Friday, July 4, 2014

MY TTC JOURNEY

Hello, melalui artikel ini saya ingin sekali berbagi cerita dengan teman-teman yang juga sedang berjuang untuk mendapatkan buah hati. Artikel ini saya tulis pada 4 Juli 2014, saya revisi dan update pada tanggal 18 Maret 2015 agar bahasanya lebih mudah dan ringan untuk dibaca. Saya senang sekali bisa berbagi cerita ini dengan banyak orang dan juga bisa menginspirasi banyak orang untuk mengikuti program bayi tabung (In-Vitro Fertilization) di Loh Guan Lye Specialist Centre dengan Dr. Devindran Muniandy. Terima kasih atas dukungannya selama ini, selamat membaca!

***

Ngga terasa, saya sudah melewati minggu kelima pasca operasi besar. Banyak sekali yang bertanya soal operasi apa yang saya jalani, but I never told the full story karena panjang sekali untuk menjelaskannya, dan terkadang banyak orang yang bertanya cuma sekedar basa-basi saja. Setelah saya cerita, mereka-mereka ini juga belum tentu mengerti cerita saya, tapi ternyata ada saja teman-teman yang bercerita dengan saya tentang perjuangannya untuk memiliki buah hati.

Sejak beberapa orang berani membuka diri dengan saya lewat kisah dan perjuangan mereka, saya merasa lebih lega dan bersyukur – saya tidak merasa sendirian lagi seperti dulu.

Berkat dukungan yang luar biasa dari suami saya, keluarga, sahabat-sahabat terdekat. Akhirnya saya berani untuk menulis panjang lebar tentang perjuangan saya untuk mendapatkan malaikat kecil. Terima kasih juga untuk kakak ipar saya, Kania, yang sangat mendukung saya untuk menulis dan berbagi cerita ini di blog saya agar banyak orang yang bisa membaca dan tidak merasa sendirian lagi. Tulisan ini adalah tulisan keenam saya yang akhirnya berhasil saya tulis hingga selesai, karena sebelumnya saya selalu ragu-ragu untuk menulis tentang cerita ini dan mempublikasikannya lewat blog.

 photo 224335625157889547_uOGAQKnc_f_zpsogfoqrxy.jpg

Semua masalah yang saya alami berawal dari operasi usus buntu di RS Pondok Indah pada tahun 2008 saat saya masih kuliah. Awalnya saya merasa sakit perut seharian, lalu esokan harinya membaik. Lusanya saya pergi dengan teman-teman ke Pondok Indah Mall, menjelang malam perut saya sakit sekali sampai saya menangis terus karena sesakitan dan benar-benar tidak kuat untuk bicara.

Malam itu juga saya harus operasi usus buntu di RS Pondok Indah. Operasi berjalan lancar, besoknya ketika saya sadar, dokter menjelaskan bahwa terjadi perlengketan usus yang menempel ke tuba falopi. Dokter menyarankan saya untuk menemui dokter kandungan, tapi karena merasa tidak puas, saya jadi malas konsultasi dengan obgyn yang praktek di RSPI. Salah satu obgyn di RSPI berkata bahwa hal ini jika dibiarkan saya bisa tidak punya anak – dari cara menjelaskannya saja saya tidak suka, seakan-akan masalah saya enteng untuk obgyn tersebut.

Setelah saya pulih, ibu saya selalu menemani saya mencari-cari dokter yang cocok untuk terapi agar tidak terjadi perlengketan lagi. Selama mencari-cari obgyn yang cocok di Jakarta, hampir selalu saya bertemu dengan obgyn yang ngomongnya suka ‘ngasal’ dan menakuti-nakuti. “Kamu nanti gak bisa punya anak loh!” “Operasi lagi aja, nanti gak bisa hamil” dan sebagainya.

Efek dari situ, saya jadi punya mental yang jelek sekali yaitu saya tau kalau saya susah hamil. Tapi karena saat itu saya belum ada rencana untuk menikah apalagi punya momongan, saya ngga terlalu ambil pusing.

Saya juga sempat konsultasi dan akhirnya menjalani terapi di Klinik Sam Marie dengan Dr.dr. T.Z Jacoeb. SpOg-KFER. Setelah melewati terapi, Dr. Jacoeb berkata bahwa kondisi saya sudah membaik dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan dalam waktu dekat. Setelah terapi di Klinik Sam Marie, saya tidak pernah periksa-periksa lagi ke obgyn karena saya pikir saya sehat-sehat saja.

Saya dan Abenk menikah pada bulan Juni 2012. Kami memang tidak pernah menunda-nunda untuk punya anak. Setelah hampir setahun menikah, ibu saya menyarankan untuk cek lagi ke dokter karena belum juga hamil. Ibu saya khawatir karena ada perlengketan usus di dalam perut saya, dan takutnya memang hal tersebut yang jadi sumber masalah kenapa aku belum juga hamil. Atas saran ibu saya yang rajin browsing-browsing, kami konsultasi ke seorang dokter senior dan ternama di RS YPK Mandiri – yang konon sih, terkenal banget dan banyak sekali yang berhasil hamil setelah mengikuti program dari beliau.

Melalui beberapa konsultasi dan pemeriksaan, saya baru tau kalau perlengketan usus yang saya alami membuat salah satu tuba falopi saya terinfeksi dan mampet. Istilah kedokterannya adalah hydrosalpinx. Lalu dokter menyarankan untuk mengangkat satu tuba falopi yang terinfeksi melalui operasi laparoscopy. Awalnya, berat sekali untuk menerima saran dokter dan mempersiapkan diri untuk operasi – saya memang takut sekali dengan kata-kata “operasi.” Akhirnya saya pikir-pikir dulu sebelum operasi selama 1-2 bulan, karena saya takut sekali harus kehilangan salah satu tuba falopi. Tapi akhirnya saya bertekad untuk operasi karena merasa sreg dan cukup yakin dengan saran yang dokter berikan, lalu saya menjalankan laparoscopy di RS YPK Mandiri.

Saat itu, saya bersiap-siap sekitar jam 4 pagi untuk operasi laparoscopy. Saat di ruangan tunggu, yang saya heran, dokter saya malah gak menengok saya terlebih dahulu. Justru Dr. Ceppi (asisten dokter senior yang akan mengoperasi saya) yang menengok saya dan menjelaskan tentang prosedur yang saya jalani. Sebelum dibius di ruang operasi, dokter saya juga gak banyak basa-basi. Saat di operasi, tuba falopi kiri juga dites oleh dokter apakah berfungsi dengan baik atau tidak, dengan cara disemprotkan cairan berwarna biru. Tentunya tuba falopi yang mampet tidak bisa dilewati oleh sperma, tapi ternyata tuba kiri saya kondisinya masih normal. Operasi berjalan cepat dan lancar, begitu juga dengan proses pemulihannya.

Setelah operasi, dokter memberikan foto-foto hasil operasi laparoscopy yang ditempel di buku medis pasien, berikut dengan catatan-catatan yang selalu saya bawa saat konsultasi. Memang terlihat banyak sekali perlengketan di daerah tuba falopiku, perlengketannya terlihat seperti ingus kental dan bagian yang terinfeksi terlihat seperti luka yang sudah borokan.

Kondisi saya setelah operasi juga baik-baik saja, beberapa hari kemudian saya menstruasi dan semua berjalan normal.

Tapi ternyata, masalah baru datang sebulan kemudian.

Setiap hari kedua menstruasi, saya mengalami kesakitan yang luar biasa di area perut sebelah kanan, tepat dimana tuba falopi saya sudah diangkat. Saya benar-benar gak tahan dengan sakitnya sampai ngga bisa jalan kaki. Akhirnya saya dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) di YPK Mandiri agar bisa bertanya dengan dokter apa penyebabnya.

Seminggu kemudian, kami konsultasi lagi dengan sang dokter senior – kali ini kami dapat nomor antrian awal karena seminggu sebelumnya saya masuk UGD dan staff UGD membantu kami mendapatkan nomor awal untuk konsultasi. Kami bertanya-tanya, tapi dokter tidak menjelaskan secara medis. Malah ujung-ujungnya beliau selalu menyudahkan konsultasi secara cepat-cepat dan pertanyaan kami tidak ada yang dijawab.

Parahnya, dokter malah menyuruh kami untuk datang konsultasi lagi kalau saya sedang kesakitan – padahal setiap antri konsultasi, antriannya bisa 2-3 jam dan menurut saya hal tersebut gak masuk akal.

Kalau saya sudah kesakitan, lalu beliau masih tetap menyuruh saya menunggu? Kalau saya tiba-tiba pingsan di jalan karena kesakitan saat kerja atau pergi-pergi, bagaimana? Karena merasa lelah dengan antrian yang panjang, sikap dan servis yang tidak memuaskan, saya jadi capek dan kecewa secara fisik dan juga mental. Akhirnya saya memutuskan untuk tidak akan konsultasi ke dokter senior tersebut lagi dan berbesar hati untuk menjalani hari-hari menstruasi saya dengan cara berbaring di kasur dan kesakitan. Di saat yang bersamaan, saya dan suami terus berusaha agar saya hamil, tapi ternyata saya belum hamil juga selama 8 bulan setelah operasi laparoscopy.

 photo ttc-journey2a_zps1w0t81yi.jpg
Kondisi tuba falopi saya yang terinfeksi dan terkena perlengketan usus selama 6 tahun terakhir.

Ada hari-hari dimana saya melewatinya dengan penuh tangisan, rasa kecewa dan marah. Saya ngga pernah marah dengan Tuhan, tapi marah dengan keadaan dan diri sendiri. Saya juga marah sekali dengan obgyn yang sudah mengoperasi saya dan tidak bertanggung jawab dengan pertanyatan-pertanyaan saya.

