Thursday, September 10, 2015

FOCUS

 photo 9ac433039a9a04f39e339f99f1979132_zpsxbgniqnx.jpgNtah ini hanya perasaan saya atau bukan, tapi saya perhatikan tata cara bahasa dan penulisan para Instagram users semakin kasar dan agresif. Belum lagi ada saja orang-orang yang senang menyerang bloggers dan influencers, ntah apa yang mereka pikirkan tapi menurut saya hal-hal tersebut kurang pantas ditulis di social media.

Tidak pernah terpikir oleh saya kalau hobby saya seperti foto, mereview produk-produk dan berbagi cerita membawa blog ini menjadi bagian dari karier saya. Di satu sisi awalnya saya cukup kaget dengan komentar-komentar negatif yang ditujukan untuk saya lewat social media. Awalnya saya gampang ‘panas’ dan sakit hati sewaktu seseorang bilang saya gendut, mencela bentuk betis saya atau menertawakan bagian fisik lainnya, lalu hal itu berlanjut lagi lagi dan lagi seperti yang sudah saya pernah ceritakan di blog ini. Ntah orang iseng kurang kerjaan dari mana yang membuat fake account dengan nama saya, lalu ia mengunggah foto saya yang memang terlihat gemuk. Dengan ‘rajin’nya orang ini mention orang-orang yang saya follow, intinya ia ingin saya terlihat jelek di mata semua orang. Gak beda jauh deh rasanya seperti ditertawakan ramai-ramai di depan umum.

Fase orang-orang mencela fisik saya pun terlewatkan, lalu mulai silih berganti hingga menyerang orang-orang yang saya sayangi. Suami saya beberapa kali dihina dan diremehkan, “Suaminya ngga jelas pekerjaannya. Kok kakak mau?”

Setelah saya punya anak, orang-orang mulai iseng lagi bilang anak saya jelek, jelek yah mirip bapaknya, kok mirip suaminya sih? Kenapa gak mirip kak Alo? dan berbagai kata-kata lain yang sifatnya bullying. Paling memorable, ada seorang Instagram user yang menuduh anak saya down syndrome karena saya tidak memajang foto-foto anak saya setelah lahiran. Ntah apa yang orang ini pikir, yang jelas ia cukup kreatif untuk mengada-ada sebuah cerita.

Ketika saya curhat soal kekesalan atau kesedihan saya dengan beberapa orang, reaksinya pun beragam. Yang terkadang bikin gemas adalah ketika beberapa orang menganggap remeh dengan mengatakan, ya itu resiko jadi seleb, ya itu resiko jadi orang terkenal, ya itu resiko pekerjaan. Percaya lah, saya yakin tidak ada satu orang pun yang berprofesi sebagai selebriti, artis, blogger maupun influencer yang memikirkan hal (resiko) ini sebelumnya.

Yang paling menenangkan dan selalu saya ingat ketika seseorang yang saya kenal, notabene seorang penyanyi terkenal di tanah air, meladeni curhatan saya malam-malam lewat Whatsapp. Waktu itu sangat yakin saya curhat dengan orang yang tepat kalau urusan cyber bullying, secara teman saya ini followers Instagramnya lebih dari 2 juta orang – belum lagi personal life-nya selalu jadi bahan omongan para pengikutnya maupun para haters. Ia mengatakan bahwa kita kadang-kadang dan tanpa disadari selalu fokus dengan yang negatif saja.

“Bagus”
“Bagus”
“Bagus”
“Bagus”
“Bagus”
“Bagus”
“Bagus”
“Bagus”
“Bagus”
“Jelek”
“Bagus”
“Bagus”
“Bagus”
“Bagus”
“Bagus”
“Bagus”
“Bagus”
“Bagus”

“Gimana bisa kesimpulannya “jelek”? Kan harusnya ngga begitu.. Tapi sering kali kita malah fokusnya hanya ke yang negatif.”

Seketika saya lega bacanya. Benar juga ya, harusnya saya tidak fokus dengan yang negatif.

Lalu saya diam, berpikir lagi.

