Wednesday, March 22, 2017

JAPAN #9 | LAST DAY IN OSAKA

 photo DSCF0850_zpsmf6cuvmm.jpgHari terakhir kami di Jepang ditutup manis dengan menghabiskan waktu di Arashiyama dan susah move on gara-gara kopi %Arabica. Beneran, seenak itu dan segitu relanya antri lagi demi segelas kopi. Kali ini saya mau cerita soal hari terakhir kami di Jepang. Sebenarnya hari terakhir adalah hari ke-10, tapi saya anggap hari ke-9 adalah hari terakhir karena hari ke-10 kami cuma menghabiskan waktu ke airport saja. Jadi, di hari ke-9 kami masih punya waktu seharian penuh untuk mengeksplor kota Osaka yang tidak pernah kami tau sebelumnya.

Ide-ide untuk pergi kemana pun sudah mulai habis dan ntah kenapa kurang tertarik untuk mengunjungi Osaka Castle (mungkin sudah terlalu lelah). Last minute sebelum pergi keluar dari apartemen, Abenk mengajak saya untuk ke Brooklyn Roasting Company. Sebuah coffee shop beken di Osaka yang menurut hasil googling: kece, hits, kopinya enak dan tempatnya keren.

Dari Daikokucho Station, kami turun di Yodoyabashi Stastion. Agak terkejut karena begitu keluar dari stasiun, kami seperti melihat sisi lain Osaka yang kami tidak pernah lihat dari foto-foto turis. Daerah perkantoran yang bersih, rapih, jalanannya besar. Sekilas mengingatkan saya dengan Omotesando (minus keramaian) dan SCBD Jakarta. Kami menelusuri jalanan di antara gedung-gedung tinggi untuk menuju Kitahama, tempat Brooklyn Roasting Company berada.

Tak ada sesuatu yang menarik selama kami berjalan kaki hampir 15 menit, sampai akhirnya Google Maps menunjukkan bahwa sebentar lagi kami akan sampai. Papan nama Brooklyn Roasting Company sudah terlihat dan ada rasa kemenangan sendiri ketika kami sampai. Pasalnya, jarang banget lihat turis yang kesini dan belum pernah dengar tentang coffee shop ini dari orang yang saya kenal.

 photo DSCF0759_zpsyfoud3qm.jpg
 photo DSCF0804_zpseh1jqlkn.jpg
 photo DSCF0750_zpsoxtsqyos.jpg
 photo DSCF0806_zpsanreqocd.jpg
 photo DSCF0766_zpsruhwhhkh.jpg

Nah saya mengerti kenapa Abenk ngajak sana kesini. Kami bisa ngopi sambil bengong liatin sungai! Persis seperti waktu di Arashiyama, tapi yang ini versi lihat gedung-gedung bertingkat aja hahaha. Ada sungai yang bersih, sekelompok burung camar putih yang terbang kesana-kemari, pemandangan di seberang sungai juga gak kalah bagusnya. Cuaca di seberang yang sedang cerah dan udara yang sejuk jadi sahabat kami hari itu.

Saya benar-benar bahagia waktu kesini. Ntah mungkin belum sempat browsing, saya gak pernah tau kalau ada view seperti ini di Osaka.

Rasa lapar dan kedinginan mendadak dihangatkan dengan senyuman bangga saya, berkali-kali saya memuji Abenk karena udah ngajak saya kesana! Benar-benar pilihan yang tetap untuk memulai hari itu dan mengakhiri liburan kami.

Ntah kenapa pemandangan di depan kami malah mengingatkan saya pada pemandangan kota-kota di Australia seperti Sydney dan Melbourne. Gak kerasa Jepangnya sama sekali! Saya langsung teringat dengan dua teman kesayangan saya, Ellyse dan Ernanda. Langsung deh buru-buru kirimin foto-foto disana ke Ellyse, “Lihat deh, aku berasa di Aussie! Langsung inget kamu!”

