Friday, August 7, 2015

DR. HANDI SURYANA AND MY C-SECTION REVIEW

 photo DSCF3608_zpsktfa4ybl.jpgSaya merasa sangat beruntung bisa punya dokter kandungan atau obgyn yang bisa saya andalkan. Saya mendapat informasi tentang dr. Handi Suryana, Sp.OG dari dr. Devindran Muniandy – dokter yang membantu saya saat menjalani proses bayi tabung di Loh Guan Lye Specialist Centre, Penang, Malaysia. Dr. Dev sempat bilang sebagian besar pasien beliau yang berhasil dalam proses bayi tabung akhirnya melanjutkan konsultasi kehamilan ke dr. Handi. Begitu juga ketika suster dr. Devindran, Jennifer, bilang bahwa banyak pasien dr. Dev yang memberikan review yang baik tentang dr. Handi.

Awalnya saya ragu-ragu karena saya belum pernah mendengar nama dr. Handi Suryana, bagaimana track record-nya selama ini dan lokasi RS tempat dr. Handi praktek sangat jauh dari rumah kami. Keraguan saya muncul karena saya punya pengalaman buruk dengan beberapa obgyn terkenal di Jakarta. Balik lagi ke dr. Handi. Sekedar catatan, dr. Handi praktek di RS Pantai Indah Kapuk (RS PIK), RSPI Puri Indah dan RS Royal Taruma Daan Mogot. Saya cukup terbantu ketika saya googling tentang dr. Handi, saya menemukan artikel yang berisi positive review tentang dr. Handi (bisa baca disini).

Sepulang dari program bayi tabung di Penang, ntah apa yang Alam Semesta ingin katakan kepada kami, tiba-tiba kami mendengar kabar tentang jalan tol yang baru saja dibuka yaitu Jalan Tol Lingkar Luar Barat. Artinya kalau dari daerah rumah kami di Cilandak, tinggal lurus aja untuk sampai ke PIK dan hanya memakan waktu sekitar 30 menit saja tanpa kena macet!

Akhirnya di usia kehamilan 6 minggu, saya melakukan konsultasi pertama saya dengan dr. Handi di RS PIK, tentunya ditemani suami saya, Abenk.

Kenapa kami memilih RS PIK?

Jawabannya simpel saja kok. Karena kami bisa sekalian wisata kuliner hahaha!

Sambil menunggu giliran, saya deg-degan tapi pasrah dan terus berdoa. Semoga saja dr. Handi bukan obgyn yang menyebalkan, mata duitan alias komersil banget atau tipe dokter yang selalu menyudahi konsultasi cepat-cepat seperti obgyn-obgyn yang pernah saya temui sebelumnya.

Saat konsultasi pertama, saya cukup suka dengan cara dr. Handi mendengarkan cerita kami dari awal perjuangan kami hingga akhirnya saya bisa hamil. Kami menjelaskan soal bagaimana kami bisa jauh-jauh datang konsultasi ke dr. Handi – yang semuanya itu berkat rekomendasi dr. Devindran.

Kesan pertama yang juga saya dapat tentang dr. Handi, beliau ramah, informatif, communication skill-nya sangat baik dan yang pasti he’s a good listener (ini penting sekali loh). Sebelum keluar dari ruangan praktek dr. Handi, beliau memberikan kartu nama yang berisikan jadwal praktek dan nomor yang bisa dihubungi jika ada sesuatu yang ingin ditanyakan.

Dr. Handi juga bertanya, “Ada pertanyaan lagi?” – yang menjadi pertanyaan/kalimat favorit saya karena selalu membuat saya lega dan puas di setiap pertemuan saya dengan dr. Handi.

 photo photo1_zps4bd3471d.jpg
Hasil konsultasi kedua kami dengan dr. Handi

Siang itu, saya dan suami pulang ke rumah dengan perasaan tenang, kami juga setuju untuk mencoba konsultasi lagi dengan dr. Handi di bulan berikutnya. Pertemuan-pertemuan berikutnya sangat memuaskan. Di usia kandungan dua bulan, dr. Handi sudah menebak jenis kelamin bayi kami dan 100% benar!