Saya juga manusia yang punya perasaan sedih, senang, marah, capek dan stres. Terkadang kalau saya bad mood dan baca komentar negatif, saya juga bisa makin bad mood. Mungkin saya bisa tidak tidur semalaman ketika suami dan anak saya ikut dihina. Mungkin saya bisa menangis ketika fisik saya dicela, atau saat orang bilang saya munafik karena blog dan Instagram saya ‘palsu’ karena ada sponsored posts.

Saya juga manusia loh yang punya perasaan.

Mungkin pembaca saya perlu tau bahwa perlu waktu yang lama sekali, yaitu bertahun-tahun, untuk menerima dan mencintai diri saya apa adanya. Saya melalui proses yang sangat-sangat panjang untuk bisa percaya diri tampil di depan umum, nyaman dengan tubuh saya, menyuarakan pikiran-pikiran saya hingga saya punya semangat untuk bergerak dengan tujuan membantu perempuan-perempuan lain (dalam hal ini pembaca blog saya). Tidak mudah rasanya untuk percaya diri dan menyuarakan pikiran kita jika kita punya masa lalu yang tidak menyenangkan.

Bullying bukan sesuatu yang asing atau baru untuk saya, hanya kini medianya berbeda saja. Saat sekolah, saya pun jadi salah satu anak yang sering dibully. Dari Sekolah Dasar saya sudah dicela-cela karena saya keturunan Tionghoa, setiap tahunnya saya juga merayakan Imlek (waktu itu jamannya Pak Harto) dan harus merahasiakannya dari teman-teman sekolah saya. Sewaktu SMA saya sering ditertawakan di lapangan sekolah saat upacara, dicela, diremehkan sampai ada saatnya saya menangis di toilet sekolah.

Tapi percaya lah, orang-orang tukang bully dan haters itu sekarang bukan siapa-siapa dan gak jadi apa-apa.

Kenapa?

Karena mereka sibuk ngurusin kehidupan orang lain dan membenci orang lain tanpa alasan pasti. Kata yang tepat adalah insecure. Mereka insecure dengan dirinya sendiri, jadinya malah cari bahan ejekan atau menumpahkan kekesalannya terhadap diri sendiri.

Sedangkan yang jadi korban bullying, banyak yang memilih untuk diam dan introspeksi. Mencoba mencintai dirinya sendiri dan menerima dirinya apa adanya. Alhasil, orang-orang ini yang akan berkembang dan tumbuh menjadi pribadi yang menerima dan mencintai diri mereka apa adanya.

“The thing is, no matter how good you try to be, some people will just find a reason to project their negativity, which I think, are actually grown out of their own insecurities. Therefore, see the bigger picture. All the hate comments you're receiving are actually not personal to you - it's all about the haters themselves and what is missing inside of them.”
- Diana Rikasari

Semakin hari saya semakin mengerti dan memahami bahwa jika ada yang membenci, mencela atau ingin menjatuhkan saya, apalagi orang tersebut bukan orang yang saya kenal – itu bukan sepenuhnya masalah saya. Itu masalah mereka.

Karena itu saya harus lebih fokus lagi dengan orang-orang yang menerima dan menyayangi saya apa adanya. Orang-orang yang memotivasi saya tanpa kenal lelah. Orang-orang yang berterima kasih dan mengapresiasi dengan apa yang selama ini saya kerjakan. Orang-orang yang berkata mereka terinspirasi oleh saya, tapi mereka lah yang sebenarnya menginspirasi saya.

Focus on what you can control, not what you can’t. And do not feel sorry for yourself.

God bless you all x

Image from Pinterest.

53 comments:

  1. K alo sbar y, pasti ad rencana Tuhan yg baik dbalik ujian2 ini. K alo pasti bs n kuat utk mnjalani lika liku khdpan ini. Klise mngkin kedengarannya, tp k alo adlh wnta yg kuat n tegar. Smngat k, k alo hrs happy spya Baby Aura jg happy. Cantik itu relatif n yg utama itu inner beauty. Smngat n trs memberikan inspirasi k.

