Friday, May 22, 2015

PREGNANCY POST: 34 WEEKS

 photo blog-IMG_1691_zpsfn6q0opk.jpgDi bulan-bulan terakhir kehamilan, saya baru berasa banget (tanpa bermaksud mengeluh) kalau badan saya memang jauh lebih cepat capek dibanding bulan-bulan sebelumnya. Ditambah lagi perasaan begah dan sesak jika salah posisi tidur. Ini toh yang dibilang orang-orang kalau trimester akhir badan bawaannya cepat-cepat pengen brojol hahaha.

Trouble Sleeping
Mencari posisi tidur yang nyaman rasanya sulit sekali akhir-akhir ini, saya merasa sesak, begah dan kadang kalau bangun tidur badan rasanya pegal-pegal seperti habis digebukin orang. Akhirnya saya mulai mengganjal bagian perut, punggung dengan bantal setiap tidur. Alhamdulillah, jauh lebih enakan dan badan rasanya lebih segar. Selain itu, walaupun malamnya sering ngga bisa tidur, saya harus rutin dan on time bangun pagi yaitu sekitar jam 7 setiap harinya supaya badan saya terasa lebih fresh.

Morning Swim
Akibat badan yang sering lelah dan susah tidur, seminggu dua kali saya menyempatkan berenang ditemani suami. Setelah berenang badan saya jauh lebih enakan, enteng dan segar. Tapi besoknya kalau habis jalan-jalan, langsung pegal-pegal lagi. Akhirnya setiap pegal menyerang, saya langsung praktekkan cat/cow pose untuk mengurangi backpain yang berlebihan.

 photo blog-IMG_1675_zpswwofrlag.jpg
Packing
Rencana di trimester kedua, di bulan Mei ini saya ingin buru-buru mencuci semua baju, perlengkapan tidur dan perintilan bayi untuk menyambut persalinan. Saya juga berencana untuk buru-buru packing untuk persalinan, karena persalinan bisa terjadi kapan saja. Kenyataannya, rencana saya harus tertunda sementara karena kamar tidur kami (kamar sementara di rumah mertua saya) sedang direnovasi, jadi masih berdebu dan berantakan dimana-mana. Plus, banyak bagian-bagian rumah lainnya yang akhirnya ikut direnovasi. Mudah-mudahan minggu depan saya sudah bisa packing dan mencuci baju-baju bayi.

No More Cravings & Pregnancy Superfood
Nafsu makan saya jauh lebih berkurang di trimester ketiga ini. Iya berkurang, berkurang banget dibanding trimester pertama dan kedua yang rasanya tiap menit dan tiap waktu hanya mikirin makanan. Pokoknya saya waktu itu ngga pernah membiarkan perut saya kelaparan sedikit pun. Berat badan saya bulan ini juga hanya naik sedikit, tidak drastic seperti yang orang-orang bilang, katanya, “Hati-hati kalau udah terakhir-terakhir naik berat badannya bisa dua kali lipat loh!”. Yang penting berat badan bayi kami naik dengan stabil dan nutrisinya tercukupi. Walaupun kurang nafsu dengan makanan lainnya, menu favorit saya di rumah akhir-akhir ini didominasi oleh ikan salmon, makanan berprotein, almond milk dari Ala.me dan sarang burung walet yang saya pesan dari Everlasting Birdnest.

 photo IMG_1823_zpsurmbczmv.jpg
Unborn Heart Pocket Fetal Doppler
Seminggu terakhir ini saya selalu membawa Unborn Heart Pocket Fetal Doppler yang saya dapat dari Baby Empire untuk mengecek detak jantung bayi saya setiap hari, karena ada beberapa alasan yang membuat saya dan suami harus waspada dengan kondisi bayi kami akhir-akhir ini. Dengan membawa Doppler ini kemana pun saya pergi, saya jauh merasa lebih tenang dengan keadaan bayi di dalam perut saya. Tenang aja, sejauh ini semuanya masih aman – tapi tidak ada salahnya saya dan suami selalu jaga-jaga.

Kelas EdukASI Menyusui
Bulan ini saya dan suami mengikuti dua kelas EdukASI yang diadakan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI). Kami mengikuti kelas ini atas rekomendasi sepupu saya, Eunice, dan dua orang teman saya, Wynda dan Indri. Kami berdua senang banget bisa ikut, belajar dan juga menambah wawasan lewat kelas EdukASI. Ternyata suami saya lebih aktif nanya dan mencari tau dibanding saya loh hihihi. Saya pribadi menyarankan untuk teman-teman yang sedang mengandung untuk menambah wawasan dengan mengikuti kelas EdukASI yang diadakan AIMI, atau kalau memang tidak sempat ikut kelasnya, paling ngga baca-baca buku tentang menyusui yang banyak dijual di Gramedia.

