Friday, January 20, 2017

SINGAPORE #2

Berhubung dua hari pertama saya dan Abenk cukup ambisius jalan-jalan di Singapura, pas hari ketiga kami tepar semua dan bangun siang. Saya bangun duluan sih, sekitar jam 8 pagi. Abenk dan Aura masih nempel banget di kasur, alhasil saya beride untuk sarapan pagi sambil mencuri waktu berkualitas untuk menulis jurnal.

Karena tempat kami menginap itu kecil untuk ukuran hotel, jadi Llyod’s Inn menyediakan breakfast voucher di luar hotel. Kebetulan memang dua tempat pilihan makan paginya menarik, salah satunya adalah Killiney Kopitiam. Killiney Kopitiam ini beneran berbentuk kedai atau bisa dibilang ‘warung’ sih. Tempatnya di pinggir jalan, modal dingklik dan kipas angin saja. Bukan seperti yang ada di mall-mall gitu loh.

Saya memesan roti panggang dengan selai srikaya dan secangkir teh susu hangat untuk menemani ritual morning pages. Ritual menulis jurnal di pagi hari tentunya nggak boleh ketinggalan walaupun sedang liburan, justru menulis jurnal jadi obat lelah saya.


Waktu sendirian menjadi sesuatu yang mewah setelah menjadi ibu, dimana saya bisa lebih tenang melihat keadaan sekitar dan lebih mindful dengan apa yang ada di hadapan saya. Sebelum balik ke hotel, saya memesan dua porsi roti panggang dan teh susu untuk Abenk.

Read more: Singapore #1

Biasanya saat waktu makan, kami berdua selalu sharing makanan kami dengan Aura supaya ia tidak memilih-milih makanan. Taunya benar kan, pas lihat roti panggang Aura langsung minta dan dimakan lahap banget.



Hari itu, kami berencana untuk ke ArtScience Museum untuk melihat pameran Future World, NASA - A Human Adventure dan Journey to Infinity: Escher's World of Wonder. ArtScience selalu jadi agenda wajib jika saya pergi ke Singapura, karena pamerannya selalu keren-keren! Kemarin saya membeli tiket terusan seharga $30 untuk menikmati ketiga pameran tersebut.

Future World
Menurut saya sih pameran ini benar-benar wajib dikunjungi dan anak-anak pasti suka. Interaktif sekali karena bukan hanya sekedar exhibition, tapi para pengunjung juga bisa bermain dan berkarya. Makanya disebut sebagai Singapore's largest interactive digital playgroud. Contohnya saat gambar para pengunjung bisa discan dan masuk ke dalam layar berupa gambar tiga dimensi. Lengkapnya bisa cek di vlog-nya Abenk ya. Seru banget! Inner child dalam diri saya juga ikut bermain karena bisa menggambar, mewarnai dan bersenang-senang menikmati pameran ini.



NASA - A Human Adventure
A human adventure? Sejak menonton konspirasi bumi datar, saya sudah nggak terlalu ambisius dengan NASA. Terlepas dari benar atau tidaknya bumi itu datar, tetap saja kok nggak ada manusia yang ke bulan lagi ya? Ini udah 2017 lho? Yang belum nonton, coba nonton dulu semua episodenya ya :D Overall, pamerannya NASA keren sih. Lumayan lah buat hiburan.

Journey to Infinity: Escher's World of Wonder
Selain pameran Future World yang bikin saya happy banget, menikmati karya M.C. Escher juga membuat saya kepikiran sampai nggak bisa tidur. Escher menggabungkan antara seni dan matematika, sehingga menjadi sebuah karya yang nilai estetikanya sangat tinggi. Sebelumnya saya nggak pernah ‘ngeh’ dengan Escher, tapi begitu lihat beberapa karyanya saya langsung, “Lho, ini kan yang di jaman kuliah dulu?”

Kami cukup lama di pameran M.C. Escher karena Aura bisa main dan Abenk cukup lama menikmati karya Escher. Karya-karyanya sangat luar biasa, sebelum keluar dari ruangan pameran juga dijual beberapa merchandise seperti digital prints, pop up book dan buku tentang karya-karya Escher.

Aura sedang menjelaskan salah satu karya M.C. Escher pada salah satu pengunjung.


***

Setelah dari tiga pameran di ArtScience, kami nggak sengaja ketemu Naufal dan langsung menuju Art Stage Singapore 2017 di Marina Bay Sands, Sands Expo & Exhibition Centre. Kami mendapat undangan VIP sehingga bisa masuk di opening day. Kalau dibandingkan sama Art Stage Jakarta, jauh lebih besaaaaar. Besar banget dan banyak banget galeri yang ikutan, selain itu ratusan bahkan mungkin ribuan karya seni dipamerkan disana.

Pusing karena bingung mau lihat yang mana dulu, akhirnya saya muter-muter sambil nemenin Aura Suri jalan-jalan dan berhenti di beberapa galeri atau karya seni yang benar-benar sangat menarik perhatian kami. Naufal juga memamerkan tiga karya terbarunya di Art Stage Singapore 2017.


Setelah dari Art Stage Singapore, saya janjian makan malam dengan teman lama saya di Lau Pa Sat atau Telok Ayer Market. Tempat favorit untuk jajan di malam hari, yang ternyata pas bayar.. Ya ampun, nggak murah juga ya makan di pinggir jalan tau-tau habis segitu! Hahahaha. Padahal saya hanya bertiga (Aura Suri sih nggak dihitung lah ya), pas bayar-bayar taunya hampir $80. Artinya makan di pinggir jalan aja hampir IDR 800,000,-. Kalau di Jakarta mungkin saya bisa beli sama gerobaknya ya.

