Friday, February 26, 2016

RESEP SOP AYAM KAMPUNG

 photo blog-DSCF9188_zps6yzbxfyl.jpgMusim pancaroba biasanya malah terkenal jadi ‘musim sakit’ di lingkungan saya. perubahan cuaca yang gak stabil, biasanya bikin orang jadi masuk angin, flu, muntah-muntah, diare dan berbagai macam penyakit lainnya. Sejujurnya gak heran sih kenapa orang-orang lebih mudah sakit kalau di Jakarta, soalnya kebanyakan orang gak membiasakan diri pakai masker, padahal kalau di Tokyo orang sakit dikit pasti pakai masker karena takut nularin ke orang lain.

Well anyway, bukan itu yang mau saya bahas. Sudah dua tahun saya gak pernah mengkonsumsi obat-obatan kalau sedang flu atau masuk angin, saya pernah bahas alasannya di Cerita Sore. Setiap sakit saya bergantung dengan pengobatan tradisional, termasuk mengkonsumsi homemade chicken soup atau Sop Ayam Kampung ala rumahan buatan ibu saya. Ibu saya udah hafal banget kalau saya flu, saya cuma mau makan sop ayam selama 3 hari berturut-turut.

Tiga hari yang lalu, Aura Suri pilek dan badannya hangat. Hari ini suami saya yang giliran gak enak badan. Jadi salah satu cara untuk menjaga kesehatan orang-orang yang saya sayangi, salah satunya dengan memasak comfort food versi saya. Psst, saat suami dan Aura tidur siang, saya langsung buru-buru menulis artikel ini hihihi.

 photo DSCF9203_zpskzgcvjuz.jpg

Kenapa mengkonsumsi Sop Ayam Kampung saat sakit? Kaldu ayam mengandung protein dan gizi yang tinggi dan berbagai manfaat baik untuk menguatkan imun tubuh yang terserang penyakit.

Saya nggak ahli kalau diminta menulis resep, but I tried my best, supaya teman-teman bisa mencoba resep tradisional ala ibu saya. Takarannya hanya kira-kira saja, bisa disesuaikan dengan selera masing-masing ya :)

 photo alo_Bahan_zpsxwwof4az.jpg
  • 1 ekor ayam kampung, potong dadu
  • 1 buah jeruk nipis atau ¼ jeruk lemon, untuk menghilangkan rasa amis
  • 700-800 mL air matang (tergantung selera)
  • 2 buah wortel
  • 1 buah kentang
  • 2 siung bawang mewah, potong halus
  • 1 siung bawang putih, potong halus
  • 1 tangkai daun bawang (ambil tangkainya saja)
  • 2 sendok teh garam (bisa ditambahkan sesuai dengan selera – kalau saya lagi mengurangin garam jadi dikit aja hehe)
  • ½ sendok teh gula pasir
  • 1 batang seledri

 photo Alo_step_zpsvbccs03f.jpg
  1. Bersihkan ayam dan lumuri dengan perasan jeruk nipis/lemon. Diamkan hingga 15 menit agar bau amisnya hilang. Cuci kembali ayam lalu tiriskan.
  2. Siapkan panci besar dan rebus air. Jika air sudah mendidih, masukkan ayam, bawang putih dan bawang merah, rebus hingga matang.
  3. Tambahkan kentang dan wortel, masak hingga empuk. Walaupun kaldu ayam sudah gurih, pemanis alami sop ayam adalah wortel.
  4. Tambahkan batang daun bawang dan seledri, supaya sop ayam lebih gurih dan wangi.
  5. Lalu tambahkan garam, gula dan merica sesuai dengan selera (pakai feeling aja). Jangan lupa dicicipi ya!
  6. Sebelum disajikan batang daun bawang dan seledri bisa dikeluarkan dari panci. Hidangkan selagi hangat.

 photo DSCF9209_zps6pfdh8zk.jpg

 photo alo_catatan_zpsxfrsmsil.jpg
  • Untuk sayur-sayuran juga bisa ditambah buncis, brokoli, tomat atau bahkan makaroni, disesuaikan dengan selera saja. Tapi saya biasanya hanya wortel dan kentang. Bisa ditambahkan jahe juga untuk penyedap rasa.
  • Sebelum ditambahkan garam dan gula, saya pisahkan dulu porsi untuk Aura Suri (usia 8 bulan saat ini). Aura makan dengan metode Baby Led Weaning, sehingga saya selalu masak makanan yang sama untuk keluarga.
Semoga resepnya berguna dan teman-teman beserta keluarga sehat selalu ya. Stay healthy and have a great weekend! :)

Polkadot Bowl & Polkadot Side Plate by Chic & Darling

 photo 2016_new-sign_zpsmxppxjue.jpg

9 comments:

  1. Hai Andra,

    Sama banget Ndra! Aku juga kalau sedang sakit (sugestinya) akan cepat sembuh kalau udah 'kena' sop buatan Mama ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi sama banget ya Dini. Emang masakan Mama itu biasanya jadi comfort food, apalagi kalau udah gak tinggal bareng Mama :))

      Delete
  2. Iyaaa bener banget Andra! Sop ayam kampung emg paling mujarab nan sehat :) drpd minum obat2an yg nanti ada efek sampingnya buat tubuh

    ReplyDelete
  3. Supnya kelihatan sedap banget kak Alo, kalau saya suka ditambah jahe dan kayu manis jadi rasanya lebih kaya.

    ReplyDelete
  4. Hi Andra, sorry OOT, boleh share tentang proses BLW nya Aura? Keponakanku umur 6bln, dan mommy nya kemarin coba metode BLW ini tapi anaknya ga tertarik sama sekali sama makanannya, akhirnya disuapin lagi d..thanks ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Ika, iya nanti aku akan sharing soal proses Aura belajar makan. Tapi nunggu sampai usianya 9-10 bulan supaya ceritanya lebih afdol hihihi. Memang tiap anak beda-beda kok, kebetulan Aura agak unik karena dia bener-bener anti sendok. Ada beberapa anaknya temenku juga gitu, gak tertarik lihat makanan. Gapapa sih kalau menurutku, karena metode-metode yang ada pada jaman sekarang tuh kan rata-rata teori ya, prakteknya ya susah. Ada yang ibunya ngotot ngajarin anaknya BLW, ibunya stres, anaknya ikut stres juga. Kalau aku berprinsip, harus ikutin anaknya aja maunya gimana :)

      Aura juga sampai sekarang gak bisa ngedot atau minum dari sippy cup, jadi minum dari gelas langsung walaupun belum bisa megang sendiri. Hope it helps ya!

      Delete
  5. auraaaaaa lagi lucu-lucu nya banget... love you aura suri <3

    ReplyDelete
  6. Kak andra, itu seledri sama batang daun bawangnya utuh ya? Habis itu klau sdh matang dikeluarkan?

    ReplyDelete