Sering sekali saya berpikir kalau memang saya tidak bisa hamil dan tidak bisa punya anak, apa saya dan suami harus adopsi saja? Saya juga sempat berpikir untuk mendatangi obgyn tersebut ke RS YPK Mandiri, saya ingin marah-marah dengan beliau karena jujur saja, saya menderita sekali setiap menstruasi datang. Saya kesal sekali. Tapi yah, buat apa saya marah-marah? Mengeluh dan marah juga tidak membuat keadaan saya membaik atau lebih lega, justru malah menambah “penyakit” saja.

Sering kali saya merasa jealous dan sensitif dengan teman yang baru mengumumkan bahwa dirinya hamil. Bukannya saya ikut senang, saya malah sedih kenapa orang lain mudah sekali untuk hamil? Sedangkan saya harus merasa sakit-sakitan setiap bulan tapi saya kok belum hamil juga. Apalagi di lingkungan saya, banyak sekali teman-teman yang sengaja menunda untuk punya momongan. Eh, sekalinya “tidak menunda” malah langsung hamil. Ada juga cerita-cerita tentang hamil karena “tidak sengaja”, tapi ketika saya tanya, jawabannya malah, “Sebenarnya gue ngga pengen hamil dulu, Ndra.” Pada awalnya hal ini terasa tidak adil, kenapa orang-orang bisa berbicara seperti itu? Padahal orang-orang seperti saya ingin sekali memiliki momongan, dan mereka tidak mengerti dengan kondisi orang-orang seperti saya. Tapi saya perlahan-lahan mencoba untuk tidak berpikir negatif seperti itu lagi, saya mencoba untuk mengerti keadaan orang lain – mungkin karena mereka mudah sekali untuk hamil, jadi mereka lupa untuk bersyukur. Padahal anak tidak pernah minta dikandung atau dilahirkan. Anak adalah titipan Tuhan yang harus dijaga.

Tapi tidak jarang juga loh, ada suara-suara dan kata-kata yang bikin aku merasa down. Apalagi saat bertemu dengan kerabat orang tua, teman yang tidak terlalu kenal-kenal banget atau pun keluarga besar.

“Kamu sibuk banget sih.”

“Ngga usah terlalu mentingin karier. Uang kan bisa dicari.”

“Kamu KB ya? Ngapain sih KB? Jangan nunda-nunda dong.”

Saat-saat seperti itu saya jadi sensitif sekali dan tersinggung dengan beberapa orang yang tidak asal ngomong.

***

MARCH 2014

Bulan Maret 2014, saya dipaksa oleh kedua orang tua saya untuk menjalankan general check up di Penang, Malaysia, dan mencari second opinion tentang kasus yang selama ini aku alami. Akhirnya saya menyerah, dengan embel-embel “harga check up di Penang yang terjangkau” akhirnya saya berangkat dengan kedua orang tua saya. Saat itu suami saya ngga bisa menemani karena ada pekerjaan.

Kenapa ke Penang?

Karena ibu saya kemoterapi di Penang, dan kedua orang tua saya puas banget dengan servis RS-RS di Penang.

Tanpa berbekal informasi apa pun, secara random saya ditemani ayah saya, datang ke Loh Guan Lye Specialist Center dan bertanya dengan resepsionis soal obgyn yang bagus di Loh Guan Lye.  Akhirnya saya langsung ambil nomor dan diminta untuk datang lagi sekitar pukul 14.00 untuk konsultasi di hari yang sama. Saya amazed, begitu pertama datang saja sudah langsung dapat nomor antrian.

Kalau di Jakarta? Duh, jangan harap langsung dapat di hari yang sama.

Saat bertemu Dr. Devindran, saya membawa catatan medis dari RS YPK Mandiri beserta foto-foto hasil laparoscopy saya. Saat melihat rekam medis saya dari RS YPK, raut wajah Dr. Devindran langsung ngga enak. Beliau juga tanya, apakah sebenarnya saya mengetahui betul apa yang saya alami selama ini. Saya menggeleng. Sewaktu Dr. Devindran menjelaskan panjang lebar tentang kasus yang sebenarnya saya alami, saya lemas, shock dan kaget. Sebenarnya dua tuba falopi saya kondisinya sudah parah sekali, tapi dokter di RS YPK Mandiri tidak membahas soal hal ini. Malah dokter bilang bahwa saya bisa-bisa saja untuk hamil, kenyataannya saya harus menderita setelah operasi laparoscopy. Lalu soal alat-alat yang dipakai untuk operasi, memang harganya mahal sekali tapi alat-alat tersebut bukan berarti alat yang terbaik. Selain itu, ada satu obat yang ditaruh di tuba falopi saya saat laparoscopy – ternyata obat itu tidak diperlukan. Bentuknya seperti perban yang dipasang untuk melindungi tuba falopi yang terinfeksi, tapi ternyata saya dan suami membayar obat tersebut senilai Rp 8.000.000,- for nothing! Gila kan?

Dr. Devindran menjelaskan bahwa infeksi dan perlengketan pada tuba kanan saya juga mempengaruhi tuba kiri, beliau menyarankan saya untuk laparoscopy lagi untuk mengangkat tuba kiri. Ayah saya tanya, “Jadi Andra punya kesempatan untuk hamil natural, dok?” Dokter menjawab bahwa saya hanya memiliki kesempatan 5% untuk hamil secara alami.

Lima persen.

Kebayang ngga, hanya lima persen?

Kemungkinan yang sangat kecil sekali, dan saya shock. Saya berusaha menahan tangis, berusaha untuk tenang. Ayah saya terlihat tegang tapi tetap berusaha untuk tenang. Dr. Devindran juga menyarankan saya untuk mengikuti program bayi tabung atau In-Vitro Fertilization (IVF). Saran ini tidak saya terima begitu saja karena saya kecewa dengan kondisi saya yang tidak bisa hamil secara natural. Saya juga tidak bisa menerima kenyataan bahwa dokter senior dari RS YPK Mandiri tidak bicara jujur sepenuhnya tentang kondisi tuba falopi saya yang ternyata, sudah parah sekali. Dr. Devindran juga menyarankan agar saya tidak menunda-nunda untuk laparoscopy lagi, sebelum semuanya terlambat dan infeksinya semakin parah.

Karena saya tidak ditemani oleh Abenk saat konsultasi, dokter meminta untuk bertemu dengan Abenk saat beliau datang ke Jakarta. Saya masih ingat betul perkataan beliau, “Saya mau bertemu suami kamu, kebetulan saya akan ke Jakarta weekend ini. Biar saya yang menjelaskan semuanya tentang kondisi kamu, agar suami kamu bisa mengerti.”

Sepulang dari Loh Guan Lye Specialist Centre, saya merenungkan kondisi saya terus menerus. Orang tua saya menyarankan untuk tetap mencari second opinion dengan dokter yang berbeda. Esok harinya, saya datang ke Lam Wah Ee Hospital untuk konsultasi dengan Dr. Ng Peng Wah – tapi karena belum jodoh, Dr. Ng hari itu sedang tidak praktek. Saya akhirnya konsultasi dengan obgyn lainnya, saya lupa namanya, tapi dokter yang saya temui mengatakan hal yang sama dengan Dr. Devindran. Intinya saya harus merelakan satu-satunya tuba falopi yang sekarang saya punya, karena kalau dibiarkan saja malah jadi penyakit.

Saya akhirnya googling terus tentang Dr. Devindran karena saya takut mengalami hal yang sama dengan dokter-dokter di Jakarta. Beberapa blog dan forum yang membahas IVF dengan Dr. Devindran juga hasilnya berbeda-beda, ada yang berhasil tapi ada juga yang gagal sampai berkali-kali. Lalu saya tidak sengaja menemukan blognya Putri Kansil tentang pengalaman menjalankan IVF dengan Dr. Devindran. Putri sudah menunggu buah hati hingga 7 tahun, dan akhirnya berhasil hamil hanya dalam satu kali treatment. Membaca tulisan Putri, saya juga yakin saya akan berhasil seperti cerita Putri.

The next couple weeks were difficult for me. Setelah pulang dari Penang, saya mengalami stres yang luar biasa karena saya belum ikhlas menerima kenyataan. Walaupun saya dan suami sudah konsultasi dengan Dr. Devindran sewaktu beliau datang ke Jakarta, saya tetap saja stress kalau memikirkan harus operasi lagi. Abenk sendiri merasa cocok dengan Dr. Devindran, dari cara menjelaskan secara detail dan beliau juga selalu menyemangati kami. Tapi saat itu sulit sekali rasanya untuk tetap tenang dan memiliki mental positif.

Saya sempat mikir, apa memang kami tidak akan punya anak?

Sempat mikir juga, bagaimana jika operasi atau treatment kami gagal? Kalau gagal, kami harus mulai lagi dari mana lagi?

There were several days when I was just crying. I cried on the bed, sometimes I cried in my bathroom. Kadang saya menangis meraung-raung di pelukan suami, kadang curhat dengan sahabat-sahabatku sambil marah-marah. Akhirnya, I decided to stop working. Cuti sementara dari dunia fotografi dan fokus untuk program hamil. Saya merasa ini saat yang tepat untuk fokus dengan diri sendiri. Setelah yakin dengan pilihan untuk cuti, saya menjalani hidup sehat, mengkonsumsi makanan sehat, memperkaya diri dengan pikiran-pikiran yang positif sambil mempersiapkan mental untuk menjalani operasi dan program bayi tabung.

Berkat kekuatan dan kasih sayang yang Tuhan berikan, saya semakin semangat dan sangat positif untuk menjalani hari-hari kedepan.

Dalam waktu dua bulan, saya menyelesaikan semua pekerjaan yang berhubungan dengan fotografi termasuk meminta izin dengan beberapa pihak untuk cuti sementara. Awalnya saya sedih harus cuti dulu, tapi akhirnya saya malah semangat dan fokus karena tidak sabar untuk cepat-cepat dioperasi dan menjalankan program IVF.

