Friday, October 30, 2015

MY FINANCIAL JOURNEY #1: FINANCIAL PLANNING

 photo fp-part1_2_zpsfh3ozitw.jpg
Siapa sih yang gak mau jadi orang kaya? Gak perlu muluk-muluk jadi milyuner atau sebagainya deh.. Paling gak kalau mau beli apa-apa, atau kemana-mana gak usah pusing mikirin berapa uang yang harus dikeluarkan. Atau misalnya gak usah pusing mikirin bagaimana cara menutup semua pengeluaran di bulan depan, padahal sekarang belum gajian. Saya rasa semua orang ingin jadi orang kaya, termasuk saya..

Saya sendiri tipe orang yang merasa ‘cukup’ bisa menabung. Kenapa saya bilang cukup? Karena menurut saya, kalau saya lagi butuh atau ingin sesuatu pasti saya bisa menabung kira-kira selama 3-6 bulan. Caranya? Menyisihkan sedikit dari income per bulan saya di pos-pos tabungan yang saya punya.

Saya juga selalu mempraktekkan ilmu dari ayah saya yaitu menyiapkan dana darurat selama 6 bulan yang selengkapnya bisa dibaca disini. Eh, tapi saya lupa sekarang saya sudah punya suami dan anak. Sewaktu saya melirik ke tabungan darurat saya minggu lalu, ternyata dana darurat yang saya miliki hanya menutup kebutuhan pribadi saya saja – bukan keluarga.

Dana darurat tersebut sebagian besar sudah digunakan untuk membayar operasi, bayi tabung, biaya bolak-balik ke Penang, biaya konsultasi dokter hingga biaya persalinan. Tapi ya memang sewaktu kami memutuskan untuk operasi pengangkatan tuba falopi dan bayi tabung, kami nekat banget karena sebenarnya budget yang kami punya gak cukup, tapi di sisi lain kami harus melakukan operasi dan bayi tabung sesegera mungkin agar rahim saya bisa terselamatkan dan saya masih punya kesempatan untuk hamil.

***

Balik lagi pada masa dua minggu setelah saya melahirkan. Rasanya bahagia sekali punya momongan yang selama ini kami impi-impikan tapi miris saat menengok isi rekening Dana Darurat kami.

Saya yang seharusnya mau cuti kerja selama 6 bulan pun mulai gerah. Gerah dalam arti gak suka kalau saya gak punya uang jajan, untuk beli lipstik, makeup, sepatu, ke salon, pijit, arisan dan hal-hal lain yang saya suka. Masa kalau mau beli lipstik atau bulu mata palsu masa sih minta sama suami? Sebagai istri dan wanita, saya yakin banyak wanita di luar sana yang juga punya gengsi tinggi seperti saya – dan memang lebih suka kalau punya uang jajan sendiri.

Walaupun suami selalu mencukupi seluruh kebutuhan keluarga kecil kami, saya selalu berusaha membantu karena keinginan saya juga banyak. Ingin liburan, ingin punya ini-itu ina-inu.. tapi di sisi lain kami harus mulai menabung untuk mengisi rumah baru kami, membayar kartu kredit setiap bulannya dan menabung untuk Aura mulai dari biaya sekolah hingga kuliah.

Pusing?

BANGET.

Sebagai istri yang bertugas mengatur cash flow rumah tangga, saya cukup kelimpungan dengan urusan ini, walaupun selalu pasang muka bodo amat dan berusaha senyum walaupun isi rekening kami kadang isinya sedikit. Kami selalu memimpikan jadi pasangan yang bisa lepas total dari beban finansial suatu hari nanti, walaupun sebenarnya kami gak terlalu ambil pusing soal finansial rumah tangga.

Tapi Tuhan baik sekali, selalu menyelamatkan kami dari segala kesusahan dan cobaan (apalagi kalau lagi bokek hahaha).

“Sayang, aku baru ketemu seseorang nih. Namanya Adri*. Adri ini ternyata Financial Planner (Perencana Keuangan).”

*nama samaran

Suami saya duduk di samping tempat tidur kami, masih menggunakan baju perginya.

“Kamu mau gak ketemu dulu sama Adri ini? Kayaknya kita butuh deh Financial Planner.

Coba kalian tebak ekspresi saya gimana waktu suami saya ngomong gitu? Saya melirik dengan TATAPAN HOROR.