Kami juga selalu pulang tanpa pertanyaan dan perasaan yang mengganjal di hati. Memasuki trimester kedua, saya mulai banyak keluhan dan setiap saya Whatsaap atau menelfon dr. Handi, responnya sangat cepat dan lagi-lagi melegakan.

Suatu hari saya meminta dr. Handi untuk membaca blog saya soal kisah perjuangan saya untuk mendapatkan buah hati. Lalu apa tanggapan dr. Handi? Dengan manisnya, dr. Handi berjanji akan membantu kami agar cerita kami berakhir happy ending :)

Aww, that's very sweet!

Lewat konsultasi berikutnya, dr. Handi terlihat lebih berhati-hati saat memeriksa kandungan saya. Dr. Handi juga menyarankan agar sebaiknya saya c-section karena saya sudah susah payah untuk hamil. Bukannya dr. Handi tidak pro persalinan normal, tapi dengan kasus seperti saya yang sudah pernah laparotomi dan bayi tabung, sebaiknya orang tua (dalam hal ini saya dan suami) tidak mengambil resiko. Singkat cerita, kami akhirnya memang harus c-section karena posisi bayi kami yang sungsang dan terlilit tali pusat.

Saat kami mengetahui bahwa bayi kami terlilit tali pusat, dr. Handi langsung jaga-jaga dengan menawarkan kami untuk suntik pematangan paru-paru selama 3 hari berturut-turut. Suntiknya buat apa? Buat jaga-jaga kalau (amit-amit) bayi kami tercekik tali pusatnya sendiri dan harus dilahirkan sebelum cukup bulan. Kami menyetujuinya, tapi satu hal yang saya ngga setuju.. Sakit banget disuntik di pantat!!! HAHAHA.. Suntik di pantat jauh lebih sakit dibanding suntik di tulang punggung waktu c-section ternyata!

Dr. Handi juga selalu menenangkan kami dengan cara menjelaskan segala kondisi yang sedang saya alami secara detail. Ini yang saya suka dari cara komunikasi dr. Handi, semua dijelaskan dengan baik dan detail. Sehingga kami selalu pulang dengan tenang dan tidak mudah panik saat terjadi sesuatu.

 photo DSCF3607_zpsjqsrcmao.jpg

Saat hari persalinan tiba, semuanya berjalan lancar dan saya tidak merasakan sakit seperti yang saya bayangkan. Hari pertama paska operasi, saya tidak pegang ponsel sama sekali. Esoknya pas saya lihat, ternyata dr. Handi bertanya tentang keadaan saya via Whatsapp. Perhatian sekali ya, pikir saya. Lalu setiap 2 jam sekali, suster selalu bertanya tentang kondisi saya.

“Ada keluhan, Bu?”

“Ngga ada kok sus.”

“Soalnya dr. Handi nanyain terus, Bu. Nelfonin kesini. Dr. Handi mah baik. Perhatian. Beda sama dokter lain.”

Keluarga dan tamu-tamu yang menengok saya juga terkagum-kagum karena di hari ketiga paska operasi, saya sudah bergerak dengan lincah. Berdiri, duduk, jongkok. Pokoknya ngga kayak orang habis operasi. Di hari kelima paska operasi, saya juga menyetir mobil karena ada keperluan mendadak. Besoknya saya Whatsapp dr. Handi, memberitahu bahwa hasil kerja dr. Handi canggih banget! Masa pasiennya habis operasi vertical c-section bisa nyetir hahaha. Saya tanya-tanya soal betapa hebatnya dr. Handi, ternyata banyak yang bilang kalau c-section dengan dr. Handi memang gak sakit.

Saya juga sering merekomendasikan dr. Handi ke pasien-pasien dr. Devindran yang sering menghubungi saya via e-mail. Saya juga bilang bahwa worth it banget kok datang jauh-jauh ke dr. Handi.