***

JUNE 2014

 photo ttc-journey1_zpsfpzl0auf.jpg

Sehari sebelum operasi laparoscopy yang ketiga kalinya dalam hidup saya, saya dan suami konsultasi dan melakukan pemeriksaan dengan Dr. Devindran. Dari hasil USG, terlihat benyak sekali perlengketan-perlengketan dan ada polip di rahim. Dokter mengatakan karena kondisi perlengketan saya yang cukup parah dan sangat sulit untuk membersihkan perlengketan-perlengketan tersebut, dokter akan melakukan “Plan B” yaitu operasi laparotomy – operasi besar dengan cara membuka bagian perut secara vertikal. Dr. Devindran menjelaskan kalau operasi besar ini jarang sekali terjadi, mungkin terakhir terjadi sudah 5-6 tahun lalu.

Tanpa pikir panjang, saya setuju dengan saran dokter karena saya sudah capek sekali bolak balik operasi karena masalah perlengketan. Sewaktu ibu saya tau soal “Plan B” ini, beliau langsung panik dan lemas. Khawatir, kalau saya malah kenapa-kenapa. Tapi saya berusaha tenang terus karena sudah yakin dengan pilihan saya, walaupun ini operasi yang kedua kalinya dalam jangka waktu kurang dari satu tahun.

Esok harinya, saya dijadwalkan operasi sekitar jam 13.00. Dari pagi saya sudah diminta untuk bersiap-siap, saya memilih menginap di kamar VIP di gedung baru. Selanjutnya, ketika sadar dari pengaruh obat bius, sayup-sayup saya melihat kantong darah di samping kanan atas saya. Saya juga melihat Dr. Devindran sedang berdiskusi dengan suster. Dokter menghampiri saya dan bilang bahwa operasinya sudah selesai dan beliau “membuka” perut saya.

Selanjutnya yang saya diberi tau oleh dokter, suami dan ibu saya bahwa saya kehilangan banyak darah selama operasi berjalan. Saya juga tidak jadi menginap di kamar VIP, malah saya ditempatkan di kamar yang isinya sekitar 5-6 pasien. Setiap 15 menit suster datang mengecek kondisi saya, karena saya demam. Suami juga bercerita Dr. Devindran menempatkan saya di kamar yang beramai-ramai supaya dekat dengan ruang jaga suster, ternyata kondisi saya hampir kritis karena kehilangan banyak darah.

Saya juga dipasangi kateter urine, tapi juga saya melihat ada selang di antara perban besar yang melilit perut saya – yang ternyata selang tersebut berfungsi untuk mengeluarkan sisa-sisa pendarahan dalam perut saya. Awalnya saya diminta stay selama satu malam saja, tapi dengan kondisi seperti itu saya terpaksa menunda kepulangan saya ke Jakarta dan harus stay di RS selama 5 hari. Saya juga tidak diizinkan pulang ke Jakarta karena kondisi saya lemah sekali, jadi totalnya saya stay selama 10 hari di Penang.

 photo ttc-journey5a-blog_zpsk3z9kk88.jpg
Hampir kritis beberapa jam setelah operasi Laparotomy (kiri). Masih lemah seminggu setelah operasi (kanan).

Memang semua tidak seperti ekspektasi awal saya yang seharusnya hanya laparoscopy saja, but I was blessed, happy and very positive. Saya yakin perjuangan saya tidak akan sia-sia. Saya gak berhenti bersyukur dengan kondisi saya saat itu. Dan saya merasa lebih lega karena paling tidak, salah satu proses yang harus saya jalani akhirnya terlewati.

Selama lima hari dirawat di rumah sakit dan bedrest total di hotel, saya menikmati sekali masa-masa dimana saya harus belajar jalan lagi. Saya baru bisa jalan di hari ketiga paska operasi, biasanya kalau operasi C-Section, pasien lainnya sudah bisa jalan di hari kedua. Susah ke toilet, kadang-kadang juga masih demam, ngga bisa mengangkat kaki lebih dari 15 sentimeter, tidur juga hanya bisa nyenyak di posisi tertentu. Karena saya ngga bisa angkat kaki tinggi-tinggi, akhirnya setiap mau memakai atau melepas underwear juga harus dibantu Abenk atau ibu saya. Abenk juga sabar banget selalu nunggu dan nemenin pagi sampai malam, merelakan waktunya selama 10 hari untuk menemani saya di Penang tanpa bawa laptop dan alat-alat untuk bekerja. Abenk selalu terlihat tenang, makanya saya juga merasa lebih tenang.

Kami menginap di GLOW Hotel yang letaknya tidak jauh dari Loh Guan Lye. Selama bedrest di hotel, saya konsultasi dengan Dr. Devindran sebanyak 3-4 kali untuk memantai kondisi saya setelah laparotomy. Beliau perhatian sekali dengan kondisi kami berdua. Kami selalu disemangati dan diberi nasihat-nasihat bijak yang akhirnya selalu kami ingat. Bahkan Dr. Devindran juga sempat meminta maaf pada Abenk dan keluarga saya karena ‘terpaksa’ harus melakukan laparotomy, yang akhirnya kami jadi harus tinggal lebih lama di Penang.



Dokter menjelaskan bahwa paska operasi laparotomy yang saya jalani, kondisi saya hampir kritis dan hampir dirawat ke ICU – tapi ternyata badan saya cukup kuat dan mental saya sangat positif untuk sembuh dan berjuang, jadi akhirnya saya bisa dirawat di kamar biasa.

Dr. Devindran juga berusaha untuk biaya tagihan kami agar tidak membengkak. Beliau juga menyarankan Abenk untuk mengurus asuransi agar semua bisa ditanggung asuransi. Saya salut dan puas sekali dengan servis Dr. Devindran.

***

JULY 2014

 photo ttc-journey3_zpsyossw8hy.jpg

Minggu ini setelah satu bulan saya operasi laparotomy, saya datang ke Penang lagi untuk konsultasi dengan Dr. Devindran. Hasil USG menunjukkan bahwa kondisi saya aku bagus, tidak ada perlengketan lagi. Bekas jahitan laparotomy saya juga mengering dengan baik, hanya saja berbekas dan akhirnya menimbulkan keloid. Indung telur saya juga kondisinya sehat dan saya melihat ada telur-telur di dalamnya. Dr. Devindran menyarankan agar kami memulai program IVF bulan depan, tapi kami menunda sedikit selama 2-3 bulan agar kondisi saya sudah pulih total dan persiapan mental kami juga lebih matang.

Setelah operasi terakhir, banyak sekali hal-hal yang membuat aku lebih semangat, misalnya setiap lagi ke mall saya selalu melihat ibu hamil. Malah kemana-mana rasanya saya selalu melihat ibu hamil. Ada saatnya saya mimpi sedang hamil, bahkan sedang menyusui! Setiap bangun dari tidur, saya senyum-senyum sendiri karena tidak sabar semua mimpi-mimpi saya jadi kenyataan.

Hari ini adalah hari kedua menstruasi saya setelah operasi laparotomy dan saya tidak merasakan kram perut lagi seperti dulu. Everything’s okay now.

So, that's the story.. I decided to write and blog about my TTC journey, because I know there are so many out there who desperately want children and for some reason it just hasn't happened yet – YOU ARE NOT ALONE! I have no tubes but that doesn't stop me. I believe God moves in mysterious ways. Never give up, never lose hope.. Always. Thank you to all of you who still support and follow my journey and pray for us!

Read more: My IVF Success Story

 photo x-andra4_zps7f1083c1.jpg

102 comments:

  1. Ahhhh Andlaaa,, jadi terharu baca Blog-mu.. again kalau bahas soal 'Baby' ini.. well aku mau tanya,, jadi walaupun kita sudah operasi Laparascopy (yang katanya menghindari perlengketan) bisa juga tetap terjadi perlengketan usus juga ya? 3 bulan yg lalu aku abis USG dalam. tapi setelah baca Blog mu, jadi khawatir juga. jadi ga sabar buat balik ke dokter lagi... semangat terus ya Andla.. YES. WE ARE NOT ALONE.... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Sussan, iya bisa, aku udah operasi 3x totalnya tetep aja masih sisa dikit nih sekarang :) yang penting ovariumnya sehat dan bisa menghasilkan telur.

      Dalam kasus aku, yang sekarang dibutuhkan adalah ovarium & telur yang sehat, supaya angka kesuksesan IVFnya bisa tinggi. Kalau ada waktu, baiknya cek di Penang, karena dokternya jujur-jujur, antriannya tidak separah di Jakarta. Dan kalau kita kenapa2, bisa ditangani dgn cepat disana :)

      Good luck ya Sussan! Yes, WE'RE NOT ALONE! :)

      Delete
    2. Salam kenal ka andra,
      Sy widi, sy terharu baca blog ka andra krn dr hsl diagnosa di indo
      kedua tuba sy non paten alias ada penyumbatan jg, pernah ivf awal
      thn 2016 di lam wah ee dg dr Ng Peng Wah, tp gagal.
      Boleh kah sy minta pin bb ato wa ka andra utk share pengalaman slm
      ivf di Loh Guan Lye? Krn ada yg ingin sy tanyakan. Terimakasih.

      Delete
  2. *berkaca-kaca baca postingan ini*

    aku memang belum nikah, belum ngerasain usahanya punya anak, tp temen di sekelilingku cukup banyak yang udah nikah sampai 8-10 tahun tp belum punya anak juga :( tau ceritanya usaha keras mereka buat ngedapetin anak, udah konsul sana sini, dibilang sehat, tp tetep belum berhasil juga :(

    beruntung ya kak, kamu udah tau masalahnya apa, udah disembuhkan pula, walaupun mesti ngelewatin cara yang susah, mudah-mudahan berhasil secepatnya ya punya anak. I know you will be a good mom.
    semangat kak!