HOROR.

Reaksi saya selanjutnya, “..tapi uang kita lagi tiris banget. Bayarnya berapa coba?” (masih dengan tatapan horror takut gak bisa bayar si Financial Planner)

Intinya ajakan suami saya itu berlangsung 2 bulan sampai akhirnya saya berani bilang “aku sih yes.” Dan hari yang ditunggu-tunggu datang juga. Sumpah deh mau ketemu Financial Planner tuh tegang banget, deg-degan dan sebagainya. Sempet takut gak cocok dan lain-lainnya. Apalagi si Adri ini laki-laki. Kalau saya bilang saya harus punya budget beli lipstick, bakal diketawain gak ya?

Akhirnya kami bertemu dengan Adri di sebuah kafe di Kemang. Long story short, saya merasa cukup yakin menggunakan jasanya. Di pertemuan kedua dan ketiga suasana semakin rileks dan ternyata Adri datar-datar aja kalau saya bilang, “Aku kan perlu ke salon, pasang kuteks, aku perlu beli bedak, eye makeup remover, dll dll. Ya udah bikinin budgetnya ya Dri!”

Setiap kami mencatat segala kebutuhan hidup dan gaya hidup kami, Adri selalu sabar banget mencatat dan kami jadi gak canggung untuk buka-bukaan soal cash flow rumah tangga kami.

Well, sebenarnya inti dari cerita ini bukan saya mau jadi orang tajir (ya mau sih siapa yang gak mau hahaha) atau impresi kami terhadap Financial Planner kami.

***

Tapi kenapa kami akhirnya merekrut Financial Planner?

Karena kami ingin punya kebebasan finansial. Bebas dari beban-beban finansial yang menghantui kami saat ini dan di masa depan.

Saya sering banget bertemu orang yang punya income puluhan juta tapi selalu bilang, “Duh di ATM gue tinggal 2 juta padahal gue harus bayar cicilan mobil.”

Coba kalian pikir, kemana tuh duit puluhan juta? Hahaha

Saya dan suami pun begitu kok, kami hampir selalu merasa tidak punya uang. Bukan masalah kami merasa tidak bersyukur dengan rejeki kami atau merasa tidak cukup dengan income yang kami dapat, tapi masalah bagaimana mengelola uang kami. Sering kali kami dapat income yang melebihi ekspektasi kami, tapi saat kami melihat ke rekening.. loh kok uangnya segini-segini aja ya?

Kami juga punya kekhawatiran terhadap masa depan kami seperti bagaimana nanti jika Aura harus sekolah, mengingat biaya pendidikan anak sekarang mahal sekali.

Jadi dengan merekrut Financial Planner, kami punya gambaran-gambaran bagaimana mengatur cash flow kami hingga perencanaan pengeluaran di masa depan seperti ingin menambah anak dengan proses bayi tabung, biaya sekolah hingga kuliah dan impian memiliki art space milik keluarga.

***

Apa yang Financial Planner kami kerjakan?

Ia mengatur dan membantu kami merencanakan skema keuangan kami, berapa yang harus kami sisihkan per bulan untuk menutup biaya hidup, gaya hidup hingga merealisasikan rencana-rencana kami. Ribet? Itu udah pasti. Pusing? Ya abisss masa gak pusing kalo ngomongin uang. Tapi mendingan bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian, kan?

Dan satu hal yang selalu saya ingat-ingat, tujuannya nanti agar kami sekeluarga punya kebebasan finansial. Semangat!

***

Di pertemuan ketiga kami dengan Adri*, ia mulai memberikan masukan-masukan yang lumayan membuat saya mikir semalaman. Contohnya harus menyiapkan dana darurat keluarga sebanyak 12 bulan, jaga-jaga kalau terjadi suatu hal yang tidak kami inginkan.

*nama samaran, si “Adri” ini belum mau disebut-sebut di blog aku :D

 photo fp-part1_4_zps1ibmziic.jpg

Selain itu Adri juga menjelaskan 7 poin penting tentang mengatur keuangan pribadi maupun rumah tangga. Ia menjelaskan sebagai berikut:

  • Zakat/amal adalah hal pertama yang selalu disisihkan dan dikeluarkan setiap bulan sebanyak 2,5%.
  • Hutang & Kewajiban, salah satunya membayar cicilan atau tagihan kartu kredit.
  • Dana Darurat, pengeluaran rumah tangga yang harus disiapkan untuk 12 bulan. 
  • Dana Proteksi
  • Dana Investasi
  • Biaya Hidup
  • Gaya Hidup, poin terakhir nih yang paling sulit. Karena biasanya gaya hidup itu sifatnya gak wajib, seperti ngopi di cafe, beli-beli makeup dan sebagainya.

