Wednesday, November 11, 2015

CERITA SORE #5 | BERHENTI SEJENAK

 photo DSCF1276_zpscp2ejc6c.jpgDua tahun sudah saya berhenti mengkonsumsi obat-obatan (bukan narkoba loh ya), tujuannya untuk membersihkan tubuh dari zat-zat kimiawi dan mengatasi kecanduan obat. Saya ingat betul dulu ada jaman-jamannya saya mudah sekali menegak obat. Pusing sedikit minum obat, pas menstruasi sakit juga langsung minum obat, masuk angin dikit minum obat, apa-apa minum obat. Bahkan saat tubuh saya memberi sinyal ‘aku capek loh tapi gak bisa tidur’, saya berani langsung minum obat sakit kepala karena saya tau obat tersebut ada obat tidurnya.

Tapi itu dulu kok, akhirnya saya TOBAT setobat-tobatnya. Perlahan-lahan jika merasa kurang enak badan, saya tahan-tahanin dan tidur saja di rumah. Bedrest total hingga benar-benar kondisi saya pulih. Saya sungguh-sungguh kalau urusan bedrest. Betul-betul menghabiskan waktu saya hanya untuk tidur, sama sekali tidak mengerjakan hal-hal lain. E-mail, laptop, smartphone dan pekerjaan bukan prioritas lagi.

Saya pasti langsung minum madu dicampur dengan perasan lemon, secangkir teh manis hangat, makan buah-buahan dan makan sup ayam buatan Mama selama 2-3 hari. Sup ayam kampung kuah bening dengan potongan wortel dan kentang selalu jadi obat pertama jika saya sakit. Saya dapat ‘resep obat’ ini dari seorang teman kecil, katanya sup ayam kampung banyak sekali proteinnya, paling ampuh buat membasmi flu sekaligus menghangatkan suhu tubuh yang sedang sakit. Sejak itu kalau sakit, orang tua saya tau banget kalau yang saya perlukan hanya sup ayam dan tidur.

Saat kurang enak badan, saya pun jadi banyak mengalah pada diri sendiri. Saya akan menjadwalkan meeting yang sudah saya janjikan. Kalau dulu jaman kerja, susah dan repot sekali untuk bilang ‘tidak’ karena saya berurusan dengan banyak pihak. Tapi berhubung sekarang bekerja sendiri, saya bisa mengatur ulang waktu dan orang-orang yang berurusan dengan saya biasanya selalu memaklumi.

*

Saat saya bedrest, biasanya saya jadi banyak termenung. Saya kadang merasa sedih atau kecewa pada diri sendiri. Tubuh saya sudah mengirim sinyal beberapa kali agar saya beristirahat, kok saya tetap ngotot pergi-pergi, bekerja atau bahkan begadang hanya untuk browsing?

Sisi positif dari bedrest, saya justru punya me-time. Dimana saya benar-benar bisa berhenti beraktifitas, menikmati kesendirian dan saya jadi punya waktu untuk membaca buku.

Waktu saya yang biasanya penuh dengan keriwehan dan keribetan, mendadak terasa terhenti sejenak.

Saya jadi punya waktu menikmati hari di atas tempat tidur dengan cahaya remang, merasakan tekstur bedsheet yang baru saja diganti, merasakan nikmatnya kehangatan tubuh di dalam selimut. Sederhana sekali, tapi sangat berarti.

Terkadang kita sering lupa untuk berhenti sejenak. Apalagi hidup di ibukota yang hampir tidak pernah tidur. Setiap hari kita dikejar oleh target-target yang harus dicapai, kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi, aktifitas-aktifitas yang harus dilakukan demi karier atau masa depan cemerlang.

Bayangkan jika kita sedang berjalan di taman. Kita jalan cepat, hanya memandang lurus saja sepanjang perjalanan. Kita sibuk dengan ritme tubuh dan kaki kita, tak mempedulikan semua yang ada di sekitar kita. Kita hanya fokus dengan diri sendiri dan pandangan yang di depan kita. Berbeda sekali jika kita sedang berjalan cepat, lalu kita berjalan santai dan akhirnya berhenti untuk duduk sejenak di kursi taman sambil menikmati lalu lalang dan apa yang ada di depan kita. Pasti kita melihat point of view yang berbeda. Kita pasti akan menikmati apa yang ada di sekitar kita. Kita akan lebih tenang, mindful dan menghargai sesuatu yang kita lihat atau rasakan.

Jadi, tak ada salahnya untuk berhenti sejenak. Tak ada yang salah jika kita menghabiskan 1 hari dalam seminggu hanya untuk berhenti sejenak dari segala kesibukan. Melakukan hal-hal yang kita suka, suapi pikiran dan tubuh kita dengan sesuatu yang lebih positif dan menyenangkan.

Lupakan target-target yang harus dipenuhi. Lupakan hal-hal yang berbau materi. Jauhkan mata dan pikiran dari gadget dan social media. Fokuskan pikiran dan energi untuk diri sendiri. Pejamkan mata, senyum lah dan ucapkan mantra-mantra yang positif.

You’ll be amazed. :)

 photo x-andra4_zps7f1083c1.jpg

8 comments:

  1. Bener banget Kak Andraa.. setuju ! tubuh dan pikiran pun punya hak-nya untuk 'bersantai' :D

    ReplyDelete
  2. Kalo aku lagi sakit namun pikiran kerjaan melanda, ada 1 word andalan aku : "Rest if you must, but don't you quit". Ada saat2 dimana kita harus bener2 istirahat, jangan dipaksakan, namun jangan jadi males juga :D

    Bener banget ndra.. terkadang ditengah2 keruwehan kerjaan (apalagi kerjaan kantor) kadang aku suka ke taman, merenung, bengong sebentar, denger percikan air (kebetulan kantorku di mall yg ada taman outdoor *lucky me*) eh tiba2 inspirasi malah bisa datang! Sekarang uda jadi habit banget aku ky gitu ;)

    Itu sup ayam, samaak! Masuk angin langsung minta tolong mama bikinin sup ayam, asli anget dan segerrr

    ReplyDelete
  3. ini bener banget kak.. btw aku dulu juga addicted sama obat *harus dikurangin*

    ReplyDelete
  4. Love this post.
    Thanks Andra for reminding that life is precious.

    ReplyDelete
  5. Berhenti sejenak, menikmati hari di atas tempat tidur,,, itu mewah bangeettt kak Alooo....
    Saya nggak bisa 'berhenti sejenak' sejak punya batita. Nggak ada liburnya jadi ibu. Huhuhu...

    ReplyDelete
  6. aahhhh bener banget... beberapa bulan terakhir ini aku lagi akrab sama obat, alergi kambuh lah, maag lah. Jadi istirahat di rumah, cuma tiduran di kasur dan ga ngapa-ngapain itu sangat menyenangkan.. thank you malo selalu share your positive energy and thought :*

    ReplyDelete
  7. teh+madu+lemon itu emang juara, tapi lebih juara lagi sih apapun makanan dan minuman yang dibuatin ibu :)
    dan betul banget, kita emang butuh min 1 hari dalam seminggu buat sekedar istirahat atau bahasa enaknya leyeh leyeh di kasur, hahaha, ini walaupun cuma ngulet ngulet sampai siang rasanya nikmat banget

    ReplyDelete
  8. Kak Alo, boleh tau ini kameranya apa dan lensanya F dan mm berapa? Makasih Kak :)

    ReplyDelete