    ReplyDelete
  2. bunda alo..duh saya sedih bacanya....bener kata mbak alo lbh baik fokus sama orang2 yg menghargai mbak alodita...dari banyaknya yg ga suka..saya yakin pasti lebih banyak yg seneng dan terinspirasi sama mbak alo...saya jg termasuk org yg terinsipirasi dari mbak alodita. Tuhan pasti liat mbak dan membalas menurut kebaikan dan perbuatan org masing2...semangat ya mbak alodita..tetap kuat dan tetap jd inspirasi :)

    ReplyDelete
  3. Kak Alo, Jumat pagi baca postingan kakak, rasanya adem banget! Tulisan yang inspiratif, bikin sadar kalau orang sensian, sirik, atau mental bully nggak abis2 di dunia ini. Saya dapat kerjaan baru aja, masih ada yang nyinyir. Yang penting, kita nggak gampang down dengan orang-orang seperti ini, yang hobinya mencari kekurangan orang untuk menjatuhkannya. Tetap semangat, kak!

    ReplyDelete
  4. Kebetulan baru kemarin saya cek komentar di instagram Kak Alo dan menemukan beberapa komen yang saya jengah membacanya Sepertinya pihak yang berkomentar merasa dirinya sempurna. Ya, saya setuju sekali bahwa biasanya orang yang suka membully tidak menjadi apa-apa, karena mereka sibuk mencari kesalahan orang lain. Era sosial media sekarang juga menimbulkan munculnya beberapa orang yang mungkin tidak bahagia dengan hidupnya lalu sesukanya berkomentar jahat pada foto instagram beberapa orang yang termasuk influencer. Saya rasa semua hal ini akan membuat Kak Alo growing bigger and better. Saya juga sedang berusaha fokus untuk lebih mementingkan orang-orang terdekat yang sudah banyak mensupport dan selalu menyayangi kita, Cheers ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you komennya, hehe iya memang harus fokus. Kemarin aku ngerasa harus nulis aja dari pada disimpen-simpen, nanti malah jadi penyakit ;p

      Thank you thank you x

      Delete
  5. Emak alo...waah, aku belum pernah merasakan di bully seperti ini, tapi membaca tulisanmu aku bisa membayangkan bagaimana perasaan kita jika orang2 seperti itu selalu menghantui kita. kalo dari ilmu kesehatan jiwa, orang2 yang sukan membully itu memiliki gangguan jiwa loh mbak, SMS, istilah kami di RSJ. senang melihat orang susah, susah melihat orang senang. heheheh.. jadi, tetap semangat dan fokus. aku harus belajar banyak nih sama emak alo

    ReplyDelete
  6. Fokus fokus untuk yang positif. Tks and semangaaaaat

    ReplyDelete
  7. Wah, ngeri juga dibully sampai segitunya. Mereka kurang kerjaan dan kurang piknik kali, jadi bisanya mikir negatif melulu sama oranglain.

    ReplyDelete
  8. iya nih, IG yang tadinya adem rasanya sekarang mulai banyak yang suka nyinyir dan komen gak jelas. Tapi saya sepenuhnya setuju dnegan postingan ini. Fokus aja dengan apa yang kita lakukan dan orang-orang yang menyayangi kita. Menghadapi yang seperti itu, malah kitanya yang cape sendiri. ^_^

    ReplyDelete
  9. Instagram memanggggg gitu... --" mengerikan sekarang


    Semangatttt...

    ReplyDelete
  10. Semangat kakak ^^

    Thanks untuk sharingnya dan salam kenal ^^

    ReplyDelete
  11. Abaikan yang negatif. Toh mereka melakukannya sebatas iseng. Kenapa kita tanggapi serius? Oh, no! Nggak perlu, deh. Abaikan-abaikan-abaikan. Kamu harus punya mantra yang bisa memperkuat diri kamu sendiri, yang pada intinya, kamu kuat-kamu lebih baik dari mereka-kamu beruntung punya keluarga yang sayang sama kamu, untuk mengabaikan omongan sampah. Why dont you focus on something reachable ahead yang bisa membawanya pada kehidupan yang lebih baik, memuliakan dirimu dan orang-orang di sekitarmu? Lawan haters kamu dengan prestasi dan segenap pencapaikan yang barangkali tidak mungkin mereka raih. Xx.

    ReplyDelete
  12. Semangat Mba Alo, tidak ada seorang pun didunia ini yang sempurna karena sempurna hanya milik-NYA. Yang jelas tetap positif dan focus ya, mereka yang ngebully mungkin terlalu sayang sama kita saking sayangnya mereka bingung ngungkapinnya gimana jatohnya malah jadi bully. Dan itu bikin kita introspeksi diri untuk jadi pribadi yang lebih baik.