Saya mengangguk-angguk saat ia menjelaskan 7 poin di atas, lagi-lagi suka kelewatan bayar zakat padahal saya sering diingatkan seperti cerita saya disini. Adri juga menjelaskan bahwa apa yang terjadi di masyarakat sekarang adalah Biaya Hidup dan Gaya Hidup justru dijadikan prioritas utama, Zakat dan Hutang malah jadi urutan yang terakhir.

Lagi-lagi ini teguran buat saya dan suami. Tapi kami jadi makin yakin dan bersyukur karena kami akhirnya menggunakan jasa Financial Planner. Kami resmi memulai semua ini tanggal 1 November besok, deg-degan banget. Tapi Adri menjelaskan bahwa pada awal-awal pengerjaan ini pasti banyak sekali penyesuaian dan adaptasi yang akan kami alami.

Oiya, pasti pada nanya bagaimana dengan dunia per-beauty-an saya? Tenang aja, saya punya 'jatah' sendiri setiap bulannya untuk beli kosmetik atau shopping, walaupun sekarang hal tersebut gak jadi prioritas.

“Do not save what is left after spending, but spend what is left after saving.” – Warren Buffet

Last but not least, sharing saya soal menggunakan jasa Financial Planner/Manager ini justru untuk membantu teman-teman yang membaca tulisan ini. Dari awal saya sudah niat sharing karena banyak orang di lingkungan saya yang sehari-harinya terbebani oleh kondisi finansial mereka. Selain itu, jika jasa Financial Planner/Manager tidak lagi asing di masyarakat dan masyarakat Indonesia banyak yang memiliki beban finansial, bayangkan kondisi perekonomian negara kita.. Pasti akan jauh lebih damai dan menyenangkan :)

Saya yakin sharing ini akan berguna untuk banyak orang, dari mulai individual, pasangan baru, keluarga maupun untuk berbisnis. Siapa pun bisa memakai jasa Financial Planner, berapa pun gaji atau pemasukkannya. Thanks for reading!

Read more: What My Dad Taught Me About Money

 photo x-andra4_zps7f1083c1.jpg

63 comments:

  1. Wih, selamat memulai hidup baru kak Alo.
    Aku pengen deh, tapi gaji aku kecil :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Intan, seperti yang sudah aku tulis di atas, gaji kecil bukan masalah. Yang penting berapa banyak yang bisa kita tabung. Gak ada salahnya belajar beberapa hal tentang financial planning, ada temannya temanku gajinya cuma 2,5jt per bulan tapi dalam 2 tahun ia bisa membeli rumah di Jakarta. Hebat banget kan!

      Besar kecilnya gaji itu kan relatif :) good luck ya!

      Delete
    2. Keren banget ya mbak alodita temennya bisa beli rumah dalam 2 tahun dengan gaji 2.5 juta. Pasti super ngirit itu dan balik lagi ke prioritas mungkin yaa... :)

      Regards,
      @HEYDEERAHMA | A Story From Indonesia Lifestyle Blogger

      Delete
  2. Mba Andraaaa makasih banyak sharing nya :* :* :* abis baca ini aku jadi kepikiran ini itu tentang financial aku, tadinya boro-boro, ada sale gesek kartu, makeup baru beli, jalan-jalan ama makan di luar sama sekali ngga kekontrol pengeluarannya, tiap akhir bulan sedih liat rekening. Pengen tau lebih banyak tentang finansial planning ini, ditungguin banget part-part selanjutnya ya mba hehehe
    penasaran deh mba, kalo pos2 rekeningnya itu waktu di periscope kan mba andra bilang bikin 7 rekening ya? itu dalam satu bank yang sama atau beda mba?
    makasih mba Andra :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hello! Hahaha iya aku juga gitu kok awalnya.. 7 rekeningnya ada dari bank yang sama, sisanya ada dari 2 bank yang berbeda :) kebetulan aku dan suami udah punya beberapa rekening dari bank berbeda, jadi gak masalah untuk kami berdua.