    ReplyDelete
  3. Mbak Alodita, I've been following your journey from 2008. Terima kasih atas semua inspirasinya, cerita yg satu ini membangkitkan rasa positif banyak orang. Semoga do'a dan semua perjuangan Mbak Alodita & Keluarga berhasil baik dan terkabulkan semua niat baiknya.. stay positive, dear you positive woman.

    Warm regards,
    Indira Diandra

    ReplyDelete
  4. Wow, you are so strong kak! All the struggles are gonna be beautiful on its time.

    ReplyDelete
  5. Hai mbak, aku baru follow IG mbak belum lama. Dan baru kali ini baca blog-nya setelah liat postingan IG. Aku juga sudah 6 tahun menikah, dan umur sudah 37 lewat. Terakhir Februari 2014 laparoscopy untuk ambil miom, dan ternyata ada perlengketan usus juga, polip dan kista. Alhamdulillah tuba-nya masih bisa dipertahankan dan masih paten. Juni kontrol kondisi rahim sudah bagus dan siap program baby. Meskipun bukan dengan obgyn yang paling populer di Jakarta, Alhamdulillah selama ini obgyn aku cukup baik dan yang aku merasa nyaman adalah beliau selalu positif, dan sangat komunikatif. We can only try our best, the rest we have to put in God's arm. Semoga perjuangan kita berhasil ya mbak..keep praying.

    ReplyDelete
  6. I LOVE YOU ANDLAA!!!

    Mwah mwah mwah!

    ReplyDelete
  7. Semoga selalu positif, selalu diberi kesehatan, dan semua rencana mbak Andra & keluarga berjalan mulus sesuai rencana, segera dikasih momongan. Aaaamiinn! :)

    ReplyDelete
  8. strongly sure that positive things will happen to positive people like you :) bismillah :)

    ReplyDelete
  9. Dear Andra,
    Membaca post ini membuatku semakin kuat. Kami sudah menikah selama 3 tahun dan sekitar 1.5 tahun lalu 1 tuba valopiku diangkat karena usus buntu dan ternyata sudah ada janin berusia 6 minggu yang tak bisa berkembang di dalamnya. Rasanya bagai disambar petir ketika tahu janin yg sudah kami tunggu sekian lama harus diambil beserta dengan tuba valopiku. Namun selain sedih, peristiwa tersebut adalah turning pointku untuk berharap dan yakin bahwa Tuhan bisa memberi dan mengambil. Aku percaya ketika waktuNya sudah tepat, aku akan kembali hamil. Saat ini aku baru kembali promil disertai dengan hambatan seperti siklus hormonal yg sering terganggu, rahim yang menghadap belakang, dan tuba yg tinggal 1. Rasanya sulit dan mungkin bagi yang tidak mengerti terkesan aneh. Tapi aku tetap yakin jika waktuNya tiba, kita pasti akan menimang bayi manis itu. Perjalanan kita memang berbeda dan tidak mudah namun aku yakin cerita seperti ini akan menjadi penguatan bagi mereka yang berharap sama kayak kita dan pengingat bagi mereka yang sudah menimang bahwa anak ada bukan untuk disia-siakan atau hanya sekadar dijadikan pajangan yang lucu. Nantinya kita akan mengingat perjuangan kita ketika mendidik mereka juga. Aku yakin nantinya anak Andra akan bangga punya ibu kayak Andra yang cantik, talented, dan mau berjuang untuk dirinya bahkan sebelum dia ada. Keep strong, Andra. Mari kita sama2 berjuang ya :)

    ReplyDelete
  10. Mbak, tetap semangat ya. Semoga semua proses dilancarkan. Dan yang pasti, keep smiling and stay positive! :)

    ReplyDelete
  11. Hi Andra, I just follow your instagram a few back months, a passive blog reader definitely. However, now I decide to post something. Like the other readers, I also wondered what kind of operation that you did in Penang, though it crossed in my mind that maybe related to ur TTC program by reading the comments. Reading this post I know that the operation wasn't easy; the other things also don't easy. I really appreciate when you confessed that you had "down time". And it is inspiring to read how then you rose from your down and become a positive person. Be positive always, be strong, keep trying and always have hope...and the same thing I say to others mothers to be who stil TTC. I know how it feels when my son hugs me, kisses me and says "I love you mom". The feeling can't be described by words and can't be replaced by anything. Hope you all (mothers to be) can feel it too soon...Thank you Andra for sharing. In my part this story makes me grateful but in others it makes them notice that it’s ok to be down but then keep trying and have hope...ps. I also read "that" statement..ahhh at that moment i thought I want to kick that man/woman in the a**, who are you to judge others, but then if I put comment he/she will think that his comment is important...blaaah...

    ReplyDelete
  12. halo kak Andra, aku baca blog kakak sejak kakak masih nulis di blogspot loh hehe bahkan waktu kak Andra masih cerita putus-nyambung kakak sama kak Abenk, aku juga baca huehehe (engga penting sih ini). aku seneng banget liat hasil karya fotografi kakak, tapi ada yang lebih menarik yaitu gimana kak Andra dengan baiknya share banyak hal disini. kita emang engga pernah tau ya kak apa yang direncanakan Tuhan tapi sebagai seorang yang ga pernah ketemu langsung dgn kakak, aku ngerasa kak Andra orang baik. pernah sekali tweetku dibalas kakak dan sekali juga aku menang giveaway darisini, senang sekali!! you make others happy, you deserve to be happy too kak. i just want you to know that you are human with good heart dan aku tau orang baik itu yang paling disayang sama Tuhan.
    tetep kuat ya kak, tetep sehat, tetep positif, semoga usaha dan doanya membuahkan hasil yang baik :) "no one can make you feel inferior without your consent"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Reaca, aku inget kok sama kamu :)

      Thank you so much for your support & your kind words. Makasih yaaa.. :))

      Delete
  13. Wow.. it's such an inspiring story from an amazing woman
    Tetep kuat, tetep semangat, tetep percaya sama Tuhan for every good things will come to your side :)
    Thanks for sharing kak :)
    God bless you

    ReplyDelete
  14. I love you my Kak Andla :* *sambil lap-lap air mata baca ini huhuhu..*

    ReplyDelete
  15. Andla, i'm a mom of two boys..
    I wish you a wonderful journey ahead a a mother like me. I promise to always pray for you.. jangan pernah menyerah ya karena Allah tidak tidur

    ReplyDelete
  16. Hi Andra.... aku juga udah beberapa tahun jadi silent reader blog kamu.. I've been following your IG and love all the beautiful pictures there:)

    Aku juga wondering what kind of surgery you've had, but I had feeling that you're on TTC journey since you were in Loh Guan Lye. Kebetulan banget pas kamu post foto-foto pas di Penang, aku juga pas lagi bed rest dalam rangka 2WW (2-weeks-wait) post IVF. I've been married for 3,5 years, belum pernah hamil sekalipun. Kinda similar story with you, aku juga pernah program di Sam Marie dan saat laparoskopi dokter find out ada perlengketan saluran telur di sebelah kanan karena infeksi usus buntu.

    Btw IVF-nya gagal (hiks), sementara temen aku dan beberapa orang yang aku kenal lagi sama-sama lagi IVF saat itu, berhasil hamil.. I can't stop crying for few days... Sempet wondering, why me, why me, sempet juga sebel liat orang hamil (parah ya), tapi yah akhirnya aku mikir, emang belum waktunya buat aku.

    Alhamdulillah sekarang udah feel much better. Dan Alhamdulillah udah semangat lagi buat nerusin program supaya bisa hamil... So I can really really really feel you... Punya suami, keluarga, dan temen-temen yang sangat supporting is another priceless bliss..

    Stay positive, stay strong, never give up to feel his/her heartbeat inside our womb yah... Oh ya, thanks juga udah posting your TTC journey, semoga terus menginspirasi semua TTC fighter. *peluks*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Desi, thank you so much for your support :)

      Kebayang perjuangan kamu, aku juga capek banget bolak-balik tapi harus positif dan semangat terus. Please do not hesitate to contact me ya :)

      Good luck ya untuk IVF selanjutnya. *hugs*

      Delete
    2. This comment has been removed by the author.

      Delete
    3. Kak Aloo dan Kak Desi,

      Setelah aku baca-baca ternyata banyak kasus ya tuba falopi diangkat karena pelengketan dengan usus buntu. Aku penasaran banget tentang hal ini. Aku dulu pernah salah diagnosis usus buntu dan baru ketauan setelah usus buntunya pecah. Lalu aku dioperasi besar (sekitar 9 tahun lalu waktu aku masih SMP kelas 2). Aku jadi takut dan kepikiran.. gimana bisa tau ada pelengketan dari infeksi usus buntu itu ka? Apakah ada indikasi-indikasinya selain kalau mens sakit banget?

      Please kasih tau ya kak.. aku jadi takut. Aku belum menikah..

      Thanks in advance..

      Delete
    4. Hi Pia, harus sering-sering checkup ke obgyn, bisa ketauan lewat cek USG (minimal 6 bulan sekali). Masalahnya yang belum nikah lebih banyak malunya kalau ke obgyn, gak perlu malu sebetulnya - apalagi kalau kamu sudah pernah operasi. Ada keluhan maupun tidak, harus selalu checkup supaya semua "gak terlambat". Indikasinya gak cuma sakit waktu mens, tapi kadang bagian perut suka nyeri mendadak dll. Coba di cek aja ya..