Untuk kepuasan saya terhadap RS PIK sendiri juga sangat besar. Ntah kenapa saya dan suami selalu merasa seperti sedang berobat di Singapore atau Malaysia jika sedang di RS PIK. Rumah sakitnya bersih, terang, energinya ramah dan positif jika dibandingkan dengan rumah sakit lain yang pernah saya temui. Soal harga juga lebih murah jika dibandingkan beberapa rumah sakit di daerah Jakarta Selatan. Hingga saat ini saya masih bolak-balik ke RS PIK untuk konsultasi dan imunisasi untuk anak kami.

Saya menulis ini karena saya tau banyak teman-teman yang di luar sana mungkin sudah selesai program bayi tabung dengan dr. Devindran, tapi masih bingung mau konsultasi ke dokter siapa di Jakarta. Walaupun mungkin sudah dapat rekomendasi dari dr. Devindran untuk datang ke dr. Handi, rasanya pasti belum afdol kalau belum baca review dari pasien dr. Handi langsung kan? :)

I hope this is useful to all of us!

 photo x-andra4_zps7f1083c1.jpg

18 comments:

  1. Hi, alodita..congratulation for your pretty babygirl. Aura Suri, I love the name! But seriously, beneran ya gak sakit c-section sama dr. handi ini?? Saya kemarin c-sec hari ke-tiga baru bisa turun tempat tidur dan itupun masih sakit banget, sampe-sampe terpaksa minum obat cina yang katanya bisa mempercepat penyembuhan luka dalamnya (have you heard it?), which lately i've found out that it can decrease our ASI production *sedihhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Cory! Thank you yaa..

      Kebetulan aku udah pernah laparotomi juga kan sebelumnya, itu sakitnya lebay banget. Sama kayak kamu, baru bisa turun kasur itu di hari ketiga. Hari ke 10 paska operasi masih pincang, sakit banget. Totalnya baru recovery selama 3 minggu. Kemarin c-section, aku buka jahitan yang lama dan ternyata gak sakit, ngilu dikit tapi tergolong "gak sakit". Beberapa pasien dr. Handi juga bilang gak sakit huhu

      Delete
  2. Hi Andra, Congratz ya for ur baby born.. Terharu bgt baca ttg perjuangan km utk dapetin Aura.. :) Share donk ttg dsa nya Aura.. soalny lg bingung jg cari referensi dsa yg ok.. thanks

    ReplyDelete
  3. Selamat ya kak atas kelahiran anaknya:) Ikut seneng:) heheh.
    Suka deh baca post ini, soalnya dokternya kedengeran baik banget. Seneng juga kak Alo nemuin RS yang bagus. Soalnya dlu alm. ayahku pernah diopname di RS yang pelayanannya kurang ramah dan kurang profesional:/

    ReplyDelete
  4. Kak Alooo, I wreally love to read ur blog!and now, everytime I see Aura, I feel like I'm her mom, rasanya sayaaaang banget sama Aura hihi aneh ya. Doakan aku supaya persalinanku sehat, selamat dan bisa jadi ibu cantik serta pintar seperti Kak Alo ya (sekarang aku sedang hamil 18 minggu). May Allah SWT always bless u and ur family :*

    ReplyDelete
  5. kak foto fotonya pake camera apa ya kalo boleh tau? hehe

    ReplyDelete
  6. dokter idaman hehe... btw ikut berbahagia selamat menjadi ibu baru v(><)v

    ReplyDelete
  7. Mbak Andra, jujur tahun lalu saya sudah cukup lelah konsultasi sana-sini dan selalu berujung dengan diagnosa yang berubah-ubah plus biaya periksa yang cukup mahal. Akhirnya saya baca blog anda dan memutuskan nothing to lose untuk periksa ke dr. Handi, dan memang benar beliau benar-benar concern dengan kondisi saya. Malah saya yang awalnya dikasih obat macam-macam, hanya diberi vitamin saja oleh beliau. Alhamdulillah tahun ini saya hamil usia kandungan 1 bulan. Terimakasih ya Mbak Andra

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, seneng banget dengernya :') Ikut terharu. Sehat-sehat ya Mba! GBU

      Delete
  8. ya ka, aku juga diberitahukan klo mau berobat luar negri mendingan di pik. rs itu Dokternya lebih pintar pintar dr pd luar negri. hihi i love indonesia,, karena kekurangan kelebihan pun pasti ada.