 photo blog-IMG_1670_zpsj0yndp0j.jpg
Baby's Position?
Posisi bayi saya sampai sekarang masih sungsang, bahkan obgyn saya bilang kalau saya ngga perlu nungging-nungging lagi. Saya sama sekali ngga bisa maksain lahiran normal atau c-section, terserah aja nanti biar bayi saya yang pilih. Beberapa orang yang baca ini pasti akan memberi masukan agar bayi saya tetap dalam posisi normal, atau menasehati saya bermacam-macam, tapi saya sudah punya keputusan sendiri soal persalinan nanti. Apa pun cara persalinannya yang penting saya dan bayi saya selamat. Sedikit catatan saja, sedikit sekali calon ibu dengan kasus seperti saya dan mendapatkan buah hati dari program bayi tabung yang melahirkan dengan persalinan normal, karena rata-rata dokter kandungan tidak ingin mengambil resiko. Memang untuk beberapa orang yang pernah saya temui (terutama yang sudah melahirkan normal atau pro dengan persalinan normal) agak sulit untuk mengerti kasus-kasus seperti ini. Tapi balik lagi, apa pun proses kehamilan atau persalinannya, hasilnya sama-sama saja kok. Motherhood is NOT a competition, motherhood is your journey with your children. 

Takut? Khawatir?
Kemarin sempat ada yang bertanya via Instagram, apakah saya khawatir atau takut dengan proses persalinan dan membesarkan anak nanti? Rasa khawatir pasti ada dalam hal membesarkan dan mendidik anak saya nanti, tapi soal persalinan, saya menjadi orang yang lebih rileks dan tidak mudah panik karena selama program bayi tabung sering dapat surprise alias kejutan mendadak yang mengharuskan saya operasi atau mendengar berita-berita yang kurang baik. Minggu ini saya juga sudah merasakan suasana kamar bersalin di RS PIK karena saya harus melakukan rekam jantung selama dua hari berturut-turut, jadi sekarang saya jauh lebih rileks lagi. Mantra saya adalah “You don’t have to worry about your future if God is in your present.”

Sekian pregnancy updates untuk bulan ini, semakin hari semakin ngga sabar untuk bertemu dengan si kecil. Untuk yang sedang hamil juga, saya turut mendoakan agar sehat-sehat selalu dan semuanya lancar! Thanks for reading!

Photos by Sabila Anjani, dress by The Little Closet.

Read more: How to Embrace Your Pregnancy

 photo x-andra4_zps7f1083c1.jpg

23 comments:

  1. ndraaaa... baca post mu yg ini kok aku rasanya pgn meluk yaaaaa :')

    ReplyDelete
  2. Iyaa kak. Apapun prosesnya, yg penting ibu dan baby sehat2 amin! Janji ya, upload foto si baby A kalo uda lahiran :p
    God speed

    ReplyDelete
  3. Semoga berjalan lancar, Mbak. Apapun pilihannya, yang penting mommy and baby sehat terus :)

    ReplyDelete
  4. Hai Andra.. aku juga bulan lau deg2an menghadapi persalinan.. sudah persiapan dan niat banget mau lahiran normal walaupun teman2 kebanyakan sarannya caesar aja biar gak perlu ngerasain mulesnya melahirkan normal.. aku malah makin niat keras kepala mau lahiran normal aja apalagi kata obgynku gak ada masalah bayiku posisi dan beratnya semuanya mendukung utk persalinan normal.. well hari Hnya sudah mules sampai pembukaan 5 ternyata hasil rekam jantung bayiku gawat janin dan harus segera caesar.. sempet agak sedih sih gak bisa normal tp bersyukur banget bayiku lahir dgn sehat, bisa IMD di ruang operasi, bayiku juga pinter nyusunya, dan proses penyembuhan caesar juga gak seheboh yg aku bayangkan.. so in the end, it doesn't matter which way you're going to choose to have your baby, it is all worth it.. semoga persalinanmu juga menakjubkan dan membahagiakan yaa.. :) insya Allah.. amin..