      Delete
    5. Eh ternyata udah dibalas, padahal aku baru aja kirim email. Makasih banyak ya kak sarannya :) semoga aku gak malu-malu ke obgyn hehehhe thanks a lot kak :)

      Delete
  17. “And once the storm is over, you won’t remember how you made it through, how you managed to survive. You won’t even be sure, whether the storm is really over. But one thing is certain. When you come out of the storm, you won’t be the same person who walked in. That’s what this storm’s all about.”
    ― Haruki Murakami

    Everybody have their own life story, be strong and keep your faith :)

    ReplyDelete
  18. Mba andra semangat yah..ibu aku dulu juga sama mengalami pelengketan dan harus ngejalanin lasparoskopi,ditiup dan disinar sampe ratusan kali.tapi alhamdulillah bisa punya anak aku hehee..tetep semangat dan positive thinking mba.pasti nanti kalo sudah rejekinya punya momongan lgsg cepet dikasih allah :)

    ReplyDelete
  19. *tears* Omigosh Andra, you are one BADASS woman. I wish you both all the luck in the world, hon. Keep us updated on your journey through IVF.

    Love, So-So

    ReplyDelete
  20. Andra.... shocked baca postingan ini ...insyallah sehat terus ya ndra.. dan kalaupun harus IVF semoga berhasil .
    .gw doain lo n abenk selalu bahagia dan penuh cinta ... lots of love from me n ava ♡♡♡

    ReplyDelete
  21. Kak Andraaa, I was wondering what kind of surgery you had dan baca post ini bikin terharu banget, you're inspiring me for being so positive. Semoga semuanya lancar dan sehat terus yah Kak, jangan berhenti berdoa.. God must has an amazing plan for you ♡

    ReplyDelete
  22. I don't know you Andra, tapi setelah baca tulisanmu ini, aku nangis. Entah kenapa aku ikut merasakan apa yang kamu rasakan karena sama-sama wanita. Keep strong! Tuhan akan senantiasa membantu.

    ReplyDelete
  23. Hai kak.. Aku yg email kamu minta info ttg IVF di penang :) aku berharap kk cepet punya baby ya.. Mdh2an bbrp thn kdepan gantian aku yg bisa berobat spt kakak dan sukses tentunya.. :* semangat!!

    ReplyDelete
  24. Kak Aloo, khaira again here hehe. It's sch a bad news huhu btw, aku baca postingan yg ini, aku jadi khawatir sendiri, aku emang belum menikah, tapi ada pastinya kan semua wanita ada plan ya untuk menikah, dan rencananya masih 2tahun lagi sih, cuma aku mau tanya, aku juga pernah operasi usus buntu, and since that surgery, menstruasi ku nggak pernah teratur dan setiap kali aku menstruasi aku nggak bisa ngapa2in, selalu sakit melilitnya sampai gabisa beraktifitas kayak biasa, yang aku tanya, apa kamu juga pernah begitu? anyway, terima kasih ya posting ini jadi membuat aku lebih concern terhadap diriku sendiri apalagi sebagai perempuan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hello, iya dulu aku habis operasi selalu sakit banget mensnya. Mirip dengan cerita kamu. Malah nangis2 terus sangking ngga bisa tahan sama sakitnya. Tapi setiap orang beda-beda sih, kalau aku dari dulu memang sakit, tapi lebih sakit lagi setelah operasi yang pertama di YPK. Untung sekarang udah ga kenapa2 :)

      Thank you ya, stay healthy :)

      Delete
  25. Hai Andra, aku fans berat kamu dan kemarin di pandora box garage sale aku beli kalung kamu..pengen foto bareng tapi malu..

    wah aku ga sangka ya ternyata postingan di IG kamu beberapa minggu lalu itu tentang operasi ini.. proud of u berani buat cerita. semangat terus y ndra..smoga kamu dan abenk segera dkasih baby.. Tuhan pasti kasih diwaktu yang tepat..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Anastasia, thank you ya kemarin udah dateng ke Pandora. Thanks for the wishes! :)

      Delete
  26. This is a very inspiring and honest story of yours mbak Andra, I can tell. Thank you. Aku sendiri belum menikah, tapi ini menjadi pemicu tersendiri untuk lebih peduli sama kesehatan dan check up di dokter. Aku kalau mens juga sering sakit banget tiap bulan. Mudah2an seterusnya bisa membiasakan hidup sehat kaya mbak.
    Semoga mbak bisa cepat punya anak, apapun yang terjadi atas maksud tersendiri dari Tuhan. Amin

    :)

    ReplyDelete
  27. Baru sempat baca, such a beautiful post. Believe in Allah's will, Insha allah He knows and has a bigger plan for you. Lulla has you and she's already a lucky girl. Love you xx

    ReplyDelete
  28. Semoga semua yang direncanakan kedepammya berhasil , Semangat Xoxo

    ReplyDelete
  29. Hai kak, aku emang masih anak-anak yg gak tau apa-apa. Tahun ini baru masuk kuliah, malahan. Tapi aku terharu banget baca perjuangan kakak. Bundaku juga akan operasi bulan ini. Beliau terkena polip serviks dan harus diangkat. Semoga kakak kuat ya. Tuhan selalu melindungi semua ibu yang berjuang! Amin....

    ReplyDelete
  30. Mau nangis bacanya, Kak. Terus semangat dan positive thinking terus ya Kak, Insya Allah lancar semuanya. Inget selalu Tuhan akan beri jalan selama kita berusaha terus. :")
    Keep updating the blog ya, Kak :)

    ReplyDelete
  31. Aku juga blom hamil sdh 3thun lbh mnikah.. mohin dshare gejala yang andra rasakan krna ada pelengketan dan infeksi d tuba fallopi apa?

    ReplyDelete
  32. halo salam kenal... kebetulan aku juga ngalamin hal yg sama, susah hamil dan 'terancam' ga bisa hamil secara alami kecuali dengan proses bayi tabung. kebetulan aku periksanya di ypk mandiri juga :D cuma kalo aku keknya blm bisa ngejalanin proses itu, krn kepentok dana. hmpf...

    salut dengan keberanian & semangat mba menjalani operasi besar. sukses yaa dg program bayi tabungnya ^_^

    ReplyDelete
  33. Hai Andra.. You are much stronger than i think. :')
    Aku belum menikah, tapi aku udah di vonis dokter akan susah punya anak, karena rahim ku kecil dan kalau mens harus dipicu dengan obat. So.. i know how it feels. Dan.. aku ngerasa punya semangat untuk nerusin pengobatan aku karena baca post ini. Thank you andra. Good luck yaa..

    Anyway.. apakah yang di Sam Marie adalah prof TZ? Karena kemarin aku sempat kesana juga.. Thank you :)

    ReplyDelete
  34. kakak semangat yaa... namanya RS ada yang bagus dan ga. pasti ada saja, kondisi yang lainnya tdk dilihat. hanya fokus satu titik. terus, kita memang wanita yang benar benar harus bisa menjaga sistem reproduksi , tdk hanya itu sistem reproduksi, daerah2 payudara pun sering sering di cek. cek payudara sendiri, samapai ketiak. kalau, ada yang menonjol dan kemerahan cek kedokter. bisa saja itu tumor atau FAM , biasanya saat mentruasi. kalau sistem reproduksi, sering-sering ganti CD klo udah lembab, klo lembab kuman jadi numpuk. karena kuman itu suka yang lembab dan kalau haid , ada beberapa org yang nyeri biasa, nyeri 2 hari.. nyeri saat pertama mens itu wajar. tapi disertai pingsan, nyeri lebih seminggu, nyeri hebat sampai tdk beraktifitas, ganti pembalut 5kali lebih saat hari pertama, langsung cek dokter. karena klo kita tdk didiamkan lama kelamaan bisa lebih fatal. ini hanya sharing saja, buat kita kita seorang wanita. saya juga punya FAM, benjolan di payudara .. aku coba utk tdk makan junk food, fast food, ayam, daging trus aku coba makan BROKOLI ka alo.. karena broko;o itu anti cancer. wah, alhamdulilah puasa tahun kemarin turun 4kilo dan hilang. memang makan yang kita makan klo tdk kita atur, sembarangan makan karena lapar.. kita tdk tahu akan terjadi ditubuh kita kemudian nanti.

    aku suka banget blogger ka alo yang slalu share tentang blog healthy food, karena ka alo menyemangati utk diri sendiri tapi menyemangati perepuan utk menjaga berat badan. karena aku juga termasuk cuek sama berat badan, sampai sadar kalau aku obesitas dan alhamdulillah aku suka gym dan menjaga pola makan.

    Dan semuanya, penyakit itu jangan dibawa stress tapi lawan, semangat dan percaya diri. karena stress itu membuat penyakit penyakit semakin parah. kenapa? kondisi stress akan menghabisi sistem organ kita. contoh pasien DM..

    Aku ada dokter obgyn , namanya Dr. Achmad mediana SPog. dia punya klinik sendiri dikemang, dan sudah sering menerima ibu hamil dan melahirkan. dokter ini ramah, baik dan jujur. dan beliau, juga seorang pengajar di Gadar obgyn 118 khusus utk bidan.

    thanks ^^

    ReplyDelete
  35. AKU TERHARU KAK :')
    Selalu dalam lindungan Tuhan

    ReplyDelete
  36. Semangat mbak alodita..
    Aku jg skrg br menjalani program IVF dgn dokter devindran.
    Bln juni laparascopy jg kyk mbak..
    Semangat yah mbak...

    ReplyDelete
  37. Hai andra,

    saya baru follow IGnya beberapa minggu yang lalu dan baru baca blognya hari ini. Terima kasih atas share "My TTC Journey".. semangat terus yaaaah..Insya Allah selalu dikasih cerita terbaik buat Andra dan suami.