 photo DSCF0772_zpsis6hnzcb.jpg
 photo DSCF0746_zpskx6ms2ew.jpg photo DSCF0780_zpsnzwmawj7.jpg
 photo DSCF0841_zps3mrd0jex.jpg
 photo DSCF0818_zps00tkacf5.jpg
 photo DSCF0768_zpspeu3rbja.jpg

Saya pesan dua roti donut dan dua cappuccino panas sambil duduk beristirahat. Roti donutnya enak banget, begitu pula dengan cappuccino yang kami pesan. Kaki rasanya masih bengkak dan capek gara-gara kemarin, tapi terbayar karena bisa ngopi di tempat yang melebihi ekspektasi saya dalam dua hari berturut-turut :)

Walaupun tempat ini tidak kid-friendly, ada beberapa anak kecil yang sedang menemani orang tuanya ngopi-ngopi. Aura juga asik main dengan pelanggan lain yang duduk di meja sebelah saya. Biasanya Aura senang banget kalau main sama tante-tante ramah yang suka ngeladenin anak kecil hihihi.

Satu hal lagi yang saya sukai dari Brooklyn Roasting Company, para staff-nya lancar berbahasa Inggris tanpa terdengar logat Jepang sedikit pun – sama seperti staff %Arabica di Arashiyama. Ini membuat saya senang karena bisa berkomunikasi dengan mereka. Dibanding cuma bahasa tarzan yang ala kadarnya hahaha.

 photo DSCF0776_zpsg9l6qjyl.jpg
 photo DSCF0863_zps27a9fjdd.jpg photo DSCF0761_zpszyg9wtcr.jpg
 photo DSCF0852_zpsmb6d7jt4.jpg photo DSCF0859_zpsiyze9w43.jpg
 photo DSCF0883_zpsxep7rqi3.jpg

Setelah puas bengong-bengong di Brooklyn Roasting Company, saya ingin melihat-lihat sekeliling. Ternyata tempat yang kami datangi itu adalah Osaka City Central Public Hall, yang di depannya ada lapangan/taman cukup luas untuk duduk-duduk. Aura asik keliling-keliling sambil ngejar burung merpati yang lewat, saya sama Abenk cuma duduk-duduk sambil memandangi kota. Plus, kami juga menghangatkan diri karena matahari sedang hangat sekali.

Sering kali kami menghabiskan waktu cukup lama di satu tempat hanya untuk duduk dan menikmati suasana. Kami gak pernah suka traveling yang terlalu heboh alias terlalu padat jadwalnya, karena kami merasa tidak bisa menikmati – dapat sisaan capek aja.

Kadang sangking padatnya, saya tuh suka lupa tadi melihat apa saja. Sedangkan kalau traveling yang santai dan bisa mindful selama perjalanan, disitu saya mendapatkan banyak inspirasi dan bisa mengingat momen-momen yang nantinya saya ingat.

“Fill your life with experiences, not things. 
Have stories to tell, not stuff to show.” 
– Unknown

 photo DSCF0888_zpsrvc2csew.jpg photo DSCF0891_zpspfg2ksz8.jpg

Mumpung sedang di pusat kota Osaka, saya dan Abenk lanjut jalan kaki ke The National Museum of Art Osaka (NMAO). Kira-kira kami jalan kaki selama 20-30 menit dari Osaka City Central Public Hall, tapi gak berasa soalnya cuaca dan suasananya enak banget. Sampai di NMAO, gak nyangka ada dua pameran yang wajib kami lihat yaitu Lucas Cranach The Elder: 500 Years of the Power of Temptation dan Pierre Alechinsky. Saya gak tau siapa keduanya, yang saya tau: saya bakal nyesel kalau gak ngeliat pameran ini.

Biaya masuk museum di luar negeri tentunya gak bisa dibandingin sama biaya masuk museum-museum di Indonesia. Dari segi fasilitas, karya seni yang dipamerkan hingga kenyamanan untuk pengunjung juga beda banget. Untuk melihat dua pameran di atas, saya dan Abenk harus membayar tiket masuk dengan kisaran harga IDR 200.000,-/orang.

Mahal, tapi kapan lagi bisa lihat karya-karya yang belum tentu bisa dipamerkan di Indonesia?