      Delete
  3. Haiii Kak Alo!

    Udah lama banget gak baca kak Alo, pas buka blogspot lagi ehh ada new post dari sini, dan passs banget topik yg dibahas yg lagi memang aku gumuli banget.

    Aku baru aja memasuki rumah tangga baru dan jujur soal finance, bisa dibilang aku masih newbie banget. Aku sama suami lagi rajin banget ngomongin soal finance, karena menurut kami ini penting banget untuk dibahas. Sebelum nikah, aku sering ngalamin jumlah rekening yg pas-pasan. Wolopun Tuhan baik nggak pernah biarinin aku kekurangan, cuman tetep aja ya, kalau udah berumah tangga gini, rekening tipis tuh harus dihindari banget, dan memang mimpi kami untuk bisa punya kebebasan finansial, apalagi di usia muda. Kalau untuk hire financial planner memang belum perlu sih, cuman emang harus banget susun rencana keuangan untuk masa depan keluarga yg lebih baik.

    Makasih banget Kak Alo buat sharing finansialnya. Karena jarang banget aku nemu blogger lokal yg "berani" share masalah keuangannya. Top banget deh, hihi.

    Have a blessed day!

    xoxo,
    Jane

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Jane, hihihi iya kok aku juga masih newbie, makanya perlu banyak belajar dan dalam proses belajarnya aku juga harus sharing disini :)

      Iya betul ngomongin uang selalu jadi hal tabu kalau di Indonesia, tapi demi kemajuan ekonomi nusa dan bangsa aku harus tulis semoga bisa bantu orang banyak :) good luck Jane and hubby! x

      Delete
  4. pas banget ini saya juga bergumul dengan financial baik, segi personal dan finansial usaha..sampai download aplikasi monefy untuk mengatur pengeluaran pribadi hehehe...thanks for sharing mbak alodita :D

    ReplyDelete
  5. Benar banget ka Andra, semakin banyak pemasukan pengeluaran juga sering semakin banyak. Control diri saat di mall itu sangat susah, kalau ga dari awal kita mengkotak-kotakkan keuangan kita diakhir bulan boro-boro nabung yang ada malah minus. Sangat menginspirasi blog nya ka

    ReplyDelete
  6. Gak sabar mau baca part selanjutnya, nanggung banget ini yang part 1.
    Anyway, aku juga merasakan hal yang sama loh. Merasa bisa nabung, tapi kok rekeningnya segitu-segitu aja, hhehehe
    Dan aku mau coba untuk bikin pos-pos tabungan deh mulai sekarang, sebelum memutuskan untuk hire financial planner.

    Thanks a lot Kak Alo...
    xoxo

    ReplyDelete
  7. Ah, so that's it! Seringkali kecele masalah biaya hidup sama gaya hidup. Brarti dua hal ini kl bisa rekeningnya dipisah juga ya?
    Ah jd penasaran sama part 2-nya

    ReplyDelete
  8. Financial issue yg sangat bikin pusing ya mbak Alo... kl suami all he thinks just how to earn dan selanjutnya dia serahin pengelolaan nya ke saya... 3 thn pernikahan dan masih belajar terus how to make it perfect... problem nya di saya adalah susahhh banget rasanya punya tabungan dlm bentuk cash... pasti gatelll bgt bawaannya pengen make... :(

    ReplyDelete
  9. Financial issue yg sangat bikin pusing ya mbak Alo... kl suami all he thinks just how to earn dan selanjutnya dia serahin pengelolaan nya ke saya... 3 thn pernikahan dan masih belajar terus how to make it perfect... problem nya di saya adalah susahhh banget rasanya punya tabungan dlm bentuk cash... pasti gatelll bgt bawaannya pengen make... :(

    ReplyDelete
  10. Mba Renny...
    Samaan bangeet, ak juga ga bisa pegang uang cash,
    Susah payah ngatur keuangan, planning punya baby harus lebih kerja keras lagi supaya ga jebol dan bisa nabung untuk masa depan keluarga.

    Ka alo, ditunggu another part financial planning nya ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehee... ternyata ada temen nya jg yg ngga bisa megang uang cash... :D
      akhirnya saya buka tabungan yg ngga bisa diambil sampe batas yg ditentukan... dan ngga ada kartu atm nya juga... alhamdulillah akhirnya bisa nabung juga...