    Saya pun harus berjuang untuk memiliki seorang bayi. sudah 4 tahun menikah, pernah 2 kali keguguran di masa 6 minggu dan 8 minggu karena janin yang tidak berkembang. Sedih pasti..stress iyaa..sempat ingin berhenti berusaha iya...tapi setelah saya sering bermain dengan anak kecil di lingkungan sekitar saya, tentu timbul kembali rasa ingin memiliki anak bahkan sudah mempersiapkan nama dan beberapa pernak-perniknya..

    saat ini saya hanya bisa berdoa dan mulai menabung..baik secara materi maupun mental..1 dokter kandungan memberikan rekomendasi saya bisa langsung hamil kembali setelah melihat hasil tes thalasemia, kecocokan darah saya dengan suami dan hasil lab janin terakhir yg gugur. tapi 1 dokter lainnya berkata saya harus menjalani beberapa tes termasuk terapi untuk kekentalan darah serta dokter lainnya menyarankan untuk bedrest total selama 9 bulan jika saya hamil untuk menghindari stress yg berlebihan..

    saya hanya bisa pasrah dan menabung..saya percaya Allah telah mempersiapkan jalan cerita terindah bagi kita semua..

    Good luck with your IVF..kapan-kapan aku kontak yaa buat tanya-tanya konsultasi di dengan dr.Dev di Penang..

    ReplyDelete
  38. baru semingguan ini kenal mb andra tp udah khatam sama tulisan2 di blognya dan foto2 di instagram. and this one is my fave article! gtw kenapa langsung ngefans bgt sm mb andra.. inspiring me inside and outside :)

    ReplyDelete
  39. Mewek baca blog ni.. dan semangat kak andra yg buat aq terharu. Buat aq pgn py semangat ky kk andra biar mudah hamil. Menghilangkan stress emg sulit. Pasti sbntr2 kepikiran buat pgn hamil tp yah mau gimana lagi, Allah yg py rencana kita yg menjalaninya. Cuma berharap semoga Allah segera memberi kehamilan buat aq. . :((

    ReplyDelete
  40. Sehat selalu kak andra, semoga selalu dalam lindungan Allah swt :)

    ReplyDelete
  41. Dear Kak Andra,

    Hari ini aku membaca lagi postingan kakak sebelum2nya. Dulu sih udah pernah baca (bahkan yang untuk post ini udah 3x!) tapi emang aku nggak pernah comment soalnya udah happy jadi pembaca aja :)

    Kak Andra jangan pernah putus asa, percayalah dan bawa semuanya dalam doa tiap hari. Tuhan pasti mendengar suara hati kak Andra. Tuhan akan membuat segala sesuatu indah pada waktuNya.


    :)

    ReplyDelete
  42. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  43. Semangat kak Alo!!! Luar biasa kak Alo berani untuk menuangkan semuanya di blog ini.. aku dulu juga pernah operasi laparoskopi 2 kali tapi bukan karena sakit yang sama sih dan aku juga belum menikah ehehhee..waktu itu aku juga mengalami masa-masa yang kak Alo alami, apalagi denger kata operasi..rasanya takut banget waktu pertama kali masuk ruang operasi tapi setelah aku belajar meditasi dimana aku tahu kalau semua itu hanya sementara dan pasti berlalu aku jadi lebih berani menghadapi semua yang harus aku alami di dalam hidup.. and now I'm happy being my-own-self apalagi ditambah sering baca blog kak Alo ini. ;)

    Thank you kak Alo udah mau sharing ;)

    ReplyDelete
  44. Persis bgt dengan kisahku 3x operasii dlm setahun karna usus buntu dan perlengketan,,, smoga ga kumat lagi… karna akhir2 ini perut bawah kananku nyeri lg… stresss tp ini udah jd bagian hidupku… andra sabar ya… kamu ga sendirian… aku jg pny derita yg sama hanya aku memang sdh pny anak… efek dr cesar jg aku ngalamin perlengketan…. Salam kenal yah… uthe

    ReplyDelete
  45. sebenernya indonesia ada jg dokter laparoscopy terbaik… namanya dr errawan, dia praktek di mayapada hospital lebak bulus, premier bintaro, medistra dan mana lagi ya banyakkkkkk… kecuali pondok indah…. Aku op sama si dokter ini… baikk bgt dan pinter si menurut aku dan suamii… bahkan dia di undang sbg pembicara dan pengajar di jepang, korea… . ssstt ini jg aku tau dr obrolan para dokter, kepo bgt ya… Hehheee si dokter jg bilang knp lapar mahal,, karna alatnya sekali pake semua… dan ga pake sayatan alias pake gunting ultrasonic…. Jd tu jaringan perlengketannya di bakar2… aku liat fotonya item2… ahh mimpii burukkk bgttt… tp skr aku sehattttt walau kata dokter perlengketan seperti bom waktu… bs kapan aja terulang…. Untuk mencegah aku di suruh harus sit up setiap bangun tidur minimal 25x… just share info aja ya say… smoga berguna….

    ReplyDelete
  46. Tuhan tidak akan memberikan cobaan atau ujian melebihi kemampuan umatnya..Percayalah! You are strong woman! And you are not the only one! Just have faith. Trust HIM! Semangaaaaaaat! :D

    ReplyDelete
  47. Hai Andra, aku salah satu follower IG mu, dan kadang-kadang mampir ke blog mu :) I've been following your blog since you were about to married.
    Ceritamu jujur sekali Andra dan sangat menginspirasi. Terkadang ketika kita jujur mengenai keadaan kita, (tidak menutupi ketidaksempurnaan hidup kita) hal-hal baik InshaAllah lebih mudah datang.
    Saya baru menikah 5 bulan dan juga masih berusaha untuk hamil, dan ketika sempat memriksakan diri ke dokter kandungan untuk check up, dokter bilang saya punya polip rahim dan sebaiknya dikuret untuk memudahkan kehamilan (namun kalau mau menunggu tanpa dikuret juga boleh). Yang saya baca Andra juga katanya punya polip ya ? Apa treatment untuk polip nya Andra ?
    Saya mendoakan supaya Andra diberikan kesehatan selalu dan kemudahan dan keberhasilan dalam program bayi tabungnya. Saya senang sekali ketika membaca kata-katamu mengenai bahwa kita yang sedang berusaha untuk memiliki anak ini tidak sendirian. Hal itu menguatkan kami semua kaum perempuan. :)

    ReplyDelete
  48. Hai andra.. Been following your ig for a while.. I'm not a blog reader but yours is an exception.. I've been waiting for my first daughter for about 5 years.. It's 5 frustrating years..but it's all paid off when you feel the heartbeat inside you.. 2 years after my first, suddenly i've got pregnant again with my second daughter.. . She is a miracle.. So.. Don't lose your hope Andra.. Keep on figthing.. Pray and stay positive...

    ReplyDelete
  49. Hello andra....saya follow IG kamu krn info dr tmn ktr, krn cerita hampir mirip jd saya sangat menyukai blog kamu dan selalu menanti cerita yg baru. Awalnya dokter RS Bintaro memvonis saya dengan kista endometriosis kanan dengan besar 2cm, shock bgt dgr nya pdhl sblmnya saya dtg ke dokter untuk promil, krn ga sreg dgn kelakuan dokter yg judes saya mencari second opinion ke RS Kemang, dokter bilang kista endometriosis kanan 2cm dan miom 4 buah semua diluar rahim.....dgn beranggapan msh ada yg kiri dokter minta saya lsg HSG, hasil hsg kanan kista di indung, kiri tuba non patent....sejak saat itu saya drop sempet stres...akhirnya saya tempuh jln herbal, skrg sudah setahun berlalu...
    Saya beranikan diri untuk promil lg....dr usg trans v kista masih ada namun ukuran tdk berkembang ttp 2 cm, bgtu jg dgn miomnya....sampai skrg saya blm mau operasi (walau sejak awal pemeriksaan dokter lsg minta saya operasi).....yg saya ingin tanyakan dlm blog andra menyebutkan perlengketan bs dilihat dr ultrasonografi, itu type yg di luar atau trans V? Krn selama ini dokter tau perlengketan hanya dr hasil HSG tahun lalu....please share more detail....jujur saat ini saya sedang gundah....krn bebrp hari lalu saat usg ada telur dikanan kiri yg dimensinya 2 cm...dokter blg mateng dan segera dibuahi

    ReplyDelete
  50. bismillah semoga smua ikhtiar ini akan berakhir bahagia, aamiin....
    Smangaaaaaaaaat mbak Andra ;)

    ReplyDelete
  51. same here.. still TTC after losing by baby boy 2 years ago.. ikhtiar trus.. GOD never sleps.. and Keep praying.. thank you for sharing Andra!