Pameran pertama yang kami nikmati adalah Lucas Cranach The Elder: 500 Years of the Power of Temptation – dimana kami punya kesempatan untuk melihat karya-karya seorang seniman yang dibuat 500 tahun yang lalu. Bayangin aja, karyanya sudah tersebar di seluruh dunia dan saya bisa melihat dengan mata kepala sendiri disana. Pengalaman yang luar biasa!

Lucunya lagi, ada juga lukisan-lukisan Lucas Cranach The Younger yang merupakan keturunan Lucas Cranach The Elder. Lukisannya sama-sama bagus!

Lebih GILAnya lagi, ini pertama kalinya saya bisa melihat langsung beberapa karya Picasso yang juga terinspirasi oleh Lucas Cranach. Bukan lukisan yang besar-besar sih, paling ukurannya A3. Cuma tetap aja, PICASSO! LEGENDARIS!

Sayangnya selama pameran kami dilarang foto pakai smartphone, apalagi mirrorless camera.

***

Dua pameran di NMAO bikin saya bahagia karena saya dan Abenk gak ada rencana kesini awalnya. Oh iya, untuk teman-teman yang mau ke Osaka sekitar Juli sampai Oktober 2017 jangan lupa mampir ke NMAO ya karena ada pameran Collection of Museum Boijmans Van Beuningen Bruegel's “The Tower of Babel” and Great 16th Century Masters. Jarang-jarang lho bisa lihat karya seni yang usianya ratusan tahun :)

 photo DSCF0908_zpsplyhswf5.jpg

Sayangnya saya gak bisa lama-lama menikmati karya Pierre Alechinsky karena Aura udah cranky karena ngantuk. Eh taunya di NMAO ada nursing room dan kids corner (mungkin bisa dicontoh yaaa sama museum atau galeri seni di Indonesia). Adanya kids corner di museum benar-benar solusi untuk ibu-ibu yang udah hopeless kalau anaknya lari-lari atau maksa megang karya di museum hahaha.

Alhasil saya nunggu Abenk sambil duduk-duduk, mengisi baterai smartphone dan menemani Aura baca buku.

Karena sepi banget, saya pun curi-curi waktu untuk power nap. Pas Abenk dateng, Abenk ikut ketiduran lho sambil nunggu Aura main hahahaha. Lumayan banget untuk mengembalikan energi kami (power nap beneran power ya ternyata!). Gak lama, Aura juga ngantuk banget dan akhirnya tidur.

Sebelum pulang ke apartemen, saya dan Abenk nyempetin lagi untuk makan malam di Dotonbori. Malam terakhir ditutup manis dengan bertemu salah satu teman dekat kesayangan saya, Ila Anjani, yang lagi honeymoon sama suaminya! Senang banget walaupun ketemunya cuma sebentar (soalnya kami kalau ketemu bisa seharian hahaha), tapi malam itu ditutup dengan manis.

 photo DSCF0884_zpspzvjbcv3.jpg
Baju Aura kotor gara-gara minum kopi hahaha.
 photo DSCF0894_zps6ugthcep.jpg
 photo DSCF6448_zpscfwkxewi.jpg photo DSCF0915_zpsmshfocaf.jpg

Pulang ke apartemen, langsung deh packing! Aura udah ngorok duluan, sedangkan Abenk yang beresin semua koper hihihi. Abenk berkali-kali bilang, “Aku suka banget lho sama Jepang. Dari semua kota dan negara yang pernah aku datengin, aku nggak pernah ngerasain feeling ini.”

Saya udah bilang sih berkali-kali sebelum kami liburan, “Duh kamu bakal suka banget sih Jepang. Kamu pasti nagih.”

Eh benar kan. Abenk nagihhhh banget. Sampai di Jakarta saya dan Abenk harus adaptasi kembali untuk beraktivitas. Walaupun baru pulang dari Jepang, Abenk udah bilang lagi kalau dalam waktu dekat ingin jalan-jalan ke Jepang lagi dan ingin mengeksplor Kyoto lebih lama.