      Delete
  11. Finally tulisannya dipost ya Ndraaa :*
    It will help many people out there yang seringkali punya masalah sama yang sering bikin pusing ini huhuhuhu
    keep updates ya Malooo how this thing works for you later :)))

    ReplyDelete
  12. Dang! Bener banget Malooo.. Urusan finansial ini emang selalu bikin pusing huhuhu thank you for sharing dan pencerahannya~ :*

    *brb disccus lagi sama suami*

    ReplyDelete
  13. kak andra makasih sharingnya, ku juga memiliki impian yang sama, saat kuliah ada matakuliah yang menjelaskan kebebasan finansial juga, ditunggu kak cerita selanjutnya!! super excited

    ReplyDelete
  14. assalamualaikum... ka alo makasih banget catatan 7 pointnya berguna banget fan aku mulai catet nilai 7 point itu yg hrs aku keluarkan setiap bulannya. Aku mau tanya kalau untuk dana pendidikan pribadi kita misalnya aku mau ikutan kursus yg mengeluarkan budget masuk ke point berapa ? thank you a lot ka alo. semoga selalu sehat ya sm baby Aura dan suami 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Alfy, dana pendidikan bisa dimasukkan ke Biaya Hidup atau Gaya Hidup, tergantung les tersebut tujuannya untuk apa :) pendidikan kan bermacam-macam juga, ada yang formal dan non formal.

      Delete
  15. kak alo, Masya Allah, aku langsung utak atik keuangan nih, karena kmaren2 hanya mikirin biaya hidup dan tabungan ja.. kalo dana-dana yg lain seperti darurat, proteksi, investasi malah gak kepikiran.. makasih banyak yah kak alo infonya.. walaupun masih part 1..
    your blog my isnpiration .. salam for aura suri ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Mba, aku juga mulai dari nol kok. Semangat ya kita! x

      Delete
  16. wah terima kasih kak alo buat ceritanya.. ditunggu kelanjutannya ya ;)

    ReplyDelete
  17. Hi, Mba Andra

    FYI; Saya penggemar Mba Andra banget loh hihihhi. Seneng banget baca post yang ini : )

    Yang dibilang diatas betul sekali ya mba. Alhamdulillah saya sudah mencoba ini sejak 6 bulan lalu, memang awalnya kaget banget banget. Dan beruntungnya pacar saya orang ekonomi, jadi saya banyak belajar dari dia. Dia juga yang menganjurkan saya untuk bunya dana darurat dll. Tapi tenang aja mba, setelah beberapa bulan ke depan kita menjalani ini, pasti pikiran jauh lebih tenang dan senyum senyum sendiri hahah Sebelumnya? Boro boro tenang, malah yang ada mikir bulan depan makan apa dan uang transport darimana. Semangat, Mba. Kita pasti bisa terbebas dari masalah financial. Yang penting niat dan gak mudah tergoda untuk membeli barang barang yang sebetulnya gak kita butuhkan.

    ReplyDelete
  18. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  19. Ka alo seneng deh baca tentang finansial plan ini, jujur aku sih fokus terlalu banget sama masa depan salah satunya rumah impian pdhal udh ada rumah sendiri tp berasa blom klop gitu. Jd jatuhnya kayak pelit ke diri sendiri krna impian itu. Apalagi buat urusan gaya hidup "makeup" suka maju mundur sendiri gitu klo mau beli pdhal alhamdulilah uang ada dan suami mendukung. Belum lagi saya anti kartu kredit alias gesak gesek.Jd klo liat ig ka alo suka tarik nafas sendiri kipas2 #lebay kepengen banget. Gimana sih ka bisa gak sayang gitu beli produk kecantikan yg mahal gitu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Farida, kalau untuk produk makeup dan sebagainya aku memang selalu ada budgetnya untuk shopping. Kalau sayang gak sayang, itu tergantung masing-orang, kan setiap orang punya hobi yang berbeda-beda :)

      Delete
  20. Wahhhh,,, ini BAMMMM banget! thank you udah sharing..