    ReplyDelete
  52. Hai mb Andra :)
    Sebelumnya aku mau peluk Mbak sekenceng2nya *emmmmkkkk
    Waktu baca ini, dan Mb nyebut RS YPK Mandiri..dan ditangani dr yg senior disana. Aku pun pernah menjadi pasien beliau.
    Beliau yg "senior" dan irit menjawab konsultasi dan sempet juga membuat aku nangis tersedu2 begitu keluar dr ruang prakteknya.
    Singkatnya, beliau sempat mendiagnosa saya PCO PolyCystic Ovarii dimana ukuran telor aku sangat kecil, dan memungkinkan untuk sulit hamil. Saat itu aku memasuki 8bln usia pernikahan ketika konsultasi ke beliau.
    Setelah antre yg tidak masuk akal (baru masuk pukul 12mlm) saya ngobrol hanya 4menit sudah termasuk tindakan USG, sy diberi secarik kertas robekan berisi tulisan "PCO" dan beliau berujar. Silahkan browsing di internet. Anda terkena PCO.
    Dan saya diberi jadwal kunjungan berikutnya. Diberi resep (yg sangat mahal harga obatnya) dgn anjuran yg sangat minimal. Intinya saya harus minum obat, dua minggu dtg lagi. Tanpa penjelasan apa2.
    Msh dgn penuh tanda tanya. Sy pun menebus resep, mengkonsumsi obat, rutin, dan 2minggu pun berlalu.
    Dan efek obat tersebut, yg ternyata adalah obat hormon, dan sy tidak diberi penjelasan sebelumnya. Membuat berat badan saya naik drastis. Dlm 2 minggu, i gained almost 10kgs..
    Ketika tiba giliran saya masuk, beliau hanya USG. Dan berkata, ah telornya masih kecil. Nggak bisa hamil nih. Okay, i started crying. Mungkin maksut beliau blm bisa hamil dalam siklus ini. Dan akupun menangkapnya nggak bisa hamil seterusnya. Dlm keadaan down, dgn hormone imbalance (berkat terapi beliau) akupun nangis tumpah ruah.
    Dgn muka datar dan tidak manusiawi. Beliau kembali menyarankan terapi yg sama, dan dijadwalkan lagi untuk bulan depan. Tanpa sedikitpun berusaha menenangkan ataupun tampak peduli dgn sy yg sesenggukan.
    Setelah kejadian itu, sy berjanji tidak akan menginjakkan kaki lg ditempat praktek beliau.
    Lalu sy dan suami mencari second opinion. Di RS KMC Kemang. Memilih dr Obg dgn cara random. Konsultasi sangat enak, ramah, dan tidak perlu antre, dan dokternya sangat perhatian.
    Saran dr beliau pun hanya olahrga, krn saya jd overweight setelah terapi hormon. Dan jauhkan diri dr stress.
    Dan alhamdulillah, dlm dua bulan seiring dgn perubahan pola makan dan olahraga, saya positif hamil dan skrg baby saya berusia 13 bulan.
    Sesama wanita, saya sangat mengagumi Mba Andra. Dan sy followers sejati mb Andra di Instagram.
    Tetap semangat yah Mbak Andra!!!
    Dan...maafkan dokter senior di YPK Mandiri:)
    Warmest kisses and hugs

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Mba Senia, thanks udah sharing! :)

      Saya sudah menemukan 4-5 pasien korban dokter senior YPK Mandiri, yang ternyata setelah dilaparaskopi oleh beliau, setiap mens makin parah keadaannya. Sedih sekali pas tau ttg ini, tapi saya sudah ikhlas memaafkan beliau seikhlas-ikhlasnya. Malah saya berdoa supaya cepat "stop" ya kejadian-kejadian seperti ini. Makasih ya Mba :)

      Delete
    2. Hi Andra & Senia, saya kebetulan memang sdg menjalani proses yg sama di YPK Mandiri. Saya diberitahu kalau saya menderita PCO dan sudah diberikan terapi hormon sebanyak 2 cycle. Sampai sekarang aku belum berhasil punya baby. Saya jd wondering siapa dokter yg dimaksud. Boleh nggak yah aku di-info at least inisial aja atau email ke aku di riantywong@gmail.com? Just to have a peace of mind and at least aku tahu if i should continue or quit. Its true disana antri sangat panjang dan dokter irit bicara...

      Delete
  53. Masya Allah Mba perjuanganmu luar biasa. smoga Allah mampukan kamu dan suami melahirkan generasi2 yang shalih dan shalihah. Semangat terus Mba..

    ReplyDelete
  54. Mba Andra, saya Wina.
    Terima kasih sudah sharing.
    Boleh saya tahu bagaimana kabar Mba sekarang dan perkembangan terbaru soal rencana IVF di Penang?
    Saya sudah nikah lebih dari 7 tahun dan sudah banyak sekali di-treatment ini itu dengan berbagai-bagai dokter di Jakarta (terlalu panjang untuk saya ketik semua), padahal tuba saya paten, tidak ada sumbatan, tidak ada masalah dengan endometrium, siklus mens teratur walaupun panjang (35 hari), selalu merespon baik semua obat penyubur yang masuk ke badan saya, dan suami saya normozoospermia. Benar-benar ngga ngerti masalahnya dimana.
    Saya baru dua kali inseminasi di Yasmin Kencana, dan sepertinya belum waktunya untuk berhasil.
    Saya ada rencana mencoba ke Penang awal tahun ini, tapi masih cari-cari info dokter dan RS yang bagus, ngga mata duitan, dan memang niat nolong pasien supaya cepat berhasil.
    Mohon infonya ya Mba.
    Terima kasih banyak dan semoga Tuhan segera menjawab doa-doa kita.

    ReplyDelete
  55. Terima kasih atas sharingnya mbak.
    Kalau boleh tau Jadwal Praktek Dokter Devindran itu Hari apa dan jam berapa saja ?
    Di Loh Guan Lye Logan Road apa Macalister Road ?
    Terima Kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Senin sampai Sabtu, hari Rabu & Jum'at beliau gak praktek karena biasanya ada di ruang operasi. Jamnya seperti jam kantor 9 - 5. LSC ada di Logan Road, masih nyambung sama Macalisted Road.

      Delete
  56. You're such an inspiring woman kak andra..I've been following you for few months.. and I've got so many inspirations from you. I guess you are audrey hepburn nowadays. Keep inspiring.. keep tough.. and stay pretty.. love ya!

    ReplyDelete
  57. Ka alodita you are so inpired me
    Aku yg baru minggu lalu laparaskopi krn kehamilan ektopik di tuba kananku
    Krn aq tau ap yg bakal dilakuin saat operasi, aq udh pasrah n ikhlas
    Malah baru sekarang ini aq nangis n kecewanya, lg ngerasain sedih yg mendalam
    Krn hasil HSGku sblm hamil cm sebelah kanan yg terlihat
    Dokternya menyarankan aq untk HSG ulang 3 bln lg
    Rasanya kecewa bgt, hatiku yg kemarin dah seneng bgt akhirnya bs hamil udh ngebayangin ini itu
    Skrg hrs nunggu 3bln lg *tear*
    But now I know I'm not alone

    Once more thanx ka alodita
    May you always healthy in your preggie

    ReplyDelete
  58. mbak alo saya mau nanya kn skrg udah ada beberapa klinik IVF dijakarta, klo mnrt mbak alo bagusan dimana mbak antara di jakarta dengan di penang? dimana letak perbedaannya? semoga berkenan untuk membalasny terimakasih

    ReplyDelete
  59. Hai, mba Alo. Thanks a lot for your sharing yah, ceritamu mendorong aku untuk berani IVF loch :) Walaupun IVF ku yang pertama belum menjadi rezekiku. Mba, if you don't mind bolehkah dishare sewaktu LO mba pakai asuransi apa? Many thanks before yah...

    ReplyDelete
  60. Hai ka andra,aku rossa,aku udah lama stalkerin blog kaka dan seneng baca baca tapi baru kali ini aku tau kalo kaka selama ini sangat berjuang mendapatkan anak,dan aku udah baca tulisan kaka yang ini dan ini bener bener sangat menginspirasi dan bikin aku jadi tau tentang apa itu laparotomy..
    Aku terharu banget baca ini ka,sebagai wanita aku tau banget gimana rasanya menginginkan sesuatu yang sulit didapatkan,dan dari tulisan kaka ini aku belajar bersyukur dan tetap semangat dan selalu sabar,thank you so much ka alo,you're the great MAMA,tetap semangat 2 bulan lagi..heheheh
    Semoga anak 'perempuan' ka alo bisa menjadi anak yang sehat dan cantik dan sama kuatnya seperti ka alo,salam kenal Yeti tri rosa☺

    ReplyDelete
  61. sangat menginspirasi kak alo...semoga saya bisa cepet operasi laparoskp karena terdapat perlengktn pd tuba saya,,,dan saya sangan salut sama kak abenk begitu sabar nemein kak alo..semoga suami saya juga sabar seperti kak abenk...doain saya ya kak alo semoga saya secepatnya bisa operasi lparoskp..saya lg berjuang mencari biaya buat operasinya..

    ReplyDelete
  62. Di awal pernikahan, aku sempat baca postingan kak andra ttg ini. Bacanya aja sedih. Salut banget sama kak Andra. Tepat di 8 bulan penikahanku ternyata aku hamil di luar kandungan dan mengalam pendarahan yg hebat. Aku di laparotomi dan tuba kanan ku harus diangkat. Setelah sadar dr operasi aku lgsg ingat postingan ini. semoga aku bisa sekuat kak Andra..

    ReplyDelete
  63. Its just amazing and touchy story. My left tube is also lengket dr hasil HSG. Actually almost both of them but alhamdulillah the righ one is patent now. I am on my programm to have baby. Just finished inject ovidrel. Tp why yah bbrp wkt terakhir kok ky keputihan berbau tp ga gtal. If you experience the same,advice please. Thank you

    ReplyDelete
  64. Salam kenal Admin.

    Kami menyediakan penginapan di dekat rumah sakit Penang seperti RS Lam wah ee, RS Adventist, RS Loh Guan Lye, RS Island. Penginapan kami jenis apartemen dan Guest House.Lokasi sangat strategis dan dekat dengan Rumah sakit. Fasilitas AC, TV, WiFi, Water Heater. Harga mulai dari 45 ringgit per hari.

    Hubungi kami +60165632642, BBM 5151E859 dan Whatsapp +60143498217

    ReplyDelete
  65. Trimakasih telah menguatkan diri untuk berbagi dan cerita. Semoga saya kuat dan pandai bersyukur seperti mbk andra..once again thank you.. ;)

    ReplyDelete
  66. Trimakasih sudah berani berbagii..smoga selalu dikuatkan..selalu yakin ya mbak klo kita pasti bisa..percaya..usaha dan berdoa..yakiinn dan berserah klo anak itu adalah hak nya sang pencipta..