    ReplyDelete
  5. Sehat terus ya Mbak dan bayinya ^^

    ReplyDelete
  6. Yes, motherhood is not a competition.. My son delivered through normal process, but I couldn't give him an exclusive breastfeed. Judgement? All the time.. But if we brave enough to be a parent, we have to be brave enough to stand in our own choice for our child, we know what best for them :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hello mba Keane.. thanks for your comment! Selalu terinspirasi dengan komen2nya :) x

      Delete
  7. andra!!! you go girl! i think the real challenge is during this third trimester for me personally .. how to embrace our pregnancy with all those back pain, sleepless night .. not to forget the swollen feet! hohoho but to summarize all just like what you said, if God is on our side there's nothing to be worried about .. worry wajar lah, .. nervous, excited as a human being apalagi ini pengalaman kita pertama kali jadi ibu ya, ndra .. hihihi ... aku sendiri banyak belajar di third trimester ini to stay calm and bounce back :)

    sehat terus ya, jeung! buat baby juga! buat abenk juga!! .. i'm counting down the days nih hohoho .. 37 weeks already HOHOHO :D *virtual hug for you*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Gill, iya ya challenging banget tapi seru! Hahaha.. Kakiku bengkak banget isinya kayak air semua :D

      Aku juga belajar sabar banget apalagi setahun terakhir ini badanku sering "ngilu" bertubi-tubi, bahkan dari operasi, program IVF sampai hamil, aku belum pernah bisa 100% tengkurap. Sehat-sehat juga yaaa dear. Send my wishes and prayers to you!!!

      Delete
  8. Baby heart rate is one of important thing to know, so happy that nowadays there's a mini doppler like yours :)
    Sehat terus yaa kak Alooo.. Bagaimanapun nanti cara persalinan nya, yg terpenting ibu & bayi sehat semua aamiiin..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa beruntung banget skrg ada si doppler kecil, hihihi Alhamdulillah ngurangin rasa khawatir :) terima kasih yaaa amin!

      Delete
  9. Sehat terus kak Andra :) Allah selalu memberi yang terbaik :)

    ReplyDelete
  10. Hello kak Alo...
    Seneng baca update-an kak Alo ttg calon baby nya. Terutama bagian tentang motherhood is not a competition but a journey. Walaupun sy blm menikah -apalagi hamil- tp sy setuju dengan ide besarnya, bahwa, kebanyakan orang melakukan sesuatu (hal apapun itu) didasari rasa kompetitif, bkn pure krn kebutuhan masing-masing.
    By the way, dua hari yang lalu sy mimpiin kak Alo. Nggak tahu kenapa dimimpiinnya baru kemarin padahal saya mengidolakan kak Alo udah lama. Hehehe... Dalam mimpi, saya bertemu kak Alo d pusat perbelanjaan, kak Alo sedang hamil besar dan kelihatan sangat segar. :D
    Saya berharapnya suatu saat bisa ketemu beneran sih. Hehe...

    Semoga kak Alo, dede bayi, dan suaminya sehat-sehat terus. Semoga proses persalinan nanti lancar. Aamiin...
    Salam kenal kak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Amirah! Thank you so much :)

      Iya betul, sekarang yang aku perhatikan di lingkungan rata-rata apa pun dijadikan ajang kompetisi hehehe. Bahkan pilihan persalinan pun terkadang jadi bahan ejekan atau sombong2an, miris banget :))

      Kalau ketemu jangan lupa say hello ke aku ya! Take care!

      Delete
  11. Insya Allah Tuhan selalu ngasih yang terbaik ya Kak, jadi bener banget nggak usah worry. Semoga persalinannya lancar dan Kak alo serta baby sehat semua ya ;)

    ReplyDelete
  12. Hai Andra, semoga proses persalinan nanti lancar. Apapun metode yang dipilih, semoga Andra dan #babyalodita segera pulih :)

    ReplyDelete
  13. Hai kak Alo! Akhir2 ini saya suka mengikuti postingan2 di blog kakak, dan saya merasa hormat sekali dengan prinsip kak Alo yang teguh dengan keputusan kak Alo untuk mendapatkan yg terbaik untuk bayinya :)

    Kak Alo pun pasti tahu kalau banyak2 bersujud bikin posisi bayi memudahkan persalinan, apapun metode persalinannya. Saya di sini cuma mau mengingatkan itu aja kak. Oh iya, jangan pernah capek untuk beribadah, bersyukur dan membaca ayat2 suci untuk bayinya ya kak! Those are the very best things a mom can do to her baby :)

    Semoga semuanya dilancarkan dan dimudahkan Allah, semoga bayi kak Alo tumbuh menjadi anak yg sholeh/sholehah. Aamiin. Stay healthy kak! :D

    ReplyDelete
  14. Semangat kak Alo, doa terbaik untuk kakak dan #babyalodita dari Bali :)

    ReplyDelete
  15. selalu seneng ngeliat ibu hamill.. auranya tuh cantikk bgt...

    ReplyDelete
  16. Iya setuju Kak..
    Apapun nanti cara lahirannya, lahir di minggu ke berapa dan apapun2 lainnya, itu semua udah ditentukan jalannya ama Tuhan. Kita ga bisa selalu banding2in ama orang lain, bcoz everyone has their own path. Yang penting mah kita udah berusaha, let the baby choose :')
    Semangat Kak :D

    ReplyDelete