Walaupun kaget, tapi kami puas banget makan malamnya! Sayangnya pas di hotel Abenk sempat muntah (mungkin karena sudah lama gak ‘jajan’). Alhamdulillah cuma muntah aja, nggak sampai sakit atau kenapa gitu. Sedangkan saya dan Aura aman-aman aja sampai esok paginya.

***

Hari terakhir di Singapura, kami hanya sempat ke United Square yang katanya kids learning mall. Tapi sejujurnya, mall-nya agak garing sih. Kalau waktu liburannya cuma sedikit, menurut saya gak terlalu perlu kesini. Lalu kami ke Kinokuniya Takashimaya untuk lihat-lihat buku.

Nah, biasanya kalau sudah sampai Kinokuniya di Takashimaya mendadak kalap. Kali ini saya dan Abenk berhasil keluar tanpa membeli apa pun! *tepuk tangan*

Mungkin karena bingung mau beli apa, terus kalau dipikir-pikir, masih banyak buku nganggur di rumah.

Sampai di Changi airport, Abenk sempat bertanya ke saya, “Kamu nggak beli apa-apa nih selama disini?”

Oh iya, saya baru sadar kalau saya nggak beli apa-apa. Kecuali Lego ya, itu juga buat koleksi berdua. Tapi untuk diri saya sendiri, saya nggak beli apa-apa. Saya baru sadar, ternyata membeli barang hanya kepuasan sementara. Sedangkan saya lebih menunggu-nunggu pengalaman dan momen yang menyenangkan selama liburan dibanding membeli sesuatu.
Llyod's Inn, tempat kami menginap selama di Singapura.

Akhirnya saya mampir ke toko buku Times untuk sekedar melihat-lihat, ternyata ada satu buku yang menarik perhatian saya.

Judulnya, THE GRATITUDE DIARIES.

Saya tersenyum, langsung mengambil buku tersebut sebanyak dua buah. Satu untuk diri saya, satu untuk kakak ipar saya. Ntah mengapa saya yakin The Gratitude Diaries akan berguna bagi saya dan lingkungan saya. Setelah membayar, saya langsung memamerkan buku tersebut ke suami.

“Nih, finally I bought something for myself.

Melihat judul buku tersebut, Abenk tidak berkomentar melainkan tersenyum. Menandakan ia senang saya mendapatkan sesuatu, bukan hanya sekedar barang saja – tapi sebuah buku yang akan berguna bagi saya dan lingkungan saya.

Liburan ke Singapura kali ini memang terasa berbeda. Walaupun capek dan lepek sekali, momen-momen yang lelah seakan tertutupi dengan kebahagiaan dan kepuasan karena kami berhasil liburan bertiga tanpa harus menghadapi Aura yang rewel. Alhamdulillah, semuanya sehat.

Eits, liburan belum selesai. Setelah Singapura, saya harus terbang lagi ke Bali. Tungguin ya, ceritanya! :)

Read more: Our First Travel Experience with 6 Months Old Baby

 photo 2016_new-sign_zpsmxppxjue.jpg

16 comments:

  1. Tipsnya apa sih mbak biar nggak gampang tepar setelah liburan? aku kemarin pulang dari bandung cuma 2 hari disana langsung tepar kepala pusing2 efek perjalanan naik bus :(

    ReplyDelete
  2. hai andra..
    seru banget liburannya! aku setuju, "membeli" momen emang lebih bermakna daripada beli barang ya :)

    oh iya, seri konspirasi bumi datar tuh video atau apa ndra? boleh minta linknya?

    thanks :)

    ReplyDelete
  3. Seruuu banget future world nya mbak andra.. Pengen.. Thanks for sharing!

    ReplyDelete
  4. Waduh! jajan apa bu sampe 80 dollar? HAHAHA .. aku baca sampe mikir loh ini makan apa! makan seafood tah? apa semua yang di laupasat kamu borong hahaha ..

    btw,kapan - kapan maen kesini lagi yaaaa ntar diajak Gide ajak Tante Andra, om Abenk sama Aura keliling - keliling ;)

    ReplyDelete
  5. Aku suka deh teknik pengambilan foto nya mba Alo apa karena kamera nya juga bagus ya.. :)

    ReplyDelete
  6. Pamerannya menarik banget, seru Kalo liat hal2 yang berbau angkasa luar dan antariksa. Jadi ingat waktu dulu ke planetarium :D

    ReplyDelete
  7. Senengnyaa liburan bersama keluarga, ditunggu cerita selanjutnya kak!

    ReplyDelete
  8. Seru banget, Andra! walaupun tadinya agak males balik lg untuk ke SG karena pemandangannya gedung lagi, gedung lagi hihihii... Tapi setelah liat Artsience Museum, jadi mupeng kesana lagi.. Thanks for the info ya Malo... Bukunya juga sepertinya dari judulnya bagus, aku jadi sempet googling juga...

    <3

    ReplyDelete
  9. ditunggu reviewnya the gratitude diary

    ReplyDelete
  10. Paling suka bagian kak Andra beli buku.. kalo beli buku pasti buku yang bagus deh.. ditunggu review bukunya kak :D

    ReplyDelete
  11. Hi Kak Andra, kayaknya kita cuma selisih beberapa hari stay di Lloyd's Inn! Aku juga stay di sana selama di Singapore dan pasti akan kembali lagi karena konsepnya yang kerennn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Fadilla, hihihi lucu ya, kalau tanggalnya pas barengan mungkin bisa ketemu disana :D

      Delete
  12. Tempat menginapnya lovely sekali kak.. :))

    ReplyDelete
  13. jadi mbak alo ga yakin bumi itu bulat? saya tergelitik dengan itu aja :)

    ReplyDelete
  14. Wahh dapat tempat yang seru lagi di SG, thanks sharingnya mba andra :D

    ReplyDelete