    ReplyDelete
  21. glad to read this. sangat membantu 7 poin pentingnya!!!
    ditunggu kelanjutannya ya mba alo :)

    ReplyDelete
  22. Kak Alo, aku juga kadang sedih banget karena paling ngga bisa sama yang namanya ngatur uang. Pasti mau itu udah nyisihin berapapun buat ditabung ujung-ujungnya juga bakal kepakai dan langsung habis, efeknya jadi ngga punya tabungan lagi dan jadi pesimis kalo mau nabung lagi. Jadi Insha Allah aku mau nyoba yang 7 poin penting dari Kak Alo itu, tp btw dana proteksi dan dana investasi itu contohnya apa ya Kak? Dana darurat sama dana investasi aku juga bingung bedainnya. Thanks KakAlo :)

    ReplyDelete
  23. waw. kebetulan sekali nih mamalooo aku baru saja menikah dan bingung bagaimana cara mengatur keuangan, biar bisa tetep nabung untuk masa depan dan mengatur kebutulan lainnya ditambah namanya keluarga baru pasti masih butuh pencerahan untuk masalah keuangan, dan mamalo salah satu yang menginspirasi, thanks

    ReplyDelete
  24. waw. kebetulan sekali nih mamalooo aku baru saja menikah dan bingung bagaimana cara mengatur keuangan, biar bisa tetep nabung untuk masa depan dan mengatur kebutulan lainnya ditambah namanya keluarga baru pasti masih butuh pencerahan untuk masalah keuangan, dan mamalo salah satu yang menginspirasi, thanks

    ReplyDelete
  25. terima kasih banyaaaakkk.... sangat membantu banget buat aku yang semenjak nikah, punya suami, punya anak pernah punya ancang-ancang buat financial planner tapi ga pernah kesampean alhasil semua penghasilan yang kita (aku & suami) dapet loss gitu aja, tapi setelah baca ini aku jadi kepikiran lagi buat bikin financial planner mengingat usia anakku sudah melewati 2 tahun,mudah2an kali ini berhasil buat bikin financial plannernya, thanks bgt yaaaaa

    ReplyDelete
  26. hai kak alodita,

    salam kenal yah kak.
    aku newly married nih kak, dan di awal pernikahan udah lumayan pusing dengan urusan keuangan.
    pas baca blog kamu, aku merasa ada sedikit beban yag terangkat. hehe

    ohiya, aku mau tanya untuk point dana darurat itu maksudnya gimana ya kak?
    uang yg ditabung perbulan selama 12 bulan atau gimana yah?

    kindly reply yah kak ;)

    thank youuu banget
    raisa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dana darurat adalah pengeluaran 6-12 bulan. Jika pengeluaran per bulan adalah 10 juta, maka dana darurat yang harus dimiliki sebanyak 120 juta. :)

      Delete
  27. Mba andra,,

    kalo rekening untuk pos-pos tadi baiknya dipisah sama rekening buat bisnis apa gimana mba andra?

    ReplyDelete
  28. Hi Mba Alo,

    sori aku telat baca yang judul ini, kemarin2 skip baca, nah tadi pas baca, ternyata tentang financial plan yang aku lagi pusingin banget nih.
    Anyway Mba, jasa seperti Mas Adri itu berapa ya? apakah mereka yang mematokkan harga jasa nya? dan apakah per sesi ketemu atau gimana?
    Soalnya saya dan suami juga merasa butuh jasa seperti mas Adri, apalagi kebiasaan dari masa lajang, suami adalah tipikal yang boros, jadi sepertinya cocok untuk cari jalan keluar dengan mengandalkan financial planner.

    Thank you before atas tulisan inspiratifnya. Keep Up!

    ReplyDelete
  29. Hi andra,

    Boleh share gak fungsi financial planner itu sebenarnya seperti apa. kalau kita sudah tau pos2 apa saja yang perlu kita sisihkan untuk gaji kita, apakah masih butuh financial planner?
    apakah kita bisa atur sendiri sesuai pos yang ada, kalau misalnya bisa fungsinya financial planner berikutnya apa ya? apakah ikut mengatur investment kita juga?
    Maaf saya baru banget soal ini.
    thanks sebelumnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Perlu atau nggak itu tergantung kebutuhan masing-masing kok, kalau saya merasa sangat perlu untuk menghitung dana-dana yang dibutuhkan untuk target jangka pendek dan jangka panjang -- yang menurut saya sangat rumit kalau hanya dikerjakan oleh saya dan suami. Makanya kami butuh jasa Financial Planner. Financial Planner juga pasti bisa menyesuaikan dengan kebutuhan kita, tapi kalau saya lihat orang-orang yang memakai Financial Planner ujung-ujungnya pasti adalah orang-orang yang ingin punya kebebasan finansial. Semoga terjawab ya!