    ReplyDelete
  9. What a very inspiring story Andra.

    Saya divonis menderita PCO syndrome sekitar hampir 3 tahun lalu. Karena PCO ini saya harus konsumsi obat diabetes untuk bisa hamil. Sempat ada rasa menyerah, tapi kemudian akhir September tahun lalu saya hamil. Saya dan suami sangat excited. Namun sayang, kehamilan saya hanya bertahan selama 6 minggu. Saya mengalami abortus spontan. Selang setahun dari kehamilan pertama, saya kembali hamil di pertengahan September ini, tapi kemudian saya dihadapkan pada kenyataan kalau kehamilan saya yang berusia 7 minggu tidak berhasil (dalam artian, saya hamil namun kantung janin saya tidak terdeteksi alat medis) dan sempat didiagnosis Kehamilan Ektopik.

    Saya sempat merasa tertekan dengan kondisi ini. Namun, setelah saya membaca perjuangan Andra untuk melahirkan Aura Suri, rasanya...apa yang saya rasakan belum seberapa.

    Thanks Andra, sudah membuat saya semangat lagi. And you're right, WE ARE NOT ALONE.

    ReplyDelete
  10. ANDLAAAA, tadi aku coba cek via telfon ke RS PIK utk tanya biaya konsul, buat yg ibu hamil kudu banget cek rutin bulana. Bener2 ya jauh banget beda harganya yg kamu bilang JAUUUUUH LEBIH MURAH sampe ga percaya sendiri. Gw kalo ke dokter specialist di Jakarta - yaa PIK juga masih jakarta sih :p - tapi bawaannya udah spanneng karena musti inget2 budget dari kantor juga. Namanya spesialis 'kan memang beda chargenya dari dokter umum. OMG THANKS A LOT, AI LAP YU DAN AURASURIMUUUU..

    ReplyDelete
  11. halo mba alo.. sy sdh 9th menikah, tahun lalu IVF diJkt tp blm rezeki.. nah sy mau nanya kmrn pas IVF sm dr. devindra pas suntik hormon tgg menstruasi atau sesudah nya? trs habis embyrio transfer mba alo lgsg plg ke indo atau tgg bbrp hari?? dan mba alo homestay ny dmn mba?? mohon jawab ya mba sy sdh dipenang ����

    ReplyDelete
  12. halo kak alo...saya mau tanya beberapa hal, apakah Dr. Handy specialist c-section saja?apakah bisa konsultasi juga untuk yang belum hamil?atau ingin melahirkan normal?oya mau tanya apakah tau Dr. Handy praktek dimana saja? terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hello, gak spesialis kok. Kebetulan beliau memang sering dapat pasien yang bayi tabung, jadi 'kedengaran'nya seperti spesialis C-Section :) Prakteknya di RS PIK dan RSPI Puri Indah

      Delete
  13. Sis nanya dong..saya juga pake dr handi nih..cuma kok kayaknya dokternya cuek yah, pdhl ini anak pertama kita kan jg gatau mesti nanya apa..kalo kita nggak nanya ya dia ga info apa2..saya jadi was2 nih..pdhl ini udah mo deket2 lahiran lg..please advise yah..makasii

    ReplyDelete
  14. Gara-gara kak Alo akhirnya aku appointment juga nih sama dr. Handi dan yaaaak gak nyesel! Ramah banget nget nget nget. Di chat kapan aja selalu bales, mana tiap hari dikasih tau jadwalnya mulu lagi hahaha.

    Rumahku deket sama RS Puri Indah dan PIK, tapi si dokter anjurinnya ke PIK aja karena alatnya lebih canggih :D

    www.sweetlikeapeach.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Ririe, glad to hear that! Semoga sehat selalu yaaa :)

      Delete