    Nice sharing mba dan terus menginspirasi ya :)

    ReplyDelete
  13. Duhhh... yang sabar ya Mba. Kebetulan beberapa hari yang lalu saya lagi gak ada kerjaan dan kepoin komentar-komentar yang ada di Ig mba >.< jujur beberapa komentar membuat saya risih dan "panas", apalagi mba ya >.<
    Tapi saya merasa juga mereka itu mungkin punya masalah dalam hidupnya dan melampiaskannya ke orang lain, ya tentunya alasan itu tidak dibenarkan juga. Hanya saja kita patut merasa kasian pada mereka. Mereka ini orang-orang yang tidak punya rasa percaya diri. Untuk menutupinya mereka menyerang orang lain. Kasian...

    Yang sabar ya Mba, yang mendukung Mba saya rasa jauh lebih banyak ^^

    Btw seorang teman fans berat suami mba ^^ gara-gara tulisannya di sini http://alstrojobaru.blogspot.co.id/2015/08/amazing-saturday-thank-you-ijf-2015.html saya pun mendengarkan lagu-lagunya ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks for sharing x

      Postnya aku kasih lihat juga ke Abenk, kita senang bacanya! :)

      Delete
  14. *peluk virtual*

    Andra sabar aja ya, Karma Do Exist ;)

    ReplyDelete
  15. "You could be the ripest peach in the world and still there will be some people who hates peaches."

    Gak inget who came up with the quote above tapi semoga quotenya menghibur Kak Alo :) Keep inspiring kak because diantara komentar2 jelek yg ditujukan ke kakak, jauhhhhh lebih banyak orang2 yang adore you and inspired by you

    ReplyDelete
  16. your haters actually your fanatic fans, mereka bahkan sibuk ikutin perkembangan Kak Alo walaupun respondnya negatif.

    Semangat Kak Alodita and keep inspiring !

    ReplyDelete
  17. This world doesn't have enough genuine people like you, Andra. Focus on the positive, and keep on keeping on! ;) xx

    ReplyDelete
  18. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  19. No need to waste your energy to those insecure people Ndraaa
    They're people who think and deeply feel that you're better than them

    Malo kesayangan dan inspirasi banyak orang, including me!
    Looove ♡

    ReplyDelete
  20. Mama alooo..selalu menginspirasi tulisannya! Pesanku biarlah anjing menggonggong, khafilah berlalu! Stay strong, Andra!

    ReplyDelete
  21. Semacam pengingat untuk diri sendiri, terima kasih ka :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku yang terima kasih sudah membaca tulisan ini. Thank you x

      Delete
  22. Hari ini jiwa ragaku lelah banget,iseng main kesini dan langsung makjleb! Sepakat banget dengan apa yang Mba Alo lakukan. Biasanya, cercaan, hinaan, bullying timbul krn lahirnya perasaan insecure si pelaku. Kalo kata saya sih, hinaan, cercaan dan berbagai sikap negatif itu justru lahir karena mereka berada jauh di bawah kita. 'Sirik tanda tak mampu', hehe. Yuk, semangat dan TFS, mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you komennya Mba :) Aku juga lagi capek waktu nulis ini, biasanya aku milih diem tapi kemarin aku tulis aja untuk sekedar sharing dan ngeluarin pikiran. Makasih ya Mba!

      Delete
  23. Kak alooo...jadi makin ngfans abis baca tulisan ini..
    Bahagia selalu ya kak. Kakak cantik, talented, strong, ramah, humble lagihh..
    You're so blessed kak ��

    ReplyDelete
  24. Kak aloo semangatt ya,,dari pertama liat blog kaka ttg bayi tabung aku percaya kak alo adalah wanita yang sabar dan kuat. Jadi, pasti hal seperti ini bisa kaka hadapin dan malah buat kaka makin bijak apalgi sudah jadi mom, in shaa allah kaka akan slalu menginsipirasi sekitarnya. God bless you