Alhamdulillah, saat travel fair kemarin kami beli tiket lagi dan kali ini untuk merayakan ulang tahun saya di Jepang. Banyak sekali yang bilang kalau ke Jepang harus nyobain semua musim: musim semi, musim gugur dan musim dingin. Musim panas gak usah lah yah, kalau mau panas-panasan mending ke Bali aja yaaa hehehe. FYI, saya udah pernah ke Jepang saat musim panas dan itu nyiksa banget. Kapok!

Mudah-mudahan kalau dilancarkan kami akan ke Jepang lagi tahun ini. Terima kasih yang sudah mengikuti perjalanan saya, Abenk dan Aura selama di Jepang. Yang mau tanya boleh yaaa, sebisa mungkin aku jawab. See you soon, Japan!

 photo 2016_new-sign_zpsmxppxjue.jpg

*********************************************************

READ MORE
Japan Day #1 | Traveling With A Sick Toddler
Japan Day #2 |  Shibuya & Omotesando
Japan Day #3 | Gotemba
Japan Day #4 | Yoyogi Park & Shimokitazawa
Japan Day #5 | Daikanyama & Mori Art Museum
Japan Day #6 | Bye Tokyo, Hello Osaka!
Japan Day #7 | Osaka Aquarium Kaiyukan & Tempozan Park
Japan Day #8 | Kyoto & Arashiyama
Japan Day #9 | Last Day in Osaka

25 comments:

  1. Memang ya jepang tuh nagih banget. Bawaannya mau balik lagi dan explore lebih banyak tempat. Dan itu aura ���� puas banget kali ya dia main main di taman luas gitu, bersih pula udaranya. Btw ndra, postingan kamu tentang jepang yang lengkap 9 hari diceritain jadi pengen cepet cepet update cerita jejepangan juga, tp di draft mulu ����

    ReplyDelete
  2. Jepang adalah salah satu negara yang ingin saya datangi. Lihat foto-foto ini semakin tertarik pengen ke Jepang

    ReplyDelete
  3. Terima kasih kak. Cerita trip jepangnya seru. :)

    ReplyDelete
  4. ahhh endingnya nyenengin banget. iyaa sama Kak Alo, aku kalau liburan sam asuami juga tidak suka yang padat jadwal harus kemana-mana karena malah kayak diburu waktu dan cuma dapet 'foto' aja, not the feeling.
    setelah baca semua episodenya di Japan jadi pengen banget ke Jepang, semoga bisa bujuk misua kesana..hihii

    ReplyDelete
  5. Udah deg-degan pas kak Andra bahas musim panas di Jepang nyiksa banget, eh untungnya Juni belum masuk musim panas *fiuh*
    Wahh berarti september/oktober ya kak ke Jepang lagi, aseeek..
    Terima kasih cerita-ceritanyaa, seru semuanyaa hihi.
    Ditunggu cerita-cerita travelling lainnya :) <3

    ReplyDelete
  6. Seru abis Malo!! Jadi ingin liburan abis baca semua ceritanyaa, dan aku happy sekali bacanya!! :*

    ReplyDelete
  7. Lah iya kaya Melbourne hahaha...
    Seneng banget baca keseluruhan trip Jepang Andra <3
    Seru dan aku semakin excited untuk meracuni suami ke Jepang hihihi!

    ReplyDelete
  8. Mudah-mudahan semua sehat yaaa pas nanti ke Jepang lagi :)

    #FamilyGoalsBangetKalian

    ReplyDelete
  9. Selama ini hanya jadi silent reader blognya ka Alo.. Tapi kali ini mau comment ahh.. Aku udah baca semua blog ka Alo, udh lama bgt suka baca blog ka Alo, dan follow socmed ka Alo. Udah lengkap juga baca Japan series nya hhihii.. Bikin baper baca perjalanan Jepangnya. Apalagi statementnya Ka Abenk, “Aku suka banget lho sama Jepang. Dari semua kota dan negara yang pernah aku datengin, aku nggak pernah ngerasain feeling ini.”
    Setiap tulisannya ka Alo, selalu berhasil bikin aku terbawa suasana. Thanks a lot ya ka, Perjalanan ttg Jepangnya bisa di rangkum untuk jadi itinerary :) Sukses terus & sehat selalu buat Ka Alo & Keluarga. Ohh iya, aku nge-fans juga sama Aura. Gemes 

    ReplyDelete
  10. Ikut terbuai sama cerita jalan-jalannya Andra, Abenk & Aura pas ke jepang. Baguss banget, saya sampai nunggu-nunggu jalan cerita selanjutnya, day by day.