      Delete
  30. kak andra bs didapat dimana yaa jasa sewa financial planner. n dana darurat it ditaro di rekening yg gabisa diambil y kak ?? tnx

    ReplyDelete
  31. Hi Andra,

    Waktu baca post kamu yang ini langsung berasa spot on banget, soalnya aku emang udah lama berencana ingin sewa jasa Financial Planner untuk masa depan finansial keluarga kecil aku. Maklum, seperti pada emak-emak muda pada umumnya, ngeliat biaya pendidikan untuk si buah hati yang di jaman sekarang ini bikin kebat kebit disko di jantung :'))) belum lagi ditambah pengen ada liburan keluarga, dan gaya hidup lainnya.

    yang aku bingung itu, kalau mau sewa jasa Financial Planner itu harus kemana, dan kira-kira sewa jasanya itu berapa? mudah-mudahan bisa terjawab di part yang berikutnya ya..

    Thank you for sharing Andra, keep posting and inspiring people! :)

    ReplyDelete
  32. Hi Mba, artikel ini bikin aku inget beberapa temanku. dari yang udah mulai mikir investasi dan yang skrg masih fokus di "fun" nya gaji dan aku mau share ke mereka buat bahan pertimbangan dan ilmunya selain buat aku sendiri juga. oh ya, cerita juga soal pemilihan financial planner nya dong Mba dan pertimbangan apa yang Mba punya buat hire FP.

    Terima kasih

    ReplyDelete
  33. Hi Mba, artikel ini bikin aku inget beberapa temanku. dari yang udah mulai mikir investasi dan yang skrg masih fokus di "fun" nya gaji dan aku mau share ke mereka buat bahan pertimbangan dan ilmunya selain buat aku sendiri juga. oh ya, cerita juga soal pemilihan financial planner nya dong Mba dan pertimbangan apa yang Mba punya buat hire FP.

    ReplyDelete
  34. Hi Mba, artikel ini bikin aku inget beberapa temanku. dari yang udah mulai mikir investasi dan yang skrg masih fokus di "fun" nya gaji dan aku mau share ke mereka buat bahan pertimbangan dan ilmunya selain buat aku sendiri juga. oh ya, cerita juga soal pemilihan financial planner nya dong Mba dan pertimbangan apa yang Mba punya buat hire FP.

    Thanks

    ReplyDelete
  35. Thanks Ka Andra, bermanfaat banget terutama bagi kita pasangan muda yang baru menikah. Tahun depan aku mulai tinggal berdua dengan suamiku jadi lagi belajar ngatur cash flow dari sekarang. Tapi sekarang masih tinggal bareng orangtua jadi masih susah ngatur :(

    Btw if you don't mind tengok blog aku dong oak :D thanks!!

    unspoken-thoughts.com

    ReplyDelete
  36. Mau tanya kak Andra, dana proteksi presentasenya gimana ya? Itu kan harus urut ya? Kalau biaya hidupnya ternyata above expectation ngambilnya ke atas gitu ya?

    ReplyDelete
  37. Ka Andra,

    Ditunggu postingan part 2 nya :D
    Inspiratif sekali.

    ReplyDelete
  38. Mba Alo terima kasih sharingnya, nancep di hati banget kalau biaya hidup dan gaya hidup ditaro urutan terakhir (catet!). Setidaknya 7 urutan pengeluaran itu bisa jd acuan pengelolaan keuangan keluarga.. ditunggu next postnya ttg keuangan ya mba..

    ReplyDelete
  39. Mba Alo terima kasih sharingnya.. nancep dihati banget tu untuk biaya hidup dan gaya hidup ditaro urutan terakhir.. setidaknya 7 urutan pengeluaran bisa jadi acuan pengelolaan keuangan keluarga.. ditunggu post keuangan selanjutnya mba..

    ReplyDelete
  40. thanks kak andra,,tulisannya sangat menginspirasi... sangat malu karena sampai saat ini masih belum bisa memilah antara kebutuhan and dunia "fun" saya.