    ReplyDelete
  67. Salam...ternyata perjuangan saya blm seberapa besar dibanding mbak andra..trimakasih sudah berbagii..smogaa dengan usaha yg sudah dilakukan nanti akan berbuah manis dan disegerakan..tak ada usaha yg sia2..tetap percaya usaha dan berdoa..yakin bahwa anak yg kita dambakan adalah haknya Sang Pencipta..keep spirit ya mba...aamiin

    ReplyDelete
  68. ini uda ketigakalinya aku baca topik ini... bersyukur melihat kak Andra yang uda gendong2 Aura sekarang ini.. rasanya amazed sekali.. Tuhan Maha Besar. Semua kebaikan akan datang ketika kita percaya ;)

    Saya pun juga saat ini sedang menanti buah hati setelah 1,3 tahun menikah. Thanks God dari saya pribadi organ rahim, sel telur kondisinya baik. Hanya dari sisi suami saja yang belum di cek. Seputar pertanyaan 'tagihan' kapan punya anak juga sudah menjadi makanan sehari2.

    "banyak sekali hal-hal yang membuat aku lebih semangat, misalnya setiap lagi ke mall saya selalu melihat ibu hamil. Malah kemana-mana rasanya saya selalu melihat ibu hamil. Ada saatnya saya mimpi sedang hamil, bahkan sedang menyusui! Setiap bangun dari tidur, saya senyum-senyum sendiri karena tidak sabar semua mimpi-mimpi saya jadi kenyataan." --> ini yang aku alami juga saat ini, bahkan sampe reflek elus2 perut aku sendiri hahaha!

    Very touching story Kak. Salam sayang untuk Aura juga ya :)

    ReplyDelete
  69. Ahhhh mbak Andraaaa... Serasa skenario Tuha banget bisa nemu blog ini. 3 minggu lalu saya juga laparotomy karena ada kehamilan di luar kandungan dan pendarahannya udah sampai organ hati. Sempet down karena harus rela kehilangan salah satu saluran tuba, tapi baca artikel ini jd makin bersyukuuuur dan merasa dikuatkan. And now i will be you fans!!!! Makasiii bgt mbak Andra udah sharing pengalamannya. PeluKiss utk Aura Suri yaaa!

    ReplyDelete
  70. Mbak Andra... aku baca ini sampai nangis sendiri mbak, terharu dgn perjuanganmu dan Tuhan maha baik dgn segala cobaan yg diberikan, kamu kuat dan kamu mendapatkan anugerah terindah dari Tuhan. Aku jg jd semangat utk program Bayi tabung. makasih sudah menginspirasi

    ReplyDelete
  71. mba berapa kira kira kisaran biaya operasi seperti ini di penang. terimakasih

    ReplyDelete
  72. Thank you so much for sharing your journey, it is so touching and inspiring. I too, am trying to conceive, and it's been frustrating. Thank you for the hope given through your blog post <3

    ReplyDelete
  73. Thank you so much for sharing your journey, it is so touching and inspiring. I too, am trying to conceive, and it's been frustrating. Thank you for the hope you give through your stories. <3

    ReplyDelete
  74. Baca nya inspiring bgt yah mba.. boleh tanya klo polip yg ada di rahim itu dibuang juga mba?

    ReplyDelete
  75. Hai mba... inspiring banget blog nya tetang operasi ini. sedih, senang, haru semua jadi satu. saya bahkan senyum2 sendiri krn at the end semuanya berjalan lancar... Sehat terus ya mba dan baby Aura :)

    ReplyDelete
  76. Hi mba... inspiring banget baca blog nya... Sedih, senang haru semua jadi satu.. Sampe senyum2 sendiri karena at the end semuanya berjalan lancar... God works in a mysterious ways. Sehat terus ya mba... :)

    ReplyDelete
  77. Hallo mba alodita.. Baca nya sampe nangis deh. Karena aq tau banget rasanya perjuangan dpt baby. Sama bgt laparotomi, ada perlengketan dan tuba 1 hilang.
    Tapi aq ttp semangat walau 3 thn blm ada juga. Thx buat share cerita mu. Inspirasi bgt. Sonda - balikpapan

    ReplyDelete
  78. Hi mba.. Salam kenal,, terima kasih sdh berbagi cerita..
    Aku mengalami hal yg sama dgn mba.. Tuba falopiku abses sudah diangkat 24 januari kmaren.. Sedih, shock krna aku mmg gak diberi tau sebelumnya ttg keadaanku.. Tp pada saat operasi suamiku memang dipanggil utk menyaksikan & melihat langsung kondisi tubaku yg sdh tdk bisa diselamatkan dua2nya.. U know wht i feel mba.. :(
    Setelah skian bln masa penyembuhan fisik & mental insyaAllah kami akan ke penang setelah lebaran nanti.. Masih buta ttg informasi dokter & RS2 disana, tp dokter kami ksh saran untuk ke Dr. Ng dan kami berencana utk kesana. Aku jg pernah baca ttg dokter Devindran.. Beliau jg bagus katanya.. Mba bantu saran ke aku,, aku harus mulai dr mana. Di jkt aku blom sempat cek hormon, apa lbh baik cek di penang aja ya pd saat kunjungan pertama nanti?
    Mohon bimbingan & saran nya ya mba..
    Terima kasih banyak..

    ReplyDelete
  79. Hi mba andraa,, salam kenal..
    Terima kasih sdh berbagi cerita & membantu menguatkan kami semua..
    Aku mengalami hal yg sama dgn mba, singkat cerita aku menjalani operasi pengangkatan tuba falopi kiri & kanan tgl 24 januari 2016. Sebelumnya aku ga tau apa yg aku alami, tapi suamiku mmg dipanggil dokter utk menyaksikan & melihat langsung kondisi tubaku yg abses sdh lengket bernanah & menyebar jd diharuskan diangkat.. Selepas operasi pun suami blom mau cerita & cuma blg kondisiku baik2 aja.. Sampai 10hari parca oprasi krna aku sdh dinilai kuat mental barulah suamiku cerita ttg kondisiku sebenernya.. Apa yg aku rasain? U know wht i feel ya mbaa.. :(

    Setelah operasi smua berjalan normal. Menstruasi teratur setiap tgl 8, dan rencananya kami akan melakukan proses bayi tabung di Penang setelah lebaran nanti.. Dokter kami menyarankan utk ke Dr. Ng.. Bermodal baca2 blog tmn2 yg pernah menjalani proses BT baru pertama kali ini aku berani comment & cerita.. Mba banyak menguatkan aku..
    Aku blom pernah cek hormon utk BT di jakarta, atau lbh baik pd kunjungan awal di penang sja ya mba? Dan apakah pengaruh ttg berat badan? Kebetulan berat badan aku naik setelah menikah 9bulan yg lalu sebanyak 6kg. Dulu jg sempat dikasih obat Kb sm dokter (entah utk apa) jd beratku skrg 65kg.. Aku jg pernah baca ttg Dr. Devindran yg ramah & bertangan dingin.. Mnurut mba aku harus mulai dr mana ya? Sampe skrg aku msh bingung..
    Mohon bimbingan & saranya mba andra..
    Terima kasih banyak..

    ReplyDelete
  80. Hi Mba Andra,

    aku dan suamiku sudah hampir satu tahun menikah and we really really really want to have a baby. im amazed to read your journey to pregnancy about how you cope with it and how you get back on your feet. i felt the same way when i hear a good news about my friend being pregnant and even though im so happy for them, deep down inside i wonder what's wrong with me? why can't i have what they have? why am i not pregnant yet?
    keluargaku termasuk keluarga subur, istilahnya setiap abis nikah langsung dung and it really puts me in such pressure.
    i also read your blog about your beauty review and i wonder, have your doctor told you to avoid such skin care when you're trying to get pregnant? im a skincare enthusiast, i love to try many beauty products and recently i choose to avoid any skincare contains parabens and DHA. but, do you have any thoughts on this? should i stop my skincare routine in order to increase my chance of getting pregnant?
    thank you so much :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Rani, thanks for stopping by :)

      Kalau dokterku lebih concern harus menghindari stres, makanan yang berminyak/jorok/mentah aja, kalau skincare gak pernah di mention mungkin karena pengaruhnya besar/kecil aku juga kurang paham. Yang jelas stres fisik dan mental itu sangat berpengaruh, selain itu pola hidup sehat juga berperan besar. Yang penting (seperti kata dokterku) harus banyak bersyukur, berdoa dan tetap usaha. Good luck ya Rani! Take care xoxo

      Delete
  81. Dear Andra, You hv really just inspired me to try IVF. Moving on positive & confidence are must yeah I wish to meet you one day...

    ReplyDelete
  82. Dear Andra, thank you so much for sharing your lovely ivf journey. Im married for 8yrs and had gone through 2 operation to remove polyps & to treat my stage 3 complex hyperplasia without atypia. Such a blessed life. After all that then only I started my IVF program. Your story really had inspired me and yes today I had my OPU procedure ���� after all the super crazy self injections.
    I would love to meet you one day.

    Hugs,
    Lilly
    Kuala Lumpur, Malaysia

    ReplyDelete
  83. Mbak Andra....saya sudah mengikuti blognya sejak hamil aura. tapi baru baca tentang yang ini. Bikin berkaca - kaca. benar memang...kadang orang yang gampang sekali hamil lupa bersyukur. Seperti saya karena baby sudah 2 dan yang paling kecil baru 1 tahun. Juga sedang rajin2nya ngumpulin dana buat rumah.Ternyata saya hamil lagi. Sempat punya pikiran untuk menggugurkan saja. karena anak kedua masih terlalu kecil, sedang saya juga ibu yang bekerja. Takut nggak bisa urus dengan baik. Tapi pada akhirnya saya serahkan semuanya pada Tuhan. tuhan pasti bisa beri jalan agar saya bisa merawat semua anak saya dengan baik.Terima kasih sekali buat semua postnya yang sering kali juga menjadi reminder untuk saya. Agar saya selalu bisa positif dalam semua situasi.

    ReplyDelete