omotesando
Japan Day #3 | Gotemba
Japan Day #4 | Yoyogi Park & Shimokitazawa
Japan Day #5 | Daikanyama & Mori Art Museum
Japan Day #6 | Bye Tokyo, Hello Osaka!
Japan Day #7 | Osaka Aquarium Kaiyukan & Tempozan Park
Japan Day #8 | Kyoto & Arashiyama
Japan Day #9 | Last Day in Osaka

19 comments :

  1. Aakk, akupun paling cinta sama kyoto ndra, termasuk arashiyama. Btw itu sepi banget yaa, puas banget kalau mau foto foto, langitnya cantik pula. Tp ngga sempat nyobain kopi arabica yang hits itu, huhu, ngopi ngopi cantik di tempat cantik, juaraaa

    ReplyDelete
  2. Wah kalo Andra uda bilang enak pake banget, pake capslock, pake bold *Hhahaha...*, itu uda pasti enak pake banget bangetttt... someday semoga bisa kesana..
    Thanks infonya ya Andra <3

    ReplyDelete
  3. Tenang sekali suasananya hehe, semoga bisa dikasih kesempatan kesana juga amiin

    ReplyDelete
  4. Gak semua momen indah itu bisa ditangkap oleh kamera sih, membekas di hati itu jauh lebih berarti. Kata-kata ini sukaaak banget hehe^^

    ReplyDelete
  5. Hai kak, ini komen pertamaku loh hihi. Aku selalu tunggu2 cerita di blognya kakak. Seru banget jalan-jalannya! Aku terinspirasi jadi pengen ke Jepang, dan pengen bisa ngambil foto yang ciamik hahaha. Btw Aura cute banget yaaa.

    ReplyDelete
  6. iyaa...adaptor itu barang kecil tapi kalau lupa aduuh rempong dan jadi ngeluarin duit banyak

    ReplyDelete
  7. Coatnya cakep banget Kak, btw kerasa banget perjalanannya membekas di hati dari cara cerita di post ini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Nia! Coat hasil berburu diskonan hahaha

      Delete
  8. Kok aku sedih yaaa nggak nyobain %Arabica ini waktu ke Arashiyama ): Btw, foto-foto pas ngopi cantikkk banget, suka liatnya ❤

    ReplyDelete
  9. kak andra foto2 pake kamera apa yaa? soalnya aku seneng bgt pake bgt sama hasil jepretan2 nya kak andra, kalo posting apakah pake filter lagi? terimakasih dan senang sekali kalo dijawab kak andra :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku biasanya pakai Fuji XE2, tapi di tulisan ini pakai Canon 7GX :D

      Biasanya aku cuma terang-gelapin ajaaa gak terlalu diedit :)

      Delete
    2. akupun pake XE-2 kak andra, tp ga sebagus kak andra fotonya :( pake lensa tambahan atau bawaan yah kak?

      Delete
    3. Aku beli lensa fix. Soalnya kalau pakai lensa kit suka jelek hasilnya, kurang tajem gitu.

      Delete
    4. kak andra lensa fix nya yg 35mm bukan? yg F nya brapa ya kalo boleh tau..
      maap kebanyakan nanya :( semoga dijawab yg terakhir :")

      Delete
    5. This comment has been removed by the author.

      Delete
  10. Kyoto pun kota favorit aku di Jepang. Berasa santai dan jepang banget. di tokyo rasanya terlalu metropolitan dan riweh bangett. Aku pusing. haha. Tapi sayang pas ke arashiyama gak coba si %arabica itu. padahal suamiku suka banget kopi. Kurang googling, jadi gak tau ada kopi enak ini. haha

    ReplyDelete
  11. Duh kak Alo bikin iri.. okay kalo k jepang harus nambah tempat yang dikunjungi

    ReplyDelete
  12. %Arabica enak + cantik kak! Aku cobain yg di Higashiyama kemarin sampe 2x.
    Sekali dateng sore2.. rame bgt terus ga bisa duduk juga.
    Karena penasaran, aku dateng lagi besoknya pas jam buka (sekalian abis jalan pagi2 di Kiyomizudera). Puas foto2nya karena SEPII!!! (Yaiyalah bok namanya baru buka ya)
    Yang di arashiyama kemarin aku ga sempet kaaak hiks.
    Tp memang rame bgt sih. Mendingan pagi deh kesananya hahaha

    ReplyDelete