    ReplyDelete
  41. hi kak andra..mencari jasa financial planner nya dmn yah?..dan sewa nya itu brapa?..pgn nih punya financial planner..

    ReplyDelete
  42. Mba andra makasi sharingnya.... iya nih pas lajang bisa nyisihin uang, tapi setelah nikahan sesuai keinginan miris liat tabungan hehehe... 7 stepnya mungkin bakal aku ikutin juga. terutama step 3 itu belom kepikiran sama sekali ^_^... semangat!

    ReplyDelete
  43. Hi mbak Alo..
    udah lama banget mau nanyak cara buat blog
    selalu nyoba buat blog di blogger tapi aku banyak lihat yang sekarang-sekarang ini semua blog nya .com

    gimana ya mb cara mulainya
    aku udah lama banget pengen nge blog, setidaknya ada kerjaan disela-sela kerja aku supaya nggak boring sama kerjaan yang itu-itu aja.

    Makasih Mb Alo..

    ReplyDelete
  44. Mba Alo, aku abis baca lagi artikel ini. aku mau tanya, dana proteksi dan dana investasi maksudnya apa ya??? Dana investasi itu apa hanya tabungan aja ato termasuk dana yang dipake buat beli rumah ato emas gitu?? Terima kasih

    ReplyDelete
  45. Mba Alo, aku abis baca lagi artikel ini. aku mau tanya, dana proteksi dan dana investasi maksudnya apa ya??? Dana investasi itu apa hanya tabungan aja ato termasuk dana yang dipake buat beli rumah ato emas gitu?? Terima kasih

    ReplyDelete
  46. Hallo mbak andra,, mau nanya cara bagi uangnya ke dalam 7 point yg mbak andra omongin td diatas gmana yah?? Klo kyk zakat kan dah pasti tuh 2.5% dari pemdapatan kita,, nah klo 6 point yg lainnya cara baginya gmana yah mbak?? Tks.. ��

    ReplyDelete
  47. Hello Alo, aku baru mulai baca blog Alo gara2 mau cari tahu ttg programme IVF. I am based in Wellington NZ and currently waiting to start my IVF programme here. and now my husband kinda addicted reading your blog too :) katanya blog Alo bahasanya asik and gak bosenin and lagi baca2 blog and I came past about financial. Iya bgt aku org yg worry bgt sama uang karena tergolong bolos and ini point2 yang ok bgt and pengen juga punya financial planner.Cuman gak tahu nih di NZ ada apa enggak. But this article blows my mind....thanks bgt Alo udah tulis blog soal finance...mau mulai kita praktekkin soon :) and juga keren bgt pembahasan soal IVF we are rather blessed in NZ we are free of charge so our treatment starts soon ....pray for us yah..and juga baru mau mulai ngeblog tapi amsih agak takut2......

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hello dear! Thank you for stopping by :)

      Setau aku financial planner harusnya ada di setiap negara, mungkin bisa tanya sama orang Bank atau orang yang kerja di Bank. Lalu masalah ngeblog, nggak usah terlalu dipikirin :) Tulis aja, siapa tau bermanfaat untuk orang lain atau buat kenang-kenangan saat kita tua nanti. Good luck for everything, salam untuk your hubby ya! :D

      Delete
  48. Hai Mbak,

    Bertanya dong, kan ditulis bahwa dana Darurat adalah pengeluaran rumah tangga yang harus disiapkan untuk 12 bulan.
    Misal pengeluaran rumah tangga 5 juta, berarti harus mempersiapkan 60 juta kan. Nah, kita nabung menghimpun si 60jt ini dalam rentang waktu berapa lama yah?

    Terima kasih sebelumnya, maaf yah nanyanya detil banget :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Dyah, thanks for asking!

      Iya betul, dana darurat yang harus disiapkan kurang lebih 60 juta, kalau bisa lebih malah lebih bagus :) Untuk jangka waktu untuk menyiapkan dana darurat itu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing, tapi yang jelas harus jadi prioritas utama karena namanya Dana Darurat pasti akan terpakai jika terjadi sesuatu di luar perencanaan kita.

      Kalau bisa menghimpun dana dalam 3-6 bulan itu sudah bagus sekali, tapi kalau dalam jangka waktu 6-12 juga nggak masalah. Yang penting sudah jadi prioritas.

      Semoga terbantu ya! Makasih :)

      Delete