    ReplyDelete
  25. Hallo kak, aku malah kagum banget sama kak Alo karena selalu bisa berpikir positive disaat yg seperti ini. Semangat terus kak, Keep inspiring us! ;)

    ReplyDelete
  26. haaaii malo
    aku sering baca blog kamu (tapi ini pertama comment) :D dan sedih,seneng baca cerita perjuangan kamu buat dapetin Aura,dan termotivasi buat nabung dan beli produk2 yg bikin kamu cantik hahaaha
    emang skrg entah kenapa mulut2 orang banyak banget yg jahat kaya gak disekolahin huhu
    tetep jadi motivator orang banyak yaaah mama alo.. kiss2 buat aura si monster nenen yang mnta di uwel2 banget :*

    ReplyDelete
  27. Ndra, kalo kata si tay - tay shake it off!!!! *sambil joget - joget* .. kalo kata si elsa, "let it goooo" :D
    kalo kata suami aku, some people are always being some people!

    I'm glad you take the right decision to ignore those negativity karena merekan akan selalu ada ... mendingan terus berkarya, terus jadi mamake yang hebring buat Aura, jadi istri yang makin cihuy buat Abenk!! kalo sedih atau kesel ya wajar, nangis dikit boleh buat meringankan perasaan abis itu makan es podeng! HAHAHA .. *sprinkling the happiness glitters on your head*
    sending virtual HUG to you!

    ReplyDelete
  28. Bener bgt kak dulu aku orangnya suka nganggepin dengan mikirin yang mereka omongin tapi sekarang udah engga, kaya yang kak alo bilang lebih fokus sama org yang sayang sama kita ;)

    ReplyDelete
  29. Andra, iya, seperti yang aku bilang waktu kamu curhat, ini resiko pekerjaan. Actually semua pekerjaan itu ada resiko alias nggak enaknya dan ada enaknya. Bukannya menurutku wajar orang bersikap negatif seperti itu sama kamu atau ke siapapun, tapi benar yang kamu bilang bahwa pasti ada aja yang nggak suka dengan apa yang kita lakukan, which is something that we can't control. Tapi aku percaya kamu cukup pintar untuk nggak sakit hati kalau ada yang bersikap seperti itu ke kamu, because all this time it is you who always remind us about how to handle these things in a positive way, makanya aku jujur bilang aku cukup annoyed when you complain about these things over and over again. Reading this blog post, aku berharap kamu lebih berpikir ke depannya sebelum mengeluh tentang hal yang sama. Dan aku juga berharap kamu introspeksi diri, karena aku sendiri pernah bahkan cukup sering mendengar kamu mengatakan unnecessary negative things tentang orang lain dan bahkan yang langsung ditujukan ke aku, even about the people I love. But I prefer to believe the positive things I think about myself, than the negative things people say about me which usually are about unimportant things.

    This is a really great post, I really hope all of us are willing to apply this inspiration to our daily life. :)

    ReplyDelete
  30. pagi ini yampek kantor masih kebawa "kesel" gara2 pertayaan langganan "kapan menikah......blaa blaa blaa....? dengan segala embel2 "nasehat, benar salah,masukan juga tidak lupa suara tertawa yg yaring" ...yes saya masih berusaha untuk tetap "menahan diri" mengeluarkan semacam "talk to my hand" hahahahaha..tp saya masih menimbang rasa...sopan tidak..tersinggung tidak , wlaupun mereka mungkin tidak pernah mempertimbangkan perasaaan saya...dengan perasaan kesal... duduk buka komputer... " coba deh buka blog ka alo..siapa tau postingan yang menarik hari ini" ehhh gak disangka ..baca ini kak... huaaa...kayak dapet pencerahan yaaa..... makasih kak alo...buat postingan yang sangat berisi..menginspirasi sekaligus memotifasi..semoga kita semua menjadi lebih baik lagi..amiin

    ReplyDelete
  31. Hai kak Alo, i've been always checking your blog updates because i know it will simply inspire me to do something or think of something great. And i do writing blog now because of you.
    Jadi, abaikan ya komentar yang sangat-sangat nggak penting itu hehe. Because you are great for being you. No one is better being us except us. Semangat kak Alo :)

    ReplyDelete
  32. Bangga banget Aura punya Mama begini keren :)