    Terutama quotes “Fill your life with experiences, not things.
    Have stories to tell, not stuff to show.” bener-bener mengena banget ke diri saya.

    Thanks Andra for sharing. Really hopes there will be another stories or next chapter to Japan to tell.

    ReplyDelete
  11. hwaaa. udah beli tiket ke jepang lagi ajaaa. Kayaknya akupun mesti atur trip ke Jepang lagi yang lebih santai itinerarynya :D Maklum kemarin pertama kali ke Jepang jadi semua pengen didatengin. hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nalla, kayanya memang first timer ke Jepang pada bikin itinerarynya yang padet bikin capek ya. Aku juga sama kemarin hahaha. Hari-hari terakhir kaki udah pada sakit minta nyerah hahaha

      Delete
  12. Hai Kak Alo, seru banget yaa tripnya bikin makin pengen kesana! Aku mau tanya dong untuk itinerary nyusun sendiri ya? Disana pun ga pake tour agent? Satu lagi, pocket wifi untuk disana yg recommend apa ya? Hihi maaf ya banyak tanya, thanks before :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Rachel, iya nyusun sendiri. Modalnya google sama ngasal aja haha ;p

      Kalau pocket wifi bisa pesan di Wi2Fly :)

      Delete
  13. Andraaaa!! Kita juga sukaaa banget sama Jepang, juga uda beli tiket buat tahun depan pergi lagiii hahahah tossss

    ReplyDelete
  14. Andraaaa!! Kita juga sukaaa banget sama Jepang, juga uda beli tiket buat tahun depan pergi lagiii hahahah tossss

    ReplyDelete
  15. apa cuma aku yang ga mau blog jepang ini selesai,,seruuuu dan ikut ngerasain indahnya jepang.thxyu malooo

    ReplyDelete
  16. Senangnya Kak pas Traveling bisa sempetin ke Museum Pameran Seni ya. Tfs kak^^

    ReplyDelete
  17. Doain kita dong ka Alo supaya bisa ke jepang beserta teman berpergiannya aamiin hihi

    ReplyDelete
  18. Kak! Setuju setuju! Jepang beda2 katanya tiap musim dan memang nagiiiiihhhhh ke sana. Aku pengen banget pergi lagi tp gatau kapan hiks..
    Kalau winter ada shirakawa go, spring bisa lihat sakura, summer banyak festival (tapi gerah sih katanya), autumn cantik pemandangannya
    Pas summer parah bgt ya kak? Ga travel friendly?
    Semoga kak Alo bisa ke Jepang lagi terus sharing di blog lagi yaaa.. kasih rekomendasi tempat makan dong kak hehehe
    Aku harus note nih si brooklyn coffee roasternya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Bryna, iya lumayan dehhh panasnya hehehe. Sama aja panasnya kayak Jakarta & Surabaya, anginnya panasss kayak berdiri di belakang mesin AC ;p

      Terus aku gak sukanya pergi pas summer itu kan kita lepek, pas di foto jadi lepek terus mata sipit2 karena kepanasan ;p Kalau tempat makanan di Jepang, aku ngasal semua yg penting gak antri. Alhamdulillah selalu dapat makanan yang enak2 sih. Kalau tempat2 yang terkenal atau Michelin star ramai banget. Jadi gak bisa terlalu 'maksa' karena aku bawa anak :)

      Delete
  19. Yeaahhh yang baca juga sangaat menikmati perjalanan ini, ketahuan deh nulisnya pakai rasa

    ReplyDelete
  20. masih dingin banget yaaa kak alo disana waktu itu?

    -M.
    http://inklocita.blogspot.co.id/2017/04/7-kota-dalam-9-hari-di-jepang.html

    ReplyDelete