    ReplyDelete
  33. tetep semangat kak! masih banyak yang sayang dan menghargai kak Alo dibanding haters2 itu...
    dulu ada yang pernah bilang sama aku kalo jumlah orang yang sayang sama kita akan sebanding dan mungkin lebih dari orang yg benci kita, Tuhan itu adil :)
    Semangat ^^

    ReplyDelete
  34. people can so rude kak, kalau ngelihat berita skrg2 ini byk hal yg kalau dipikir pake akal sehat kq byk yg gak masuk akal. so shame...tp klo dipkir lagi.. mungkin memang byk org2 diluar sana yg bermasalah atau mgkin mengalami gangguan jiwa. so be strong kak, just consider that maybe they are just sick people.

    ReplyDelete
  35. Emang orang tipe sekarang kebanyakan begitu kak, lebih suka ngomongin orang daripada introspeksi diri sendiri, giliran disuruh introspeksi diri eh malah balik maki-maki, tetap semangat kak gaada jalan yang lurus terus, setiap ada tanjakan pasti ada turunan

    ReplyDelete
  36. Ahh kak, aku suka bgt baca ini, aku share ya di fb. Kita sometimes ga bisa kontrol juga komen2 harsh and rude dari orang2.

    ReplyDelete
  37. Halo kak Alodita. Hmmm beda ya sama saya. Kakak dari kecil udah gemuk, kalau saya dari kecil gak pernah gemuk. Dari masih sekolah sampe kuliah dan kerja masih segitu-gitu ajah. Akhirnya kalau denger orang ngomong "Kurus banget sih..." "Makan kek biar gemukan.." saya pasti langsung jawab "Kamu orang kesekian yang ngomong kaya gitu ke saya.Diem ajah..."

    Lama-lama terbiasa, berat badan (kurus) gak jadi masalah buat saya. Selama saya masih makan 3x sehari tapi kalau emang gak ada bakat gemuk ya mau gimana. Lagipula kalau dipikirin kitanya yang stress, mereka yang ngomong cuma asal jeplak doang, angin lalu lah.

    ReplyDelete
  38. hai ndra! duh telat banget aku baru baca postingan ini.

    dari beberapa waktu lalu aku sendiri juga gatel baca komen negatif di ig kamu, jengah ngeliat orang main asal komen, nanya, tapi pertanyaan ngeselin yang kayak kamu ceritain. aku aja yang bukan dikatain kesel, apalagi kamu ya. ngerti banget kalau kamu sampai marah.

    tapi dari sekian banyak komen negatif, pasti banyakan komen positfinya kan, contohnya komen di blog ini, ngga ada yang kasih komen negatif ke kamu, hehe.

    semangat ya ndra, kamu punya keluarga, temen-temen, dan para pembaca yang sayang sama kamu, orang-orang yang nyebelin kayak gitu cukup kasih bye! ngga usah dipeduliin.

    oiya, salam senandung riang buat abenk dan salam cipika cipiki ya buat dedek aura suri ndra, hohoho

    ReplyDelete
  39. Halo Alo. Saya nggak pernah kamu secara nyata. Tapi dari postingan IG atau pun Blog kamu telah banyak menginspirasi saya dalam menyikapi banyak hal tentang hidup. Salah satunya, mengingatkanku untuk selalu mencintai dan menerima diri sendiri.

    Aku setuju dengan statmenmu bahwa kita harusnya fokus pada yang positif bukan negatif. Dan thanks for reminding us to always think positively. Salam semangat :)

    ReplyDelete
  40. Kak Alo sy juga smsa skolah sring jd korban bullying �� tp saya skrg justru banyak mencari cara utk mencintai diri sendiri krn emg sulit ya kak. Sy tiap hr mesti buka IG kk n dian sastro, menurut sy kk adl org yg pantang menyerah ber-attitude baik n sering kasih insiprasi (wlpn posting tsb berbayar) keep shining kak! Im ur biggest fans ������

    ReplyDelete
  41. People judge us because they notice us. Kasian sih mereka, di saat kita sibuk mengembangkan diri, mereka sibuk mikirin apa yang kita lakukan. Terus nguntit kita dari belakang. Tetep semangat, Kak Alo..

    ReplyDelete